Connect with us

Lifestyle

Sindrom Noonan Adalah Cacat Lahir Langka yang Bikin Tubuh Pendek

Tidak ada orangtua yang ingin anaknya terlahir cacat. Meski begitu, ada banyak faktor tak terduga yang dapat menyebabkan bayi cacat lahir. Faktor-faktor ini juga seringnya bukan merupakan faktor yang disengaja oleh orangtua. Sindrom Noonan adalah salah satu kelainan genetik langka yang bisa menyebabkan bayi terlahir cacat. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa tidak terdiagnosis sampai anaknya tumbuh besar.

Sindrom Noonan adalah cacat lahir langka

Sindrom Noonan adalah cacat lahir yang disebabkan oleh kelainan genetik dengan berbagai macam gejala, seperti kelainan jantung dan bentuk wajah yang tidak biasa.

Diperkirakan 1 dari 2500 anak di dunia terlahir dengan sindrom Noonan dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

Apa penyebab sindrom Noonan?

Advertisement

Penyebab sindrom Noonan adalah mutasi gen yang terjadi selama masa tumbuh kembang janin dalam kandungan. Gen membawa pesan untuk membuat protein yang berfungsi untuk mengatur fungsi tubuh. Mutasi gen dapat memengaruhi fungsi apa pun yang dimiliki oleh protein tersebut. Sindrom Noonan muncul ketika setidaknya ada 8 gen yang mengalami kerusakan atau perubahan fungsi dari yang semestinya.

Bayi berpeluang 50% untuk terlahir dengan sindrom ini jika mewarisi salinan mutasi gen dari salah satu orang tuanya. Orangtua tidak harus lebih dulu mengidap sindrom Noonan untuk mewarisinya pada keturunan selanjutnya. Pada kebanyakan kasus, orangtua hanya sebagai induk pembawa mutasi gen (carrier) secara yang bahkan tidak menyadari mereka memiliki gen pemicu sindrom Noonan.

Selain karena faktor bawaan orangtua, mutasi genetik juga bisa terjadi spontan yang disebabkan oleh kesalahan program pembentukan kode genetik yang terjadi selama pembuahan

Apa saja gejala dan tanda dari sindrom Noonan?

sindrom nooman
Sumber: Semantic Scholar

Karakteristik bayi yang terlahir dengan sindrom Noonan adalah fitur wajah yang agak tidak biasa, perawakan tubuh pendek, cacat jantung, masalah pendarahan, malformasi tulang. Masih banyak tanda dan gejala lainnya yang bisa muncul bervariasi pada setiap bayi.

Bentuk wajah sindrom Noonan sangat khas, yaitu:

Advertisement
  • Dahi lebar.
  • Mata juling.
  • Kelopak mata terkulai (melorot).
  • Lekukan bibir atas (filtrum atau oreng) yang sangat dalam.
  • Jarak mata yang terlalu lebar dan “dipisahkan” oleh kulit berwarna biru pucat atau biru kehijauan di tengahnya.
  • Leher cenderung pendek dan melebar, dengan punuk kulit leher yang berlebihan dan garis rambut yang rendah di bagian belakang leher.
  • Bibir sumbing.
  • Alur gigi tidak rata.
  • Posisi telinga rendah.
  • Rahang bawah yang lebih kecil (micrognathia).

Sebanyak 50-70% orang dengan sindrom Noonan memiliki perawakan tubuh yang pendek. Saat lahir mereka biasanya panjang dan beratnya terlihat normal, tetapi pertumbuhannya akan melambat meski usia bertambah tua. Maka anak dengan sindrom Noonan akan terlihat lebih pendek dari anak lain seusianya. Bayi dengan sindrom Noonan juga dapat lahir dengan tangan dan kaki bengkak yang disebabkan oleh penumpukan cairan (limfadema), yang dapat mengempis sendiri seiring waktu.

Selain itu, orang dengan sindrom Noonan sering mengalami kelainan bentuk tulang yang ditandai dengan tulang dada cekung (pectus excavactum) atau justru tulang dadanya menonjol (pectus carinatum). Pada beberapa kasus ada juga yang mengalami skoliosis.

Kebanyakan orang dengan sindrom Noonan juga terlahir memiliki cacat jantung bawaan yang kritis. Cacat jantung yang paling umum pada anak dengan sindrom Noonal adalah penyempitan katup yang mengontrol aliran darah dari jantung ke paru-paru (stenosis katup pulmonal). Beberapa mengidap kardiomiopati hipertrofik, yang memperbesar dan melemahkan otot jantung.

Berbagai gangguan perdarahan dilaporkan muncul pada kebanyakan anak pengidap sindrom Noonan. Mulai dari memar berlebihan, sering mimisan, atau perdarahan berkepanjangan setelah cedera atau pembedahan.

Laki-laki remaja yang lahir mengidap sindrom Noonan biasanya gagal puber. Maka itu, sebagian besar laki-laki dengan sindrom Noonan memiliki testis yang tidak turun atau disebut kriptorkismus. Ini bisa memengaruhi kesuburannya. Sementara pada perempuan, puber akan datang terlambat.

Advertisement

Sebagian besar anak yang didiagnosis dengan Noonan syndrome memiliki kecerdasan normal, tetapi beberapa mengalami cacat intelektual yang membuat mereka membutuhkan pendidikan khusus. Beberapa pengidap Noonan juga mengalami masalah penglihatan atau pendengaran. Bayi yang terkena mungkin mengalami masalah makan, yang biasanya membaik mulai usia 1-2 tahun.

Bagaimana penanganan yang tepat untuk sindrom Noonan?

Sindrom Noonan tidak ada obat dan cara perawatan khususnya, namun bisa dikelola dengan cara-cara tertentu sesuai dengan gejala yang muncul. Misalnya jika bayi juga terlahir memiliki cacat jantung, maka gangguan jantung tersebut bisa diatasi dengan operasi. Masalah tinggi badan dapat diperbaiki dengan terapi hormon pertumbuhan agar tingginya bisa menyamai anak lain yang sepantaran.

Pada beberapa anak dengan sindrom Nooman, otot wajah khususnya bagian mulut melemah sehingga memengaruhi kemampuan berbicara dan makannya. Maka itu diperlukan terapi wicara untuk mengatasi masalah ini dengan cara melatih otot mulut bergerak sebagaimana mestinya.

Pada anak laki-laki, jika kondisi testis masih belum turun biasanya ditangani dengan operasi atau yang disebut dengan tindakan orchidopexy.

Advertisement

Seiring berjalannya usia, anak dengan sindrom Noonan tetap harus diperiksa secara berkala untuk memantau gejalanya. Semakin bertambah usianya biasanya tidak ada hambatan kesehatan berarti akibat kondisinya ini. Orang dengan sindrom Noonan dapat menjalani kehidupan dengan normal.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Sport6 hari ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport6 hari ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport6 hari ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport6 hari ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional7 hari ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan7 hari ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport1 minggu ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan1 minggu ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan1 minggu ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan1 minggu ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan1 minggu ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan1 minggu ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional1 minggu ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional1 minggu ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional2 minggu ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional2 minggu ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis3 minggu ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Bisnis2 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Sport3 minggu ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Populer