Nasional
SK Korea Selatan Tingkatkan Produksi 10 Kali Lipat pada 2022

Kabartangsel.com – SK Innovation Korea Selatan, pemasok baterai kendaraan listrik ke Daimler dan Volkswagen berencana meningkatkan kapasitas produksi lebih dari sepuluh kali lipat pada tahun 2022, guna menjamin permintaan global.
Dilansir Reuters, Kamis (27/12), perusahaan mengharapkan bisnis baterai mencapai titik impas pada tahun 2020, seorang manajer senior mengatakan pada konferensi pers, Rabu (26/12) di pabrik perusahaan di Seosan.
Harapan itu datang beberapa hari setelah Daimler mengatakan akan membeli sel baterai bernilai lebih dari 20 miliar euro (23 miliar dolar AS) pada tahun 2030 untuk menyiapkan produksi massal kendaraan hibrida dan listrik.
Daimler dan produsen mobil Eropa lainnya secara agresif melakukan ekspansi kendaraan listrik ketika regulator Eropa menekan emisi diesel.
Ketua Grup SK Chey Tae-won kini lebih fokus pada bisnis baterai kendaraan listrik konglomerat, setelah unit SK pembuat chip memori Hynix menghadapi perlambatan permintaan dari pembuat smartphone yang sebelumnya berkembang pesat selama dua tahun.
Di dinding di pabrik Seosan, pesan tulisan tangan dari Chey berbunyi: “Sampai hari ketika semua kendaraan berjalan dengan baterai kami, dan mengganti bensin (kendaraan), tim baterai SK akan siap beroperasi.”
SK sendiri dapat dikatakan terlambat merambah pasar baterai kendaraan listrik, bila dibandingkan dengan saingannya LG Chem dan Samsung SDI.
SK Innovation telah mengumumkan rencana investasi bernilai sekitar 3 miliar dolar AS sejak akhir 2017, untuk membangun pabrik baru di China, Hungaria dan Amerika. Serikat.
Janji China menghapus subsidi untuk kendaraan listrik dan plug-in hibrida pada tahun 2020, dan peningkatan kuota penjualan kendaraan listrik di negara itu akan menguntungkan SK Innovation, kata Lee Du-beom dari tim baterai perusahaan.
Saat ini, kendaraan listrik yang menggunakan baterai Korea Selatan tidak memenuhi syarat untuk subsidi di Cina.
“Kami tidak begitu khawatir tentang pasar China,” kata Lee. “Kami percaya bahwa produsen mobil global dan produsen mobil Cina perlu mendapatkan baterai dari produsen baterai asing,” ucap Lee menambahkan.
SK Innovation berencana untuk meningkatkan kapasitas produksi baterai tahunan menjadi 55 gigawatt-jam pada 2022, dari 4,7 gigawatt-jam setahun saat ini, kata Kim Tae-hyeon, yang mengepalai tim bisnis baterai SK Innovation.
SK Innovation juga memasukkan Hyundai Motor sebagai klien. (Ant)
Pemerintahan6 hari agoApel dan Halalbihalal, Benyamin Davnie Tekankan Kebersihan Lingkungan hingga Efisiensi Anggaran di Tangsel
Internasional7 hari agoPraka Farizal Rhomadhon Prajurit TNI Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL Gugur di Lebanon
Nasional6 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Gelar Halalbihalal Bersama Keluarga Besar Setwapres
Bisnis6 hari agoLG Electronics Indonesia Rilis Mesin Cuci AI Kapasitas Besar, WashTower dan Top Loading Hingga 25 Kg
Banten6 hari agoLiga 4 Piala Gubernur Banten 2026 Diikuti 14 Klub
Bisnis7 hari agoHerbalife Family Foundation Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rp585 Juta untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Sumatra
Hukum7 hari agoBhabinkamtibmas Pantau Penyaluran Bantuan Pangan Bulog di Rawabuntu
Infografis6 hari agoDolar AS Hari Ini Tembus Rp17.018, Nilai Tukar Rupiah Melemah Awal April 2026

























