Banten
Suku Baduy Ikuti Simulasi Pemilihan Umum 2014

Lebak – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten, menggelar simulasi Pemilihan Umum 2014 di kawasan masyarakat Baduy guna meningkatkan partisipasi hak suara di daerah itu.
“Kami optimistis partisipasi hak suara masyarakat Baduy cukup tinggi pada Pemilu mendatang,” kata Ketua KPU Provinsi Banten Agus Supriyatna, saat menggelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Minggu, (8/12/13)
Agus mengatakan, kegiatan simulasi tersebut untuk meningkatkan sejauh mana pemahaman masyarakat terhadap Pemilu 2014 itu.
Selain itu, pihaknya menyosialisasikan Pemilu melalui tatap muka dengan Stakeholder masyarakat seperti pemilih pemula, kalangan perguruan tinggi dan tokoh-tokoh agama.
Bahkan, pihaknya tahun 2014 nanti akan menggenjot kegiatan sosialisasi tersebut.
Selain itu Pemerintah Provinsi Banten juga membantu kegiatan sosilisasi melalui birokrasi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), kecamatan hingga desa/kelurahan.
Menurut dia, jumlah hak pilih pada Pemilu 2014 di Provinsi Banten yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 7.869.325 jiwa dengan Tempat Pemungutan Suara (TPS) 20.638 unit dan petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) sebanyak 1.551.
Sedangkan, jumlah DPT masyarakat Baduy tercatat 7.296 jiwa dan warga yang mengikuti simulasi ini sebanyak 150 jiwa.
Pihaknya menargetkan partisipasi hak suara pada Pemilu 2014 sekitar 80 persen bisa terealisasikan. Sebab realisasi pencapaian Pemilu sebelumnya hanya 75,60 persen.
“Kami yakin tingkat partisipasi hak suara masyarakat Banten pada pesta demokrasi lima tahunan itu cukup tinggi, terlebih warga Lebak dan Pandeglang,” katanya.
Pemuka Tokoh Adat Baduy yang juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak Jaro Daenah mengatakan pihaknya sebagai warga negara yang baik tentunya sangat mendukung terhadap Pemilu untuk menentukan nasib bangsa ke depan.
Menyinggung tingkat kesalahan pencoblosan kartu suara, ujar Daenah, masyarakat Baduy harus teliti sebelum melakukan menggunakan hak pilih di TPS.
Sebab masyarakat Baduy kebingungan dengan empat lembar kartu suara tersebut.
“Kami sangat kerepotan dengan empat lembar itu sebagai masyarakat awan itu dengan gambar dan nomor,” katanya.
Sementara itu, Ketua Wadah Musyawarah Masyarakat Baduy (Wammby) Kasmin Saelani mengatakan komunitas adat Baduy siap menyukseskan pelaksanaan program pemerintah melalui aspirasi Pemilu 2014. (Ant/kt)
Nasional4 hari agoWINGS Food Hadirkan ‘Pondok Rehat’ di Jalur Mudik 2026, Sediakan Fasilitas Lengkap untuk Pemudik
Bisnis4 hari agoTempo Scan Berangkatkan 3.000 Pemudik lewat Program “Mudik Sepenuh Hati 2026”
Pemerintahan4 hari agoPemkot Tangsel Salurkan Rp405 Juta dalam Safari Ramadan 1447 H
Bisnis4 hari agoSarihusada Raih Penghargaan Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026 Kategori Manufaktur
Bisnis4 hari agoAriston Hadirkan Kehangatan Ramadan Lewat Program CSR “Caring Brings Comfort” di Yayasan Al Andalusia
Jabodetabek3 hari agoAmankan Gedung SMA & SMK Triguna Utama, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Selamatkan Aset Negara
Hukum2 hari agoMiris! Anak Berkebutuhan Khusus Diduga Jadi Korban Pelecehan Oknum Pengurus DKM di Ciputat Timur
Pemerintahan4 hari agoSambut Idulfitri 2026, Pilar Saga Ichsan Bersama Kemenhub Lepas Peserta Mudik Gratis dari Terminal Pondok Cabe












