Lifestyle
Ternyata, Penglihatan Menurun Sejak Anda Memasuki Usia Ini!

Semakin bertambahnya usia, fungsi dan kekuatan fisik akan semakin menurun. Apalagi memasuki usia 60 tahun, penurunan semakin besar terjadi. Lantas, bagaimana dengan kondisi penglihatan? Akankah penglihatan menurun juga seperti kondisi fisik lainnnya? Sejak kapan mulainya? Simak penjelasannya berikut ini.
Kapan penglihatan mulai menurun?
Dilansir dalam laman asosiasi ahli optometri di Amerika Serikat, American Optometric Association, penglihatan menurun mulai pada awal hingga pertengahan usia 40-an.
Di usia inilah banyak orang dewasa yang mulai memiliki masalah penglihatan. Masalah penglihatan dengan jarak dekat ketika membaca atau bekerja depan komputer adalah yang paling sering muncul di usia ini.
Masalah penglihatan ini disebut juga dengan presbiopia. Presbiopia adalah gangguan mata yang ditandai dengan menurunnya kemampuan lensa mata untuk fokus pada suatu objek dalam jarak dekat. Kasus presbiopia sendiri memang paling umum terjadi di usia 40-60 tahun. Perubahan dalam kemampuan fokus mata ini akan terus bertambah parah seiring berjalannya waktu.
Apa tanda awalnya kemampuan penglihatan menurun?

Hal ini cukup sederhana, awalnya mungkin Anda merasa tulisan yang jaraknya dekat dengan mata tidak terlihat dengan jelas. Anda harus menjauhkannya dahulu agar tulisan terlihat lebih jelas.
Contohnya saat membaca chat di HP atau membaca menu di restoran dengan jarak yang biasanya, tulisannya tampak kabur. Karena yang terlihat kabur, Anda otomatis menjauhkan objek bacaan agar lebih jelas.
Nah, tanda-tanda inilah yang harus Anda perhatikan. Kesulitan membaca dalam jarak dekat ini terjadi terutama ketika membaca dibawah pencahayaan yang redup.
Risiko menurunnya penglihatan ini juga akan lebih tinggi pada orang yang memiliki masalah kesehatan kronis seperti penyakit diabetes, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, serta punya riwayat keluarga glaukoma atau degenerasi makula.
Selain itu, orang yang melakukan pekerjaan dengan aktivitas visual yang tinggi juga berpotensi lebih besar mengalami penurunan penglihatan.
Apa saja perubahan yang terjadi pada mata seiring bertambahnya usia?

1. Memerlukan lebih banyak cahaya
Seiring bertambahnya usia, mata membutuhkan lebih banyak cahaya untuk melihat daripada biasanya. Ya, Anda mungkin butuh tambahan lampu di ruang kerja, dapur, atau kamar bila penglihatan mulai menurun.
2. Kesulitan membaca dalam jarak dekat
Semakin bertambahnya usia, lensa mata akan menjadi kurang fleksibel. Ini yang akan membuat mata Anda lebih sulit untuk melihat fokus pada benda-benda yang dekat dengan mata dibandingkan sebelumnya.
3. Lebih sensitif terhadap cahaya silau
Memasuki usia senja, mata Anda cenderung lebih sensitif terhadap cahaya. Saat mengemudi Anda mungkin melihat sorotan lampu mobil lain, atau saat beraktivitas ada pantulan matahari, ini semua membuat Anda merasa lebih gampang silau dari biasanya.
Ini terjadi sebab perubahan lensa di mata Anda menyebabkan cahaya yang masuk jadi lebih tersebar, tidak fokus ke retina. Inilah yang membuat Anda merasa lebih sensitif terhadap cahaya yang menyilaukan dibandingkan sebelumnya yang mungkin Anda tidak terlalu merasa silau ketika melihat cahaya.
4. Perubahan presepsi warna
Lensa yang bening di bagian depan bola mata Anda bisa mulai menghitam atau lebih butek. Ini yang membuat lebih sulit untuk melihat dan membedakan antara warna tertentu.
5. Produksi air mata berkurang
Seiring bertambahnya usia, kelenjar air mata akan menghasilkan lebih sedikit air mata. Terutama pada wanita yang mengalami perubahan hormon akibat menopause.
Akibatnya, mata menjadi terasa sangat kering dan mudah iritasi. Padahal, air mata sangat penting untuk menjaga mata tetap sehat sekaligus untuk mempertahankan kemampuan penglihatan.
Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi penuaan pada mata?

Untuk mengatasi penglihatan menurun seiring bertambahnya usia, sebaiknya mulai usia 40 tahun ke atas jadwalkan pemeriksaan mata secara keseluruhan dengan dokter mata. Jangan tunggu sampai ada keluhan baru ke dokter mata. Anda sudah harus rutin periksa mata meskipun belum merasakan gejala yang mengganggu. Pasalnya, beberapa kerusakan mata yang terjadi tidak menimbulkan gejala.
Sebaiknya jangan bergantung pada tes mata di optik untuk melihat mata plus atau minus. Lebih bijak untuk langsung pergi ke dokter mata untuk melihat kesehatan mata secara keseluruhan.
Jika Anda mengalami presbiopi, dokter akan memberikan bantuan kacamata untuk membantu Anda beraktivitas.
Kabartangsel.com
Nasional7 hari agoPresiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden
Sport7 hari agoShin Tae-yong Resmi Jadi Pelatih Kepala Persija Jakarta untuk Musim 2026/2027
Pendidikan6 hari agoCreative Portfolio Showcase 2026, Terobosan SMK Budi Luhur dalam Penilaian Kompetensi Siswa
Sport3 hari agoJadwal Piala Dunia 2026 Lengkap
Sport3 hari agoFIFA World Cup 2026 Schedule: Complete Fixtures, Groups, Format, and Tournament Dates
Nasional5 hari agoHarga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Pendidikan3 hari agoPahami Poin-Poin Perubahan Juknis Serdos Tahun 2026
Pemerintahan3 hari agoDisperkimta Tangsel Terus Tingkatkan Layanan Pemakaman dan Pengelolaan TPU




















