Lifestyle
Virus Baru Pemicu Wabah Pneumonia Muncul di China

Pada akhir tahun 2019, sebuah virus pneumonia misterius menyerang puluhan warga di kota Wuhan, Tiongkok. Virus baru tersebut membuat masyarakat di negara tersebut khawatir apakah wabah pneumonia seperti SARS tahun 2004 silam kembali merebak.
Padahal, WHO telah menyatakan bahwa negara Tiongkok terbebas dari SARS yang dahulu menyebabkan ratusan orang meninggal dunia. Tentu saja masyarakat mulai khawatir peristiwa yang sama akan terjadi karena wabah tersebut.
Jenis virus baru pemicu wabah pneumonia di China

Menurut seorang ilmuwan terkemuka asal Tiongkok, Xu Jianguo, wabah pneumonia yang meresahkan masyarakat disebabkan oleh jenis virus baru yang termasuk kelompok coronavirus.
Sejauh ini terdapat laporan 44 kasus penyakit yang tidak diketahui penyebabnya, termasuk 11 kasus yang dianggap parah. Korban yang terinfeksi umumnya berasal dari pasar grosir makanan laut Huanan di Wuhan.
Setelah diteliti lebih lanjut, terdapat 15 sampel yang terindikasi positif dari jenis baru dari coronavirus melalui sampel darah dan air liur. Penemuan ini pun diperkuat oleh pernyataan dari WHO yang mengkonfirmasi hal tersebut.
Namun, mereka mengingatkan bahwa masih diperlukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui sumber virus, cara penularan, tingkat infeksi, hingga cara mencegahnya.
Untungnya, delapan dari 59 pasien telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit. Akan tetapi, terdapat tujuh dari pasien-pasien tersebut yang mengalami sakit parah dan menerima perawatan di karantina.


Akibat dari virus baru yang menyebabkan wabah pneumonia ini, pasar makanan tersebut ditutup untuk mencegah penyebaran virus.
Bahkan, pemerintah dari Tiongkok mengimbau desinfeksi, pemantauan, dan pencegahan pada tempat-tempat umum, seperti stasiun, bandara, dan terminal bus.
Selain itu, bagi para penumpang yang mengalami gejala pneumonia diharapkan untuk melapor kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat.
Virus baru yang menyebabkan wabah pneumonia di Tiongkok ini memang belum terungkap. Namun, tidak ada salahnya untuk tetap menjaga kebersihan tubuh dan menghindari tempat-tempat yang berisiko sebagai upaya pencegahan.
Coronavirus, payung besar dari virus SARS


Coronavirus merupakan jenis virus yang memengaruhi saluran pernapasan. Penyakit yang paling sering dialami oleh manusia akibat virus ini adalah pilek, pneumonia, SARS, hingga kesehatan usus Anda.
Infeksi virus yang dapat menyebabkan wabah pneumonia ini sering terjadi selama musim dingin hingga awal musim semi. Biasanya, orang yang menderita flu akibat coronavirus dan sembuh, dapat tertular lagi sekitar 3-4 bulan kemudian.
Hal ini dikarenakan antibodi coronavirus tidak bertahan lama dan hanya berlaku pada satu jenis saja. Sejauh ini, terdapat empat jenis coronavirus yang umum dialami oleh tubuh manusia, yaitu:
- 229E (alpha coronavirus)
- NL63 (alpha coronavirus)
- OC43 (beta coronavirus)
- HKU1 (beta coronavirus)
Jenis virus yang lebih jarang, namun berbahaya adalah MERS-CoV. Virus ini dapat menyebabkan MERS di Timur Tengah dan sindrom pernapasan akut yang parah, atau lebih dikenal SARS-CoV.
Oleh karena itu, jenis virus baru yang menjadi dalang dari wabah pneumonia di Tiongkok tersebut sering dikaitkan dengan SARS. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui jenis virus tersebut.
Kabartangsel.com
Tangerang7 hari agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien
Sport6 hari agoVeda Ega Pratama Kena Hukuman Long Lap Penalty, Misi Berat Menanti di Moto3 Hungaria 2026
Nasional6 hari agoKementerian UMKM Terus Dorong Penguatan Kemitraan Global bagi Pelaku UMKM Indonesia
Sport6 hari agoHasil Kualifikasi, Veda Ega Pratama Start dari Posisi 9 di Moto3 Hungaria 2026
Nasional6 hari agoWamen UMKM Helvi Moraza Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia
Bisnis5 hari agoIKPP Tangerang 50 Tahun Berkarya, Perkuat Kontribusi Lingkungan dan Sosial melalui Rekam Jejak Penghargaan Berkelanjutan
Komunitas5 hari agoKONGRES 2026 Tandai Era Baru Kebangkitan Musik Reggae Lokal di Tangsel
Nasional4 hari agoPresiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden





























