Connect with us

Hukum

Waspada! Hoax dan Kampanye Hitam Menjalar dari Emak-emak Hingga Ustadz

Kabartangsel.com – Fenomena hoax masih menjadi tren di kalangan tertentu. Masih banyak kejadian penyebaran informasi bohong yang menyesatkan. Menjelang Pilpres yang jatuh pada tanggal 17 mendatang, beberapa hoax alias kampanye hitam pun terjadi di beberapa wilayah.

Yang pertama dan terbaru hingga viral, kejadian di Karawang, Jawa Barat, ketika trio emak-emak (3 emak-emak) melakukan aksi door to door dengan memberikan informasi sesat.

Semburan fitnah yang dilontarkan ketiga emak-emak tersebut di antaranya suara adzan yang akan dihilangkan, tak boleh mengenakan hijab dan yang lebih parahnya lagi melegalkan pernikahan sejenis jika Jokowi kembali memimpin Indonesia.

Seorang Emak di Makassar melakukan aksi kampanye hitam. (Foto : Kabartangsel.com/Doknet Ist).

Hingga akhirnya kasus tersebut berelabuh ke Polda Jawa Barat. Ketiga emak-emak berinisial ES (49), IP (45), dan CW (44) naik menjadi tersangka, atas dugaan kampanye hitam.

Mereka ditahan di Polda Jawa Barat. Polisi menjerat ketiganya dengan Pasal 28 ayat (2) Jo pasal 45A ayat (2) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Advertisement

Belum selesai kasus di Karawang, Jawa Barat, fenomena hoax alias kampanye hitam kembali viral melalui video di medsos yang tersebar luas. Video itu memperlihatkan seorang perempuan berhijab dengan logo PKS bertamu ke rumah warga.

Emak-emak tersebut lagi-lagi memberikan informasi sesat, bahwa Jokowi akan menghapus mata pelajaran agama di sekolah sekolah, bila capres 01 itu menang di Pilpres nanti.

Polda Sulsel langsung mendalami video tersebut dengan melakukan penyelidikan. Diduga video itu dibuat di Kota Makassar, Sulsel. Namun saat sedang diselidiki, pihak berwajib belum menemukan fakta kuat terkait dimana video itu dibuat. Seorang perempuan yang ada di dalam video itu pun kabur alias menghilang dan belum diketahui keberadannya.

Ustadz Tengku Zulkarnain khilaf dalam menyampaikan dakwah hoaxnya. (Foto : Kabartangsel.com/Panjimas.com).

Yang terbaru dan sangat disayangkan adalah hoax alias dakwah sesat yang juga kampanye hitam dilakukan seorang ustadz besar seperti Tengku Zulkarnain. Bukan sembarang ustadz, pria berjanggut dan selalu bersorban ini juga menempati posisi starategis sebagai Wakil Sekjen dari MUI.

Videonya beredar luas saat dirinya melakukan kampanye hitam kepada umat yang mendengarkan ceramahnya. Ia mengungkapkan, bahwa pemerintah tengah mengusulkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual.

Advertisement

Pria bertubuh subur ini menyebut pemerintah akan melegalkan zina dan menyediakan alat kontrasepsi untuk muda-mudi apabila RUU tersebut disahkan.

“… Pelajar, dan mahasiswa, dan pemuda yang belum nikah yang ingin melakukan hubungan seksual, maka pemerintah mesti menyediakan alat kontrasepsi untuk mereka. Anak-anak muda yang belum nikah kepengen berzinah, pemerintah harus menyediakan kondomnya supaya tidak hamil di luar nikah,” bunyi dakwah Tengku Zulkarnain dalam video yang viral itu.

Kalau ini disahkan, berarti pemerintah telah mengizinkan perzinahan, bahkan menyediakan kondom dan alat kontrasepsi,” jelas Tengku Zulkarnain di videonya.

Usai mendapat kritikan keras dari netizen dan beberapa pihak yang menyaksikan videonya itu, melalui wiiternya @ustadtengkuzul, pada Selasa (12/3), Ustadz Tengku Zul mencabut pernyataannya dan menyampaikan permintaan maaf bahwa ia keliru dan salah menangkap informasi yang diterimanya.

Advertisement

“Stlh mencermati isi RUUP-KS sy tdk menemukan pasal penyediaan alat kontrasepsi oleh Pemerintah utk pasangan Remaja dan Pemuda yg ingin melakukan hubungan suami isteri. Dengan ini saya mencabut isi ceramah saya tentang hal tersebut. Dan meminta maaf krn mendapat masukan yg salah,” cuit Ustadz Tengku Zul di twitternya.

Dan ironis serta kebablasannya, seorang Ustadz bernama Supriyanto (65) juga mengikuti apa yang diungkapkan Tengku Zulkarnain. Saat dakwah di Masjid Al Ihsan, Kalibaru Banyuwangi, Jawa Timur Supriyanto menuding pasangan calon Presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin akan melegalkan perzinahan melalui UU pelegalan perzniahan yang nantikan akan disahkan.

Tindakan kedua ustadz tersebut sangat disayangkan banyak pihak. Dengan label sebagai guru (Ustadz) agama yang seharusnya memberi informasi baik dan benar, justru sebaliknya menyebarkan kesesatan alias hoax dan kampanye hitam.

Pengamat politik yang juga Direktur Konsepindo Research and Consulting, Veri Muhlis. (Foto: Kabartangsel.com)

Sementara itu, seorang pengamat politik yang juga Direktur Konsepindo Research and Consulting, Veri Muhlis mengatakan, bahwa fenomena banyaknya hoax menjelang Pemilu itu menggambarkan kalau tradisi literasi dan merujuk pada sumber informasi yang kredibel, masih sangat lemah.

“Contoh kasus bagaimana seorang Ustadz bicara begitu meyakinkan tetapi ternyata dia belum baca sumbernya. Akhirnya tragis harus menanggung malu,” tuturnya kepada Kabartangsel.com , baru-baru ini.

Advertisement

Veri menambahkan, beda dengan hoax, kampanye hitam (black campaign) adalah suatu tindakan terencana di mana tujuannya jelas untuk membangun citra buruk.

“Dari namanya saja, sudah segera bisa dibaca bahwa itu adalah tindakan yang tidak putih. Hitam dimaknai sebagai kegelapan, tindakan biadab atau nihil adab,” ujarnya.

Ia pun menghimbau, agar masyarakat harus diedukasi untuk selalu melakukan cek dan kroscek terhadap segala informasi. “Tak kalah pentingnya adalah harus ditumbuhkan budaya literasi, membaca,” sambungnya.

Masih dari penjelasan Veri, bahwa polisi bertindak tegas terhadap kampanye hitam tersebut.  “Tangkap saja dan berikan efek jera. Penting untuk membangun kesadaran publik bahwa tindakan kampanye hitam adalah pelanggaran. Karena melanggar maka harus menanggung akibat hukumnya,” tutupnya. ((PMJ)/ GIG).

Advertisement
Sport2 hari ago

Hasil PSIM vs Dewa United 1-2: Banten Warriors Geser Persija dari Puncak Klasemen BRI Super League 2026/2027

Sport2 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 6 November 2026: PSIM vs Dewa United, Madura United vs Arema FC

Banten3 hari ago

HIPPI Banten Gelar Diskusi Bisnis Syariah bersama Pengusaha Nasional Ir. Pramono Dewo

Hukum3 hari ago

Mutasi Polri Terbaru: Ini Daftar Lengkap 264 Pati dan Pamen Beserta Jabatan Baru

Hukum3 hari ago

Kasus Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo, PP Polri Sampaikan 7 Pesan Moral kepada Kapolri Suyudi Ario Seto

Sport3 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan ke-9 6- November: Persija vs Persebaya, Persib Hadapi Java United

Pemerintahan3 hari ago

MTQ XVII Tangsel Digelar 6-8 November 2026

Politik3 hari ago

Sufmi Dasco Ahmad Soal Kabar Jadi Cawapres: Saya Pastikan Itu Hoax!

Cara Mengetahui Harga Jual dan Beli Kurs Dollar di Money Changer
Tips3 hari ago

Cara Mengetahui Harga Jual dan Beli Kurs Dollar di Money Changer

Sport4 hari ago

Hasil Melbourne Victory vs Persib 1-2: Remontada Dramatis Maung Bandung di ACL Two

Sport4 hari ago

Hasil Melbourne Victory vs Persib Bandung 1-2 di ACL 2

Pendidikan4 hari ago

Program CATAR Dwiwarna Bantu Persiapan Tes Masuk IPDN

Hukum5 hari ago

Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Bareskrim Polri Tetapkan Listyo Sigit, Ahrie Sonta dan Eko Hadi Jadi Tersangka

Nasional5 hari ago

Konferensi Pers Polri soal Isu Penyadapan Presiden dan Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal Polisi

Hukum5 hari ago

Presiden Prabowo dan Seskab Teddy Disebut Jadi Target Penyadapan, Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Ditangkap

Hukum5 hari ago

Sejumlah Jenderal Polisi Dikabarkan Ditangkap, Mabes Polri Angkat Bicara

Nasional5 hari ago

QUTB GLOBAL Apresiasi Doa Lintas Agama di Konser Andrea Bocelli

Jabodetabek6 hari ago

UIN Jakarta Gelar Seminar Kertas Tema SOM MABIMS ke-50

Sport6 hari ago

Hasil Persib vs Isenmulang Kalteng FC 4-0, Luka Menalo Cetak Brace dan Pangeran Biru Raih Kemenangan Terbesar Musim Ini

Sport7 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026/2027 Hari Ini, Minggu 1 November: PSIM vs Borneo FC, Persib vs Isenmulang FC, dan Garudayaksa FC vs PSS Sleman

Jabodetabek2 minggu ago

Wakil Ketua Umum ISNU Fadli Yasir Sambut Baik Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Serba-Serbi2 minggu ago

Link Download Logo Resmi Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026

Sport2 minggu ago

Hasil Persija vs Persik 2-1, Macan Kemayoran Tetap di Puncak Klasemen BRI Super League 2026/2027

Banten3 minggu ago

80 Santri Mathla’ul Huda Kunjungi Perpusda Banten

Sport2 minggu ago

Prediksi Persija vs Persik Kediri di BRI Super League 2026/2027, Macan Kemayoran Diunggulkan

Pemerintahan2 minggu ago

Pemkot Tangsel Tunda Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya, Penutupan Jalan Belum Berlaku

Serba-Serbi2 minggu ago

Teks Sumpah Pemuda

Pemerintahan2 minggu ago

Pemkot Tangsel Perkuat Pencegahan TPPO bagi Calon Pekerja Migran

Pemerintahan2 minggu ago

Cegah TPPO, Pemkot Tangsel Terus Perkuat Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dorong Penguatan Pendampingan UMKM Cilacap

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Senin 26 Oktober: Persebaya vs Madura United, Bhayangkara FC vs PSM Makassar, dan Persija vs Persik

Pemerintahan3 minggu ago

Aspal Jalan Rawa Buntu Dikupas, Dinas SDABMBK Tangsel Tangani Dua Titik Beton Rusak

Pemerintahan3 minggu ago

Pilar Saga Ichsan Resmikan Pos Gizi di Lengkong Gudang, Tangsel Perkuat Pencegahan Stunting

Pemerintahan3 minggu ago

Pascaledakan Ruko Pasar Cimanggis, PIlar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Pedagang

Hukum5 hari ago

Presiden Prabowo dan Seskab Teddy Disebut Jadi Target Penyadapan, Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Ditangkap

Serba-Serbi2 minggu ago

Logo Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026: Tema, Makna Simbolik, dan Filosofi

Pemerintahan2 minggu ago

Bali Tech Week 2026, Diskominfo Tangsel Dukung Transformasi Digital

Banten2 minggu ago

M Azzari Jayabaya Jadi Calon Tunggal Ketua Umum KADIN Banten

Nasional2 minggu ago

4 Pernyataan Sikap MUI Soal Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Banten2 minggu ago

Amal Jayabaya Siapkan 10 Program untuk Memajukan Pengusaha Banten

Populer