Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo meresmikan 3 (tiga) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yaitu KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan, KEK Morotai, dan KEK Bitung, di Bandar Udara Sam Ratulangi, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Senin (1/4) pagi.
Selain ketiga KEK, dalam kesempatan itu Presiden Jokowi secara simbolis juga meresmikan Rumah Susun Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado dan Rumah Susun Mahasiswa Universitas Kristen Tomohon.
Presiden Jokowi berharap dengan telah diresmikannya ketiga KEK itu agar industri pengolahan, industri-industri yang lain, pabrik-pabrik segera buka di kawasan-kawasan tersebut. Sehingga diharapkan terbuka lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya.
“Ini sudah mulai. Tadi saya tanya ke Pak Gubernur, yang di Bitung sudah mulai, kemudian juga banyak investor baru yang mengantri di situ. Morotai juga tadi Pak Gubernur Maluku Utara juga sudah menyampaikan sudah dimulai di sana tetapi minta fasilitas bandaranya lebih diperpanjang lagi. Dan di Maloy Batuta juga sama,” kata Presiden.
Agar daya saing (competitiveness) kita bisa bersaing dengan produk-produk yang lain dan lebih efisien, menurut Presiden, selain membangun kawasan-kawasan ekonomi khusus, fasilitas infrastruktur pemerintah juga wajib memenuhi.
Ia menunjuk contoh misalnya kawasan ekonomi khusus di Bitung, nanti selesai jalan tol Bitung – Manado. “Tadi sudah saya cek, sudah delapan puluh persen selesai. Insyaallah nanti September, maksimal Oktober operasional sudah kita resmikan,” ucapnya.
Selain itu, Presiden Jokowi berharap kehadiran tiga KEK itu akan mendorong terjadi pemerataan pembangunan karena di kawasan Timur, di Maluku Utara, di Sulawesi Utara. Jika sebelumnya produk dari daerah sekitar KEK diekspor dalam bentuk barang mentah, diharapkan nantinya akan ada pengolahan industri di dalam negeri. Baik untuk perikanan, tadi ada investor industri pengolahan ikan, Baik nanti kelapa sawitnya, dan juga produk-produk perkebunan yang lain, termasuk di dalamnya pariwisata.
Dengan mengekspor bahan-bahan yang sudah diolah, lanjut Presiden, nantinya akan ada nilai tambah, ada added value yang diharapkan juga memberikan lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya kepada masyarakat.
Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi menyampaikan penilaiannya, bahwa sudah banyak yang berubah di Kota Manado dan Sulawesi Utara. “Jalan gede-gede semakin banyak, jalannya gede-gede. Penataan kotanya juga saya lihat, khususnya di Manado juga sudah berubah. Dan saya lihat kalau malam ekonomi juga kelihatan berkembang, berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Presiden Jokowi juga menyampaikan keinginannya untuk kembali ke Kota Manado pada bulan September/Oktober mendatang, sekaligus untuk meresmikan jalan tol Manado-Bitung.
Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.
Techno6 hari agoTangsel ONE: Tangerang Selatan One System
Pemerintahan6 hari agoPemerintah Kota Tangerang Selatan Luncurkan Tangsel One dan Asisten Virtual Helita
Kampus7 hari agoGelar Pertemuan dengan Duta Besar Türkiye, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Buka Peluang MoU Perkuat Kerja Sama Internasional Antar Kedua Negara
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Matangkan SPMB 2026/2027, Deden Deni: Persiapan Sudah Kami Lakukan Menyeluruh
Pamulang7 hari agoSerah Terima Aset Rampung, Pilar Saga Ichsan Pastikan Jalan dan Drainase Villa Dago Pamulang Segera Diperbaiki
Pemerintahan6 hari agoTangsel ONE: Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel
Serba-Serbi5 hari agoKalender Mei 2026
Pemerintahan6 hari agoBenyamin Davnie: Lewat Tangsel One, Pemkot Tangsel Hadirkan Layanan Publik Berbasis AI Terintegrasi














