Lifestyle
6 Gejala Awal Tetanus yang Perlu Anda Perhatikan

Luka sekecil apa pun pada tubuh, tidak boleh Anda sepelekan. Mengapa? Luka yang tidak dirawat dengan benar, bisa berkembang menjadi infeksi serius, seperti tetanus. Tetanus adalah kerusakan sistem saraf akibat bakteri Clostridium tetani yang menginfeksi luka.
Tanpa perawatan, bakteri bisa menyebar dan menginfeksi organ penting melalui pembuluh darah di paru, otot ginjal, otak, dan mengakibatkan kematian. Agar kondisi tidak semakin memburuk, perhatikan gejala awal tetanus pada ulasan berikut ini.
Gejala awal tetanus yang perlu Anda waspadai
Waktu berkembangnya infeksi dengan munculnya gejala awal tetanus berkisar antara tiga sampai 21 hari. Namun pada banyak kasus, gejala tetanus akan muncul pada hari ke tujuh atau delapan setelah terinfeksi. Beberapa gejala awal tetanus yang perlu Anda perhatikan, antara lain:
1. Otot rahang kaku
Penyakit tetanus disebut juga dengan lockjaw yang berarti rahang kaku seperti terkunci. Disebut demikian karena infeksi bakteri membuat otot masseter, yaitu otot yang mengendalikan gerak rahang tiba-tiba berkontraksi.
Selama berkontraksi, otot masseter menjadi kaku dan rahang akan tertutup rapat. Kondisi ini merupakan gejala paling awal yang jadi alarm penyakit tetanus.
2. Otot di wajah dan leher kaku
Selain otot rahang, tetanus juga diikuti gejala lain seperti kekakuan otot wajah. Kondisi ini bisa terjadi selama otot rahang kaku atau setelahnya. Kekakuan otot wajah menyebabkan seseorang tidak dapat berekspresi dengan normal.
Jika otot yang kaku berada di sekitar mulut, maka senyum yang ditunjukkan akan terlihat aneh dan terkesan dipaksakan. Kondisi ini disebut juga dengan risus sardonicus.
Setelah gejala ini, racun dari bakteri dapat menyebar ke bagian tubuh bawah, yaitu otot leher. Akibatnya, leher juga akan terasa kaku.
3. Kesulitan menelan
Infeksi yang menyerang otot leher dapat menyebar ke area kerongkongan. Akibatnya, otot kerongkongan yang mendorong makanan atau air ke bawah bisa terganggu koordinasinya. Jadi, Anda akan kesulitan untuk menelan sesuatu.
4. Perut terasa keras jika disentuh
Infeksi yang menyerang otot kerongkongan tidak akan berhenti begitu saja, jika tidak diobati. Racun dari bakteri akan memasuki area perut dan membuat otot dan dinding perut jadi kaku. Kondisi ini menyebabkan perut Anda terasa keras jika disentuh.
5. Demam dan berkeringat
Demam menandakan sistem imun sedang melawan infeksi. Selama infeksi tetanus terus terjadi, demam disertai keluarnya banyak keringat akan terus terjadi sampai tahap akhir penyakit.
6. Otot kaku di sekitar luka
Kekakuan otot di sekitar luka biasanya terjadi pada tetanus tipe lokal. Tipe tetanus ini jarang terjadi dan tidak disertai gejala demam disertai keluarnya keringat.
Kabartangsel.com
Sport2 minggu ago38 Peserta League Cup 2026/27
Sport2 minggu agoHasil Drawing League Cup 2026/2027
Sport2 minggu agoRanking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Sport6 hari agoHasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta
Sport6 hari agoHasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta
Sport2 minggu agoIndonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Sport2 minggu agoIndonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2
Sport2 minggu agoFIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2









































