Lifestyle
7 Mitos Seputar Penyakit Alzheimer yang Patut Dibantah

Semakin tua, semua fungsi tubuh akan mengalami penurunan, termasuk otak. Risiko penyakit yang menyerang otak pun juga semakin besar saat Anda tua, salah satunya penyakit Alzheimer. Namun, masih banyak orang yang keliru mengenai penyakit ini.
Azheimer disease, kadang disebut penyakit pikun, bukanlah penyakit baru di Indonesia. Perkiraan jumlah penderita Alzheimer di Indonesia mencapai angka satu juta orang pada tahun 2013. Angka tersebut diperkirakan akan terus melonjak dan menjadi tren di masa mendatang. Untuk mengantisipasi penyakit Alzheimer lebih dini, Anda tentu perlu memahami semua hal tentang penyakit ini. Sayangnya, informasi yang beredar mengenai penyakit ini masih banyak yang keliru. Beberapa kekeliruan tersebut antara lain:
1. Penyakit Alzheimer dan demensia tak ada hubungannya
Banyak orang mengira bahwa penyakit demensia dan Alzheimer adalah penyakit yang berbeda. Faktanya, Alzheimer adalah satu bentuk penyakit spesifik dari demensia. Perlu Anda ketahui bahwa demensia adalah sekumpulan gejala yang menganggu fungsi kognitif otak untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Sementara Alzheimer salah satu penyebab terjadinya demensia akibat adanya kerusakan sel otak.
2. Penyakit Alzheimer adalah penyakit kakek-nenek
Risiko penyakit Alzheimer akan meningkat seiring bertambahnya umur dan sebagian besar pasien Alzheimer adalah orang usia 65 tahun atau lebih. Namun, salah jika Anda simpulkan bahwa penyakit ini hanya menyerang lansia.
Orang berusia 30 sampai 50 tahun juga bisa memiliki penyakit ini, terutama mereka yang memiliki anggota keluarga dengan Alzheimer. Hampir 50 persen orang usia dewasa mengalami serangan awal Alzheimer. Sayangnya, para ahli sering keliru mendiagnosis gejala-gejalanya sebagai efek samping dari stres semata.
3. Penyakit Alzheimer tidak menyebabkan kematian
Meski kerusakan sel otak tidak cepat berkembang seperti penyakit kanker, Alzheimer juga bisa menyebabkan kematian. Kebanyakan pasien Alzheimer dapat bertahan dalam 8 atau 10 tahun setelah didiagnosis oleh dokter. Mengapa demikian?
Penyakit pikun ini membuat pasiennya lupa makan atau minum, kesulitan menelan makan, dan menyebabkan kekurangan nutrisi cukup parah. Selain itu, perubahan perilaku juga bisa membahayakan pasien.
4. Gejala Alzheimer adalah bagian dari penuaan
Penurunan fungsi otak memang akan terjadi saat Anda bertambah tua, salah satu gejalanya sering lupa. Kondisi ini berbeda dengan pikun akibat penyakit Alzheimer.
Pasien dengan penyakit ini bisa lupa alamat rumah, orang yang dikenal, hingga lupa cara mengemudi atau masak. Kondisi ini akan semakin bertambah parah dengan terganggunya kemampuan pasien untuk berpikir, makan, dan berbicara. Jadi, jangan anggap remeh gejala Alzheimer.
5. Penyakit Alzheimer bukan penyakit keturunan
Rusaknya sel otak pada pasien Alzheimer memang bisa terjadi akibat gaya hidup yang buruk. Namun, risiko terkena penyakit ini bisa semakin besar jika ada anggota keluarga yang memiliki penyakit ini.
Orang yang mewarisi mutasi gen tunggal berisiko terkena penyakit ini, meskipun jarang terjadi. Risiko akan bertambah besar jika orang tersebut memiliki gaya hidup yang tidak sehat sepanjang hidupnya.
6. Alzheimer ada obatnya
Hingga kini belum ditemukan obat yang benar-benar bisa menyembuhkan kerusakan sel otak akibat Alzheimer. Obat-obatan hanya mampu mencegah gejala kambuh, tapi tidak dapat menghentikan perkembangan penyakit. Jadi, pasien harus rutin minum obat dan rajin mengecek kesehatannya ke dokter.
7. Percuma saja menengok pasien Alzheimer
Pasien Alzheimer sering kali tidak mengenali siapa saja anggota keluarganya. Walaupun sudah diberi tahu, lusa atau beberapa hari kemudian akan lupa. Maka Anda mungkin menganggap bahwa menjenguk pasien adalah tindakan yang sia-sia karena pasien toh akan lupa lagi dan lagi.
Meski begitu, Caleb Backe, seorang ahli kesehatan dan kebugaran di Maple Holistic seperti dikutip dari laman Reader’s Digest menjelaskan, “Menjaga silaturahmi Anda dengan pasien itu penting. Bukan hanya untuk mendukung pasien tapi juga memberikan manfaat bagi diri Anda sendiri.”
Kabartangsel.com
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Bisnis3 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Bisnis4 minggu agoDorong Operasional Logistik yang Ramah Lingkungan, Modena Group Beralih ke Kendaraan EV
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Bisnis4 minggu agoEvolusi Mie Sedaap: Dari Brand Mi Instan Menjadi Platform Kreativitas dan Pengalaman Generasi Muda
Pemerintahan4 minggu agoCegah Kekerasan Sejak Dini, Pemkot Tangsel Edukasi Masyarakat soal Kesehatan Mental
Tangsel2 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
























