Connect with us

Serba-Serbi

Ramalan Tigor Otadan Terbaru Akhir Tahun 2025 dan Tahun 2026: Politik Balas Budi Usai, Pendamping Raja Turun, Ekonomi 2026 Anjlok, Mantan Presiden Meninggal Dunia hingga Bencana Besar

Pria indigo Tigor Otadan membagikan ramalan terbarunya mengenai kondisi bangsa Indonesia. Ramalan ini ia sampaikan dalam podcast spiritual yang direkam saat berziarah di kawasanPetilasan Prabu Sri Jayabaya. Ungkapan terawangannya itu disampaikan melalui akun Yoyube Tigor Otadan Official dengan judul “Tigor Otadan MENYERAP PESAN SEMESTA | UNTUK NEGARA” yang diunggah Kamis (28/8/2025).

Politik Balas Budi dan Pergantian Pendamping Raja

Dalam pandangan batinnya, Tigor menyerap energi tentang kondisi kenegaraan. Ia menyebut bahwa era saat ini dipenuhi ketidakadilan dan penindasan. Namun, ia menegaskan bahwa praktik politik balas budi akan segera berakhir.

“Di era-era sekarang itu eranya sangat mengerikan sekali, banyak sekali ketidakadilan, banyak sekali penindasan. Cuma yang saya tangkap di sini selesainya politik balas budi,” kata Tigor.

Ia menambahkan bahwa dalam pandangannya, bukan sosok “raja” yang bermasalah, melainkan pendampingnya. Pendamping tersebut digambarkan tidak sanggup menghadapi hiruk pikuk politik yang terjadi.

Advertisement

“Di sini bukan rajanya, tapi sampingnya rajanya. Jadi seakan-akan hiruk pikuknya itu menjadi hal yang beliau ini tidak sanggup. Seperti ramalan saya sebelumnya, jika pendampingnya ini nyeleh ni, jadi dalam arti turun akan digantikan satu wanita yang mungkin itu nanti akan membantu sang raja,” jelas Tigor.

Gelombang Demonstrasi

Lebih lanjut, ia meramalkan akan terjadi demo besar-besaran di akhir dan awal tahun. Menurutnya, aksi itu muncul karena ketidakadilan dan kondisi yang tidak seimbang.

“Di akhir tahun, di awal tahun itu banyak sekali yang namanya demo besar-besaran menuntut hal yang itu kalau dipikir-pikir kayak enggak balance, tidak imbang. Ibarat timbangan itu berat sebelah. Mungkin ini adalah cerminan buat kita ini sedang dijajah bangsa sendiri,” ujarnya.

Ramalan Bencana Besar

Tigor juga menyebutkan sejumlah potensi bencana yang akan terjadi. Ia meramalkan adanya gempa besar berkekuatan sekitar 6,8 di Jawa Barat pada awal 2026. Selain itu, Bali disebut akan mengalami gempa disertai banjir bandang, sementara Semarang berpotensi dilanda banjir besar yang merusak banyak rumah dan memaksa warga mengungsi.

Advertisement

“Kalau kita tidak peduli dengan lingkungan kita, ya kita juga akan ada hal-hal yang kurang bagus. Misalnya kayak membuang sampah yang kurang benar, jalurnya air tertutup, itu yang paling harus diperhatikan,” pesannya.

Korupsi Oknum DPR hingga Kepala Desa

Dalam ranah hukum, Tigor menyebut adanya dua orang oknum anggota DPR, masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan, yang akan diperiksa KPK di awal 2026. Ia juga menyinggung banyaknya kepala desa yang bakal terjerat kasus penyelewengan dana desa.

“Jangan kaget jika nanti ada banyak lurah-lurah yang suka menyelewengkan dana desa itu bakal viral sekali di akhir tahun,” ujarnya.

Artis Berpulang dan Ledakan Besar

Dalam ramalannya, Tigor menyebut seorang artis pria tanah air yang pintar bernyanyi akan berpulang pada 2026. Ia juga menyinggung adanya ledakan besar di sebuah lokasi yang banyak terdapat minyak pada akhir tahun.

Advertisement

“Tiba-tiba aku nyium aroma bunga kenanga,” ucapnya ketika menceritakan firasat kepergian artis tersebut.

Ekonomi 2026, Berat dan Seret

Tigor juga memberi peringatan mengenai kondisi ekonomi nasional. Menurutnya, di awal 2026 Indonesia akan mengalami kesulitan ekonomi yang parah, bahkan berpotensi resesi.

“Yang miskin tambah kesusahan, yang kaya tambah ungkang-ungkang. Buat teman-teman ya rajin menabung karena kita tidak tahu apakah ada yang namanya resesi kedua. Di 2026 awal itu ada hal yang membuat kita ini kesulitan. Bahkan ekonomi kita itu kayak benar-benar anjlok,” jelasnya.

Ia memperingatkan masyarakat untuk mengurangi gaya hidup boros dan mulai menabung agar lebih siap menghadapi kondisi sulit tersebut.

Advertisement

Mantan Presiden Berpulang ‘Kodenya Lukisan”

Menutup ramalannya, Tigor menyebut adanya kemungkinan seorang mantan presiden Indonesia yang akan berpulang pada 2026. “Kodenya lukisan,” ujarnya singkat.

Pesan Tigor Otadan

Di akhir podcast, Tigor menyampaikan harapannya agar segala hal buruk yang ia sebutkan tidak benar-benar terjadi. Menurutnya, pesan-pesan semesta hanyalah peringatan agar manusia lebih waspada terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Saya berharap apa yang negatif enggak terjadi. Cukup sekian di episode ini. Saya Tigor Otadan mohon undur diri jika ada salah kata. Salam Rahayu,” pungkasnya.

Kesimpulan Ramalan Tigor Otadan 2026

Politik dan Kepemimpinan

  • Era politik balas budi akan segera berakhir.
  • Bukan “raja” yang bermasalah, melainkan pendampingnya.
  • Pendamping akan digantikan seorang wanita yang lebih mampu membantu sang raja.

Gelombang Demonstrasi

  • Akan ada demo besar-besaran di akhir 2025 dan awal 2026.
  • Demo dipicu ketidakadilan dan kondisi bangsa yang timpang.

Bencana Alam

  • Ramalan gempa besar (sekitar 6,8 SR) di Jawa Barat awal 2026.
  • Bali berpotensi alami gempa disertai banjir bandang.
  • Semarang berpotensi banjir besar yang merusak rumah dan memaksa warga mengungsi.
  • Peringatan menjaga lingkungan agar bencana tidak semakin parah.

Kasus Hukum & Korupsi

  • Dua oknum DPR (1 laki-laki, 1 perempuan) akan diperiksa KPK awal 2026.
  • Banyak kepala desa diprediksi terjerat kasus penyelewengan dana desa.

Dunia Hiburan & Peristiwa Besar

  • Seorang artis pria Indonesia yang dikenal pintar bernyanyi diprediksi berpulang pada 2026.
  • Akan terjadi ledakan besar di lokasi yang kaya minyak pada akhir tahun.

Ekonomi Nasional

  • Awal 2026 kondisi ekonomi Indonesia diprediksi berat, bahkan berpotensi resesi.
  • Masyarakat diminta rajin menabung dan mengurangi gaya hidup boros.

Mantan Presiden Meninggal Dunia

  • Ada kemungkinan seorang mantan presiden Indonesia berpulang pada 2026 (kode: lukisan).

Catatan Tigor Otadan

  • Semua ramalan hanyalah peringatan semesta.
  • Tigor berharap hal-hal buruk tidak benar-benar terjadi.
  • Masyarakat diajak lebih waspada, bijak, dan menjaga kehidupan berbangsa.

 

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer