Lifestyle
Tips Menjaga Makan Bagi Wanita yang Punya Endometriosis • Hello Sehat

Endometriosis adalah satu kondisi di mana jaringan yang menyerupai lapisan rahim tumbuh di luar rahim. Wanita yang punya endometriosis mungkin perlu menghindari makanan dan minuman yang menyebabkan peradangan dan meningkatkan produksi estrogen. Hal ini dilakukan untuk membantu mengatasi gejala endometriosis. Yuk, pelajari tips makan sehat dan tepat untuk Anda yang punya endometriosis.
Pola makan untuk penyakit endometriosis
Wanita yang punya endometriosis dianjurkan untuk banyak makan buah, sayuran, dan biji-bijian. Protein nabati, daging tanpa lemak, dan lemak sehat juga baik untuk orang dengan endometriosis.
Sayuran
Kadar estrogen yang terlalu tinggi dapat memperparah gejala endometriosis. Untuk itu, Anda perlu makan sayur yang banyak. Pilihlah sayuran hijau yang mengandung banyak vitamin B dan serat.
Keduanya dapat membantu mengendalikan kadar estrogen yang berlebihan dalam tubuh. Selain itu, makanan berserat juga memberikan vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat mengurangi peradangan.
Sayuran hijau juga bisa menjaga sistem saraf dan kekebalan tubuh Anda. Sayuran yang bisa menjadi pilihan seperti kubis, brokoli, kangkung, dan selada air.
Lemak sehat
Anda bisa mendapatkan makanan yang kaya akan lemak sehat dari alpukat, minyak zaitun, kacang, dan ikan salmon.
Zat besi
Pasien endometriosis mungkin mengalami perdarahan berat, jadi penting untuk mengganti zat besi yang hilang. Ada dua jenis zat besi yang tersedia dalam makanan yaitu zat besi heme dari sumber hewani dan zat besi non-heme dari sumber nabati.
Zat besi heme berasal dari daging merah, telur, dan ikan. Sementara zat besi non-heme tersedia dalam sayuran berdaun hijau, bit, aprikot kering, dan cokelat.
Selain itu, orang dengan endometriosis juga harus mengurangi asupan kafein dan alkohol, karena dapat meningkatkan kadar estrogen.
Diet bebas gluten untuk wanita yang punya endometriosis
Diet bebas gluten telah menjadi pola makan dan gaya hidup yang umum dilakukan banyak orang. Diet ini biasanya dikhususkan bagi pasien penyakit Celiac, yaitu kondisi di mana seseorang tidak dapat mencerna gluten dalam makanan.
Diet bebas gluten bisa membantu meredakan gejala endometriosis. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal Minerva Chirurgica melaporkan bahwa wanita yang punya endometriosis merasa sakitnya berkurang setelah menjalani diet bebas gluten selama setahun.
Namun, bukan berarti endometriosis dapat disembuhkan dengan pola makan ini semata. Anda tetap harus rutin memantau kesehatan dan periksa ke dokter untuk mengatasi gejala penyakit.
Kabartangsel.com
Nasional4 minggu agoOTT Senyap Kasus Imigrasi, KPK Beri Kado Hari Lahir Pancasila untuk Rakyat
Jabodetabek4 minggu agoProf Dede Rosyada Tegaskan Pengelolaan Yayasan Triguna dan Syarif Hidayatullah Telah Diserahkan ke Pemerintah Melalui UIN Jakarta
Pemerintahan4 minggu agoTinjau SMAN 1 Tangsel, Wali Kota Benyamin Davnie dan Gubernur Andra Soni Pastikan Program MBG dan SPMB Berjalan Optimal
Banten4 minggu agoBenyamin Davnie Sambut Tim Penilai PKK Banten, Pondok Pucung Tampilkan Program Unggulan
Jabodetabek4 minggu agoPenjelasan UIN Jakarta soal Insiden Kericuhan di Lingkungan Madrasah Pembangunan Pamulang Tangsel
Banten4 minggu agoJemaah Haji Kloter Pertama Banten Tiba di Tanah Air
Kabupaten Tangerang4 minggu agoIntan Nurul Hikmah Ajak Masyarakat Kabupaten Tangerang Ciptakan Lingkungan Ramah Lansia
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Raih Penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting






























