Lifestyle
Kalau Mau Periksa Hipertensi, Harus ke Dokter Spesialis Apa?

Hipertensi merupakan nama lain dari kondisi tekanan darah tinggi. Apabila Anda termasuk penderita hipertensi atau mencurigai adanya tanda-tanda dan gejalanya, mungkin Anda akan bertanya-tanya harus periksa hipertensi ke dokter spesialis apa.
Untuk mengetahui dokter apa yang sebaiknya Anda pilih dalam menangani hipertensi, simak penjelasannya di bawah ini.
Kapan saya harus ke dokter untuk periksa hipertensi?
Tekanan darah Anda dapat dikatakan tinggi apabila telah melebihi 140/90 milimeter merkuri (mmHG). Bagaimana cara membaca angka ini?
140 mmHG menunjukkan tekanan darah sistolik, yaitu tekanan maksimal jantung ketika sedang berkontraksi dan memompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan 90 mmHG adalah tekanan darah diastolik, yaitu tekanan terendah jantung saat sedang beristirahat.
Lalu, kira-kira berapa angka tekanan darah yang normal? Tekanan darah Anda termasuk normal jika di bawah 120/80 mmHG. Namun, jika angka sistolik melebihi 139, atau angka diastolik ada di atas 89, kondisi ini termasuk krisis hipertensi dan harus diwaspadai.
Anda dapat mengunjungi dokter apabila merasakan gejala-gejala sebagai berikut:
- Pusing
- Sakit kepala parah
- Penglihatan buram
- Telinga berdenging
- Kebingungan
- Mual
- Detak jantung tidak beraturan
- Kelelahan
- Nyeri di bagian dada
- Sulit bernapas
- Urin berwarna merah, merah muda, atau kecoklatan
- Sensasi berdetak di dada, leher, atau telinga
- Tekanan darah lebih dari 120/80 mmHG
- Mimisan
Hipertensi adalah kondisi yang terkadang sulit terdeteksi. Maka dari itu, sebelum mengetahui periksa hipertensi ke dokter spesialis apa dan terjadi komplikasi yang tidak diharapkan, ada baiknya Anda memiliki tensimeter atau alat pengukur tekanan darah di rumah.
Periksa hipertensi ke dokter spesialis apa?
Sebelum datang ke dokter spesialis, Anda harus periksa ke dokter umum dahulu, entah itu yang ada di klinik, puskesmas, atau layanan kesehatan terdekat Anda.
Biasanya, dokter umum akan melakukan pemeriksaan fisik dasar. Selama pemeriksaan, dokter akan menanyakan apa keluhan dan tanda-tanda yang Anda rasakan selama ini.
Bila perlu, dokter juga akan bertanya mengenai bagaimana gaya hidup, pola makan, dan kegiatan Anda sehari-hari. Anda juga dapat menceritakan riwayat penyakit Anda dan anggota keluarga Anda.
Setelah itu, biasanya dokter atau perawat akan mengecek tekanan darah Anda. Dari pemeriksaan inilah biasanya dokter dapat menentukan apakah Anda memang menderita hipertensi, apa jenis hipertensi yang Anda derita, dan periksa hipertensi ke dokter spesialis apa.
Berdasarkan Standar Kompetensi Dokter Indonesia, berikut adalah kompetensi yang dapat ditangani oleh dokter umum berdasarkan jenis hipertensi yang pasien alami:
Hipertensi esensial
Hipertensi jenis ini terjadi bukan karena adanya penyakit tertentu di tubuh Anda. Biasanya, hipertensi esensial dapat didiagnosis dan ditangani secara langsung oleh dokter umum.
Jadi jika Anda didiagnosis mengalami hipertensi jenis ini, Anda tidak perlu periksa ke dokter spesialis.
Hipertensi sekunder
Hipertensi sekunder merupakan hipertensi yang terjadi karena kondisi medis lainnya, misalnya akibat ginjal, jantung maupun sistem endokrin.
Jika kasusnya seperti ini, dokter umum hanya dapat memberikan diagnosis dan terapi pendahuluan. Selanjutnya, Anda akan dirujuk ke dokter spesialis sesuai dengan penyebab kondisi hipertensi Anda.
Misalnya saja hipertensi disebabkan karena kondisi ginjal maka Anda akan dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialis ginjal dan hipertensi.
Hipertensi pulmonal
Hipertensi pulmonal terjadi akibat adanya masalah pada pembuluh di paru-paru dan bagian kanan jantung Anda. Pada kasus ini, dokter umum hanya dapat memberikan gambaran tentang penyakit tersebut pada pasien. Kemudian, Anda akan dirujuk ke dokter spesialis jantung.
Perlu diketahui bahwa biasanya Anda tidak dapat menemui dokter spesialis apabila Anda tidak memeriksakan diri ke dokter umum terlebih dahulu. Namun, jika Anda merasa yakin untuk langsung menemui dokter spesialis, Anda dapat diskusikan terlebih dulu dengan dokter umum.
Apa saja yang perlu saya tanyakan saat periksa hipertensi ke dokter?
Setelah mengetahui periksa hipertensi ke dokter spesialis apa, Anda harus segera mengatur jadwal untuk menemui dokter.
Biasanya, waktu yang Anda miliki selama pemeriksaan dengan dokter cukup singkat. Oleh karena itu, pastikan Anda menggunakan kesempatan ini untuk bertanya sebanyak mungkin, supaya Anda semakin mengenali kondisi kesehatan Anda sendiri.
Anda dapat menanyakan beberapa hal seperti:
- Apa saja makanan dan minuman yang harus saya hindari?
- Apakah aktivitas fisik harus dibatasi?
- Apa saya harus memantau tekanan darah saya di rumah?
- Seberapa sering saya harus kembali periksa ke dokter?
- Apa saya perlu menemui dokter spesialis?
- Apakah ada pantangan lainnya yang harus saya hindari?
Kabartangsel.com
Event4 hari agoFestival Lebaran Betawi Tangsel ke-6 Digelar 23–24 Mei 2026 di Jurang Mangu Barat
Sport7 hari agoHasil Persik Kediri vs Persija Jakarta 1-3, Macan Kemayoran Bungkam Macan Putih di Stadion Brawijaya
Sport7 hari agoHasil Persik Kediri vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama BRI Super League 2025/2026
Sport7 hari agoHasil Malut United FC vs Persita Tangerang 1-1 di Babak Pertama BRI Super League 2025/2026
Sport7 hari agoPrediksi Pertandingan Malut United FC vs Persita Tangerang
Sport6 hari agoMoto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Start Posisi 20 Finis di Urutan ke-8
Bisnis2 hari agoAQUVIVA Berangkatkan Umrah 3 Marbot Masjid dan 6 Pemenang Kejutan Tutup Botol Ramadan ke Tanah Suci
Sport5 hari agoHasil Pertandingan PSM Makassar vs Persib Bandung 1-2






















