Lifestyle
Mengatasi Anyang-anyangan dengan Air Putih & Cranberry

Pernahkah Anda merasa ingin buang air kecil tapi hanya sedikit urine yang keluar? Bisa jadi Anda kena anyang-anyangan. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, sakit, ada sensasi terbakar di sekitar area genital, dan belum merasa lega meski telah buang air kecil.
Ini merupakan gejala awal infeksi saluran kemih. Salah satu cara mengatasi anyang-anyangan adalah dengan minum air putih. Namun, apakah cukup hanya dengan air putih?
Cara mudah mengatasi anyang-anyangan
Perempuan biasanya mengalami infeksi saluran kemih atau ISK lebih sering ketimbang laki-laki. Umumnya, ISK ditandai dengan anyang-anyangan. Salah satu penyebab utamanya ialah bakteri E. coli yang menyebar ke uretra dari saluran anus.
Sebelum ISK yang Anda alami semakin parah, Anda perlu segera mengatasi anyang-anyangan yang Anda rasakan. Salah satu cara mudah mengatasinya adalah dengan minum banyak air putih.
Air putih berguna untuk membantu membersihkan saluran kemih Anda. Air putih juga dapat mencegah terjadinya cystitis atau peradangan kandung kemih akibat bakteri E. coli.
Sebuah studi dari Institute of Medicine menyarankan, setidaknya perempuan perlu mencukupi asupan cairan hariannya sebanyak 2,2 liter setiap hari atau sekitar 9 gelas.
Tak hanya air putih, Anda juga bisa mendapatkan asupan cairan ini dari buah-buahan dan sayuran yang banyak mengandung air.
Selain minum air, Anda juga harus memerhatikan cara membersihkan organ intim usai buang air kecil untuk mengatasi anyang-anyangan Anda agar cepat sembuh.
Infeksi saluran kemih umumnya dimulai dari penjalaran bakteri dari anus ke uretra. Untuk itu, cara yang benar membersihkan organ intim usai buang air kecil adalah dari depan ke belakang agar bakteri E. coli tidak masuk ke uretra.
Membersihkan organ intim dan anus saat buang air besar dan kecil dengan cara yang benar tentu dapat meminimalkan terjadinya anyang-anyangan yang diakibatkan oleh infeksi bakteri E. coli penyebab ISK.
Namun, minum air putih saja tidak cukup
Seperti yang Anda ketahui, anyang-anyangan merupakan tanda awal dari ISK. Agar gejalanya tak makin memburuk, Anda masih bisa mencegahnya.
Air putih memang dapat mengatasi sensasi anyang-anyangan saat buat air kecil. Namun, minum air putih saja belum cukup. Selain minum banyak air putih, Anda juga disarankan mengonsumsi ekstrak buah cranberry.
Buah cranberry diketahui memiliki kandungan polifenol yaitu Proanthocyanidin tipe-A atau tanin yang terkondensasi (mengembun). Senyawa ini mampu menghalangi bakteri yang menempel pada dinding saluran kemih.
Kerja senyawa itulah yang dapat menghindarkan Anda untuk terkena ISK.
Air putih memang dapat mengatasi anyang-anyangan, tapi ekstrak buah cranberry membantunya lebih ampuh untuk melawan infeksi pada saluran kemih yang disebabkan oleh bakteri E. coli.
Selain menghalangi bakteri untuk menempel di dinding saluran kemih, ekstrak buah cranberry juga mampu mencegah bakteri tersebut berkembang biak. Dengan begitu, kemungkinan infeksi pun dapat dihindarkan.
Apabila infeksi terhindar, kesehatan kandung kemih Anda juga jadi lebih terjaga.
Cobalah untuk mengimbangi air putih dengan makan buah cranberry. Anda kini juga dapat menemukan, ekstrak buah cranberry dalam bentuk suplemen.
Tak hanya mengatasi anyang-anyangan, keduanya membantu membersihkan saluran kemih secara optimal.
Kabartangsel.com
Jabodetabek7 hari agoHilal Tak Terlihat di Masjid Hasyim Asy’ari, Puasa Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026
Bisnis6 hari agoAllianz Group Investors Indonesia Berbagi Tips Investasi yang Relevan di 2026
Bisnis6 hari agoProgram Mudik Gratis BUMN 2026, BUMN akan Berangkatkan lebih dari 100 Ribu Pemudik
Nasional7 hari agoMuhammadiyah Puasa Ramadan 1447 H Mulai Hari Rabu Tanggal 18 Februari 2026
Nasional7 hari agoHasil Sidang Isbat Puasa Awal Ramadhan 1447 H Kapan?
Serba-Serbi5 hari agoJadwal Imsak, Subuh, Dzuhur, Ashar, Magrib, dan Isya Bulan Ramadan 1447 H untuk Wilayah Kota Tangsel
Nasional7 hari agoLive Streaming Hasil Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H/2026 M
Nasional7 hari agoAwal Ramadan 1447 H, Pemerintah Indonesia Tetap Gunakan Sidang Isbat dan Kriteria MABIMS




















