Lifestyle
Menghadapi Amarah Anak, Bagaimana Caranya?

Terkadang, menenangkan amarah yang muncul dari anak-anak lebih sulit. Perkembangan emosional anak yang belum stabil membuat mereka lebih sensitif pada persoalan kecil, sehingga sesuatu yang Anda anggap sepele bisa saja menjadi hal yang membuat suasana hati mereka memburuk. Lantas, bagaimana cara menghadapi anak yang mengeluarkan ledakan amarah?
Tips menghadapi ledakan amarah anak

Meski sudah melakukan berbagai pencegahan, tak ada yang bisa menjamin bahwa si kecil akan terus berada pada suasana hati yang baik. Begitu terjadi, tak sedikit orangtua yang kewalahan saat menangani ledakan amarah anak.
Sebenarnya, agar respons terhadap perilaku agresif anak dapat menjadi efektif, orangtua perlu tahu pemicu amarah anak. Bisa jadi, ledakan tersebut terjadi saat gagalnya ia mendapatkan sesuatu, saat anak merasa diabaikan, atau saat mereka merasa tak percaya diri.
Namun, kerap kali anak juga butuh waktu untuk meluapkan perasaannya sebelum Anda mencoba mengetahui alasannya. Oleh karena itu, berikut adalah langkah pertama yang bisa Anda lakukan untuk menghadapinya.
1. Tetap tenang


Wajar jika Anda merasa frustrasi dan ikut kesal saat melihat perilaku anak yang mendadak jadi agresif tanpa Anda ketahui sebabnya, tapi bukan berarti Anda bisa membalas dengan memarahi si kecil. Memarahi anak malah akan membuatnya semakin di luar kendali dan memperburuk amarahnya.
Maka dari itu, hal pertama yang harus Anda lakukan sebelum mulai menghadapi amarah anak adalah mendinginkan kepala dan mengatur emosi agar tetap tenang. Dengan demikian, akan lebih mudah bagi Anda untuk memikirkan solusinya.
2. Tawarkan sesuatu untuk meredakan emosinya
Cara yang satu ini akan lebih tepat dilakukan setelah amarahnya mulai berkurang. Coba tawarkan sesuatu seperti minuman untuk anak atau camilan kesukaan yang sekiranya bisa membantu membuatnya lebih tenang.
Ingatlah bahwa Anda hanya akan melakukannya untuk meredakan emosi si kecil. Hindari memberi iming-iming menuruti semua kemauannya jika anak berhenti marah-marahnya karena bisa mendorong anak meneruskan kebiasaan tersebut.
3. Abaikan
Ada kalanya anak menunjukkan perilaku agresif untuk meminta perhatian Anda atau mendapatkan sesuatu yang ia inginkan. Jika sudah begini, mengabaikannya adalah salah satu tindakan yang tepat.
Bukan karena Anda tak peduli pada si kecil, mengabaikan amarahnya berarti Anda tidak menyetujui perilakunya. Melalui tindakan ini, secara tak langsung Anda memberi tahu anak bahwa tindakannya tak seharusnya dilakukan. Amarah juga bukan cara yang efektif untuk membuat Anda menuruti keinginannya.
4. Alihkan amarah anak pada hal lain


Terkadang perilaku agresif juga disertai dengan tindakan seperti melempar atau menendang barang yang ada di sekitarnya. Agar tak terus berlanjut, lebih baik ajak anak untuk melampiaskannya dengan kegiatan yang lebih positif seperti bermain bola.
Anda juga bisa mengajak anak melakukan aktivitas lain seperti menggambar. Dari sebuah penelitian, terapi seni terbukti menjadi cara yang efektif untuk mengurangi tingkat kemarahan anak.
Bila sudah mulai besar, ajari anak untuk menumpahkan kekesalannya lewat kata-kata. Berbicara akan membantu anak dalam mengendalikan emosi dan membuat Anda jadi lebih memahami perasaannya. Bimbing anak untuk utarakan hal-hal yang memnbuatnya marah.
5. Beri afeksi untuk anak
Semua orang pasti ingin perasaannya dihargai, begitu pun anak Anda. Bila anak telah bersedia untuk menceritakan keluh kesahnya, dengarkan baik-baik dan tawarkan bantuan atau tindakan apa yang bisa membantu membuatnya merasa lebih baik.
Ketika sudah mereda, peluklah anak dan usap lembut di punggungnya. Terkadang, mereka hanya membutuhkan kehangatan dan kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya.
Kepribadian setiap anak berbeda dan terkadang butuh perhatian yang khusus untuk menghadapi masa di mana ledakan amarah tak tertahankan. Namun, Anda tak perlu ambil hati bila suasana hatinya tak kunjung membaik. Anak pun perlu ruang untuk meluapkan seluruh perasaannya.
Jika ledakan amarah atau sikap agresif anak sudah sering terjadi dan sulit dikendalikan, Anda bisa mengonsultasikannya pada psikolog untuk mendapatkan solusi bersama terbaik.
Kabartangsel.com
Bisnis5 hari agoWarnaGo Resmi Hadir di Tangerang, Usung Konsep One-Stop Solution Cat Premium
Banten5 hari agoPeringati Milad ke-6 dan HPN 2026, JMSI Banten Gelar Aksi Sosial dan Lingkungan
Jabodetabek4 hari agoIDWX Hadirkan Jam Tangan Tag Heuer Original untuk Pecinta Jam Mewah di Jakarta
Bisnis4 hari agoAle-Ale Rasa Buah Nanas: Juicy Nanasnya, Segarnya Juara
Pemerintahan4 hari agoBenyamin Davnie Pastikan Tumpukan Sampah di Tangsel Sudah Teratasi
Jabodetabek4 hari agoBedah Akuntabilitas BUMN Pasca Danantara, Akademisi UIN Jakarta Fathudin Kalimas Raih Doktor di UI
Pemerintahan4 hari agoPemkot Tangsel Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Korupsi Lewat Program Keluarga Berintegritas
Pemerintahan4 hari agoPilar Saga Ichsan Hadiri Puncak HPN 2026 di Banten: Perkuat Peran Pers Hadapi Tantangan Era Digital dan AI



























