Lifestyle
Dampak Stroke pada Anak, Apakah Bisa Sembuh?

Tidak hanya pada orang tua, stroke bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Mimpi buruk ini membuat orangtua bertanya-tanya, apa dampak dari stroke ini pada anak mereka dan adakah kesempatan untuk sembuh? Coba simak jawabannya di bawah ini.
Mengenal stroke dan dampak yang mungkin terjadi pada anak

Masalah kesehatan ini terbilang jarang terjadi pada anak-anak. Namun ini saatnya Anda mengetahui soal dampak dari stroke dan pengelolaan gaya hidup pada anak.
Stroke adalah kondisi ketika suplai darah ke otak terhambat atau terhenti. Biasanya terdapat dua tipe stroke, yaitu:
- Stroke iskemik: disebabkan aliran darah tidak cukup ke otak
- Stroke pendarahan atau hemorrhagic: adanya perdarahan di otak
Jika pembuluh darah di otak terluka, jaringan otak dan sekitarnya pun kehilangan suplai darah dan mungkin mengalami cedera. Bila sudah demikian, anak membutuhkan perawatan jangka panjang, tetapi tergantung dari kondisi masing-masing anak.
Namun, ada kondisi ketika anak-anak hanya mengalami serangan iskemik sementara atau Transient Ischaemic Attacks (TIA). Serangan ini terjadi saat suplai darah di otak terganggu hanya dalam waktu singkat. Gejala ini hanya berlangsung beberpa menit atau jam saja, dan sepenuhnya menghilang. Biasanya dalam waktu 24 jam.
Pada orang dewasa, serangan iskemik sementara tidak menyebabkan kerusakan permanen pada otak. Sementara itu, serangan yang terjadi pada anak-anak, biasanya mereka mengalami cedera otak, tetapi tidak ada gejala yang menyertainya.


Ketika anak mengalami stroke, orangtua tentu mencemaskan bagaimana dampak ke depan pada anak? Dampak stroke pada anak mungkin tidak begitu terlihat ketika anak masih sangat muda, terutama pada tahap awal perkembangan. Namun, ada beberapa gejala stroke pada anak yang dapat diidentifikasi, seperti berikut ini.
- lemah atau mati rasa pada satu sisi tubuh
- cadel atau kesulitan saat berbicara
- sulit menyeimbangkan tubuh ketika berjalan
- masalah penglihatan, seperti penglihatan kabur atau penglihatan ganda
- lesu dan mengantuk tiba-tiba
- kejang
- daya ingat lemah
- perubahan suasana hati atau sikap
Jika ditemukan gejala seperti di atas, ada baiknya orangtua segera memeriksakan anak ke dokter. Dokter akan mendiagnosis kondisi anak dengan beragam tes untuk mengetahui apakah ia mengalami stroke atau masalah kesehatan yang lain.
Stroke merupakan salah satu kerusakan otak, yang mungkin dapat menimbulkan beberapa dampak ke depannya, seperti:
- cerebal palsy
- terhambatnya perkembangan kognitif dan pembelajarannya
- paralysis atau lemahnya tubuh pada satu sisi
- kesulitan berkomunikasi
- gangguan pada penglihatan
- gangguan psikologis
Kondisi anak yang mengalami stroke perlu mendapatkan perawatan khusus sesuai dengan rekomendasi dokter. Terutama untuk mengelola gaya hidup dan dampak stroke pada anak.
Apakah anak bisa sembuh dari stroke?


Setelah orangtua mengetahui kondisi dan dampak yang mungkin terjadi pada anak, banyak yang berharap akan kesembuhan anak dari stroke. Kesembuhan merupakan bagian dari rangkaian proses perawatan dan pengelolaan yang perlu dijalani si kecil.
Pada tahap awal stroke, anak membutuhkan perawatan untuk mengatasi stroke yang mendukung kelancaran aliran darah. Perawatan tersebut berupa:
1. Pengobatan
Pemberian aspirin atau obat pengencer darah (antikoagulasi), serta vitamin khusus. Jika anak mengalami penyakit sel sabit dan stroke, bisa diterapi dengan pengobatan hydroxyurea atau transfusi.
2. Intervensi neuroradiologi
Prosedur ini dilakukan dengan menempatkan kateter pada pembuluh darah yang abnormal. Kateter juga digunakan untuk mengatasi gumpalan darah pada pembuluh darah, serta bantu mengembalikan aliran darah ke otak.
3. Pembedahan
Operasi ini dibutuhkan tergantung dari kondisi anak yang mengalami stroke. Salah satunya, ketika terjadi pembengkakan otak yang parah.


Bicara soal kesembuhan, tergantung dari kondisi stroke anak. Karena lokasi stroke pada otak bisa menyebabkan beragam dampak yang sebelumnya sudah disebutkan.
Secara keseluruhan, otak anak yang dalam masa pertumbuhan memiliki peluang yang lebih baik untuk pulih dari stroke, dibandingkan stroke pada orang dewasa. Orangtua wajib tahu, diagnosis dan pengobatan yang lebih awal dapat mengurangi risiko dan dampak stroke berkepanjangan pada anak. Jadi, masih ada kemungkinan anak pulih dari masalah kesehatan ini.
Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.
Kabartangsel.com
Techno3 hari agoTangsel ONE: Tangerang Selatan One System
Pemerintahan3 hari agoPemerintah Kota Tangerang Selatan Luncurkan Tangsel One dan Asisten Virtual Helita
Pemerintahan6 hari agoTangsel Raih Peringkat 3 Nasional Kota Berkinerja Tinggi, Benyamin Davnie: Momentum Perkuat Pelayanan Publik
Kampus4 hari agoGelar Pertemuan dengan Duta Besar Türkiye, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Buka Peluang MoU Perkuat Kerja Sama Internasional Antar Kedua Negara
Pemerintahan4 hari agoPemkot Tangsel Matangkan SPMB 2026/2027, Deden Deni: Persiapan Sudah Kami Lakukan Menyeluruh
Pemerintahan6 hari agoPeringatan Hari OTDA ke-XXX Tahun 2026, Tangsel Raih Peringkat 3 Nasional Kota Berkinerja Tinggi dari Kemendagri
Pemerintahan6 hari agoHari Otonomi Daerah ke-30, Pilar Saga Ichsan Tekankan 6 Agenda Strategis dan Kolaborasi Antarwilayah
Pamulang4 hari agoSerah Terima Aset Rampung, Pilar Saga Ichsan Pastikan Jalan dan Drainase Villa Dago Pamulang Segera Diperbaiki


























