Connect with us

Lifestyle

Apraksia, Kondisi Ketika Anak Susah Bicara dan Cara Menanganinya

Salah satu penyebab anak susah bicara dengan lancar adalah apraksia. Anak yang lahir dengan kondisi ini, akan kesulitan menggerakan otot-otot di wajah sehingga keterampilan berbicaranya jadi terganggu. Lantas, bagaimana agar apraksia dapat dideteksi lebih dini dan cara menanganinya?

Mendeteksi anak susah bicara karena apraksia lebih dini

Apraxia atau apraksia adalah gangguan neurologis yang memengaruhi kemampuan untuk mengendalikan gerakan. Kondisi ini terjadi akibat adanya cedera atau kelainan pada lobus parietal di otak.

Selain sulit menggerakkan wajah, kaki, dan tangan, anak dengan kondisi ini sering kali susah berkomunikasi.

Ini bukan terjadi karena otot di sekitar mulut melemah, melainkan otak mengalami kesulitan untuk mengarahkan dan mengoordinasikan gerakan otot.

Advertisement

Kunci untuk mendeteksi anak susah bicara terkait apraksia adalah mengenali tanda dan gejalanya.

Beberapa tanda dan gejala apraksia yang memengaruhi kemampuan bicara anak, antara lain:

  • Saat masih kecil, anak tidak aktif mengoceh atau mengeluarkan suara teriakan, tertawa, dan lain sebagainya.
  • Anak terlambat mengucapkan kata pertamanya, yaitu dalam usia 12 hingga 18 bulan.
  • Anak kesulitan untuk membentuk kalimat sepanjang waktu. Bahkan sulit untuk membalas apa yang diucapkan orang lain.
  • Anak susah untuk mengunyah atau menelan.
  • Anak sering kali mengulang kata-kata yang diucapkannya atau sebaliknya. Tidak bisa mengulang kata yang sama untuk kedua atau ketiga kalinya, misalnya “buku” menjadi “kuku”.
  • Ketika mengucapkan satu kata, akan sangat sulit berpindah ke kata yang lain.

Jika Anda melihat adanya tanda atau gejala sulit bicara tersebut pada anak, segera konsultasi ke dokter.

Dokter dan ahli wicara akan meminta anak untuk menjalani beberapa tes kesehatan seperti, tes pendengaran, tes evaluasi berbicara, dan tes penilaian gerakan otot mulut dan ekspresi wajah.

Mengatasi kesulitan bicara pada anak karena apraksia

Advertisement

Anak yang susah bicara akibat apraksia harus dideteksi dan ditangani lebih cepat. Tujuannya, agar anak bisa berbicara, membaca, dan menjalin hubungan sosial yang baik dengan orang lain.

Jika tidak, kondisi tersebut bisa membuat anak jadi hipersensitif dan kesulitan mengikuti pelajaran.

Beberapa penanganan kesulitan bicara karena apraksia yang bisa diikuti anak, antara lain:

1. Terapi wicara

Anak dengan apraksia biasanya akan mengikuti terapi fisik untuk meningkatkan gerak tubuhnya.

Advertisement

Tak hanya itu, ia biasanya juga akan mengikuti terapi wicara. Ini dilakukan agar kemampuan anak dalam berkomunikasi menjadi lebih baik.

Pada kasus parah, terapi ini bisa dilakukan sebanyak 3 hingga 5 kali seminggu. Jika ada peningkatan, jadwal terapi akan dikurangi.

Berbagai kegiatan terapi wicara untuk membantu anak yang susah bicara terkait apraksia, antara lain:

  • Latihan untuk mengucapkan kata atau frasa tertentu berkali-kali selama sesi terapi.
  • Latihan untuk menggerakkan mulut dan mengeluarkan bunyi-bunyian, misalnya meniru suara hewan, mobil, atau benda-benda di sekitar.
  • Latihan merangkai dan mengucapkan kalimat lewat percakapan.

2. Latihan berbicara di rumah

Selain dengan terapis, orangtua berperan penting untuk meningkatkan kemampuan anak dalam berbicara.

Jadi, orangtua harus aktif untuk mendorong anak lebih banyak berbicara lewat kegiatan seperti mengobrol (tanya jawab kegiatan sehari-hari), menyanyi bersama, atau membaca buku.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Hukum2 hari ago

Dorong Generasi Muda Bijak dan Aman di Era Digital, Polres Tangsel Bekali Pelajar dengan Pemahaman AI

Nasional2 hari ago

Wapres Gibran Minta Nakes RSUD Arosuka Solok Tangani Korban Bencana hingga Pulih dan Antisipasi Penyakit Pascabencana

Techno3 hari ago

Google Chrome Tidak Bisa Dibuka? Ini Cara Mengatasinya

Sport4 hari ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Pemerintahan5 hari ago

Kadiskominfo Tangsel Tubagus Asep Nurdin Raih Radar Banten Awards 2026 lewat Inovasi Tangsel One

Bisnis5 hari ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Banten6 hari ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport1 minggu ago

Persijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1

Sport1 minggu ago

Hasil Borneo FC vs Bali United 1-0 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Banten1 minggu ago

Hasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Tangerang Selatan1 minggu ago

PMI Tangsel Salurkan 16.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kelurahan Keranggan

Nasional1 minggu ago

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana di Indonesia

Sport1 minggu ago

Hasil PSM Makassar vs Persita Tangerang 2-2 di Pekan Ketiga BRI Super League 2026/27

Sport1 minggu ago

Hasil Pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Unggul 1-0 di Babak Pertama

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 19 September: Persebaya vs Garudayaksa FC, PSM Makassar vs Persita, Bhayangkara FC vs Isenmulang Kalteng FC, dan Persija Jakarta vs Java United FC

Pemerintahan1 minggu ago

58 Daerah Tertarik Replikasi, Tangsel Siapkan Penandatanganan Kerja Sama Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport2 minggu ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Banten2 minggu ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Nasional2 minggu ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Nasional2 minggu ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Sport1 minggu ago

Klasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026

Politik2 minggu ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Obituari2 minggu ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Nasional2 minggu ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Tangerang Selatan2 minggu ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional2 minggu ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Sport1 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib

Nasional2 minggu ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Sport1 minggu ago

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Populer