Connect with us

Lifestyle

Bolehkah Menampar Anak untuk Mendisiplinkannya? Ini Kata Para Ahli

Selain merawat dan menyayangi buah hati, orangtua juga perlu mendisiplinkan anak. Pasalnya, anak-anak sering kali membuat kesalahan dengan menunjukkan perilaku yang nakal. Misalnya, malas mengerjakan pr, tidak mau makan, atau bermain tidak ingat waktu. Selain memberi nasihat, orangtua bisa saja menampar anak pada situasi tertentu. Namun, bolehkah cara seperti ini diterapkan untuk mendisiplinkan anak? Yuk, dengar penjelasan para ahli berikut ini.

Kata ahli tentang orangtua yang menampar anak

Mendidik anak menjadi tantangan besar bagi orangtua. Ketika anak melakukan kesalahan, hukuman fisik sering kali dijadikan cara untuk mendisiplinkan anak. Tidak hanya memukul dengan tangan atau benda saja, menampar pun masuk dalam bentuk hukuman fisik. Begitu juga dengan menggigit atau melempar suatu benda ke tubuh anak.

Mendisiplinkan dengan memberikan hukuman fisik seperti ini, biasanya diterapkan ketika kesalahan yang dilakukan oleh anak sudah melewati batas toleransi atau dilakukan berulang kali. Namun, bisa juga diterapkan pada orangtua yang memang menganut hukuman fisik sebagai cara untuk mendidik anak. Namun, bolehkah sesekali menampar anak ketika ia sangat nakal?

Dalam laporan yang diterbitkan di Journal of Pediatric Health Care, Michelle Knox, seorang dosen psikiatri di Toledo University, memaparkan pendapatnya. Knox menjelaskan bahwa memukul atau memberikan hukuman fisik adalah langkah awal yang bisa membuat seseorang melakukan pelecehan atau kekerasan pada anak.

Advertisement

Jika orangtua melakukan hukuman fisik setiap kali ingin mendisiplinkan anak, siklus ini akan terus terjadi. Orangtua akan terbiasa melakukan tindakan ini dengan harapan anak akan jera dan tidak mengulangi kesalahan. Semakin hari, bentuk hukuman akan semakin meningkat dan tanpa disadari bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan anak.

Dampak negatif menampar atau memukul anak

Memberikan tamparan atau pemukulan yang bisa melukai anak, termasuk dalam tindakan kekerasan. Selain luka pada tubuh, tindakan ini untuk bisa menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan mentalnya. Dampak negatif yang ditimbulkan jika Anda menerapkan metode ini untuk mendisiplinkan anak, antara lain:

1. Rusaknya hubungan anak dan orangtua

Menampar atau memukul anak mungkin menghentikan perilaku buruk yang dilakukan anak. Namun, dalam jangka panjang bisa merusak hubungan yang Anda jalin dengan anak. Semakin sering orangtua melakukan hukuman tersebut, anak akan semakin sulit diberi tahu bahkan menentang Anda.

Advertisement

2. Masalah emosional dan kejiwaan

Studi menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan kekerasan, cenderung memiliki masalah dalam mengekspresikan emosinya. Mereka akan lebih mudah marah, bersikap kasar, merasa depresi, lebih mudah gelisah, bahkan menyalahgunakan obat-obatan terlarang sebagai cara untuk menenangkan diri.

3. Mengajarkan anak untuk melakukan hal yang sama

Orangtua adalah panutan bagi anak-anaknya. Apa pun yang dilakukan orangtua, biasanya juga akan dilakukan anak di kemudian hari. Anak akan menganggap bahwa tindakan kekerasan tersebut adalah cara untuk menyelesaikan masalah.

Jika orangtua terbiasa menampar atau memukul sebagai cara mendisiplinkan anak, di kemudian hari anak juga akan melakukan hal yang sama. Baik itu pada teman, orang lain, atau buah hatinya ketika ia berkeluarga nanti.

Lalu, orangtua harus bagaimana?

cara mendidik anak agar mandiri dan berani

Kenakalan yang dilakukan anak memang menguji kesabaran Anda. Namun, Anda tidak boleh sekalipun melakukan kekerasan untuk membuatnya jera. Dibanding memukul atau menampar anak, ada banyak cara lainnya yang bisa Anda lakukan untuk menghukum anak. Contohnya, memotong uang sakunya, memintanya melakukan pekerjaan rumah, atau hukuman lain yang lebih positif.

Advertisement

Meski hampir semua orangtua setuju jika memukul atau menampar anak tidak boleh dilakukan, sebagian dari mereka tetap kelepasan dan melakukannya. Terutama ketika orangtua merasa sangat marah.

Untuk mengatasi hal ini, yang Anda perlukan adalah mengendalikan amarah dan menerapkan metode time out. Ini merupakan cara mendisiplinkan anak dengan memberi anak ruang dan waktu untuk merenungkan kesalahan supaya tidak melakukan hal sama di lain waktu. Konsultasikan pada dokter atau psikolog anak jika Anda masih kesulitan untuk mendisiplinkan anak.

Kabartangsel.com

Source

Advertisement
Sport2 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Minggu 18 Oktober 2026: Persebaya vs PSS Sleman, Persib vs Persik

Sport14 jam ago

Hasil Akhir Persita vs Persija Skor 3-2, Macan Kemayoran Kalah Perdana

Sport17 jam ago

Kekalahan Perdana Persija Jakarta di BRI Super League 2026-2027, Persita Menang Dramatis 3-2

Sport19 jam ago

Dramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2

Sport21 jam ago

Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Imbang 1-1 di Babak Pertama

Sport1 hari ago

Persita Tangerang vs Persija Jakarta: Jadwal, Prediksi Skor, dan Head to Head di BRI Super League 2026/27

Sport1 hari ago

Jadwal BRI Super League Hari Ini, Sabtu 17 Oktober 2026: Garudayaksa FC vs Arema FC dan Persita vs Persija Jakarta

Nasional2 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Nasional2 hari ago

Grand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

Nasional3 hari ago

Reshuffle Kabinet: Prabowo Subianto Lantik 4 Wamen, Kepala BNPB, dan Pimpinan BPGMN

Sport4 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport4 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport4 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport4 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport4 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport2 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport2 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport2 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport2 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional2 minggu ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport3 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional3 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis3 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Sport3 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis3 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis3 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis3 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis3 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis3 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis3 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis3 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Nasional3 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional2 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Populer