Lifestyle
Bukan Sekadar Rempah, Simak 6 Manfaat Lada Hitam Bagi Tubuh

Selain cabai, lada hitam sering digunakan untuk menambahkan rasa pedas pada makan. Ternyata selain meningkatkan rasa makanan, rempah ini juga mengandung berbagai senyawa aktif yang menyehatkan tubuh. Memangnya, apa saja manfaat lada hitam untuk kesehatan? Yuk, simak lebih jelas manfaatnya berikut ini.
Sekilas mengenai lada hitam
Lada hitam berasal dari tanaman dengan nama latin Piper nigrum. Bentuknya bulat kecil dan bila dimakan akan terasa pahit, panas, dan pedas di mulut.
Biasanya, bumbu dapur ini digunakan untuk menggantikan cabai atau ditambahkan agar makanan jadi terasa pedas.
Berdasarkan data Nutrition Value, lada hitam mengandung berbagai nutrisi seperti vitamin A, B, dan K serta mineral penting, meliputi kalium, kalsium, tembaga, zat besi, dan mangan.
Manfaat lada hitam untuk kesehatan
Nah, dari nutrisi tersebut dapat disimpulkan bahwa mengomsumsi lada hitam dapat memberikan manfaat pada kesehatan. Berikut khasiat lada menurut studi pada jurnal Critical Reviews in Food Science and Nutrition, seperti:
1. Berpotensi mengurangi peradangan

Peradangan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh mencoba melawan penyakit.
Kondisi ini biasanya muncul secara alami, terutama saat Anda terluka. Dengan adanya peradangan, tubuh akan mencoba memperbarui sel sehingga Anda jadi cepat pulih.
Sayangnya, ada peradangan yang terjadi dalam jangka panjang. Peradangan seperti ini dapat memicu berkembangnya penyakit rheumatoid arthritis, penyakit Alzheimer, dan penyakit Parkinson.
Studi menunjukkan bahwa lada hitam memiliki senyawa aktif yang bersifat antiinflamasi (antiradang). Caranya, dengan menghambat produksi enzim tertentu yang menyebabkan peradangan di tubuh.
2. Membantu melawan radikal bebas


Lada hitam mengandung antioksidan yang memberi manfaat pada tubuh dalam melawan radikal bebas.
Pada studi ini diketahui bahwa ada aktivitas antioksidan piperine pada lada hitam, yang menghambat kerja radikal bebas.
Radikal bebas adalah molekul yang dapat merusak sel, protein, dan DNA sehingga menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti kanker, penuaan dini, dan aterosklerosis.
Anda bisa terpapar radikal bebas dari berbagai sumber, seperti polusi, asap rokok, sinar matahari, dan bahan kimia pabrik.
3. Berpotensi melawan infeksi bakteri


Infeksi pada tubuh tidak hanya disebabkan oleh virus maupun jamur, tapi juga bakteri. Nah, lada hitam menjadi salah satu rempah yang memiliki manfaat untuk menghentikan pertumbuhan bakteri tertentu.
Studi menemukan bahwa ekstrak lada hitam dapat menghambat penyebaran bakteri Staphylococcus, Bacillus dan Streptococcus.
Bakteri tersebut jika menginfeksi tubuh dapat menyebabkan sepsis (infeksi bakteri dalam darah), impetigo (infeksi bakteri pada folikel kulit), radang tenggorokan, dan meningitis.
Sifat antibakteri dari lada hitam ini juga bisa digunakan pada makanan agar tidak mudah membusuk.
4. Meningkatkan sistem pencernaan


Pada pengobatan tradisional, lada hitam digunakan untuk mengobati masalah pencernaan.
Senyawa piperine yang terkandung pada lada hitam dapat membantu produksi enzim dan meningkatkan penyerapan nutrisi kalium, selenium, vitamin B, beta-karoten, dan ion metionin di usus.
Manfaat lada hitam tidak itu saja, bahan aktifnya juga dapat melindungi selaput usus dari stres oksidasi dan hasil sekresi lambung.
5. Menjaga kesehatan otak


Otak adalah sistem saraf pusat yang mengatur semua kinerja tubuh. Semakin bertambah tua usia seseorang atau adanya masalah membuat fungsi otak jadi menurun.
Diketahui bahwa senyawa aktif piperine pada lada hitam memiliki efek tidak jauh berbeda dengan antidepresan, yakni dapat mengurangi stres.
Selain antioksidan yang terkandung pada lada hitam juga membantu fungsi otak jadi lebih baik.
6. Berpotensi mencegah kanker


Manfaat lada hitam selanjutnya yaitu memiliki potensi untuk mencegah kanker. Kanker adalah kondisi sel abnormal yang dapat menyerang sel maupun jaringan yang ada di dalam tubuh.
Senyawa piperine pada lada hitam diketahui memiliki sifat antikanker. Piperine dapat mengendalikan protein tertentu yang bertugas mengatur siklus sel di tubuh agar tetap sehat.
Kemudian, senyawa ini juga melindungi usus besar dari pertumbuhan sel kanker dengan mengurangi aktivitas β-glucuronidase dan mucinase, yakni enzim di saluran pencernaan.
Kabartangsel.com
Pemerintahan6 hari agoApel dan Halalbihalal, Benyamin Davnie Tekankan Kebersihan Lingkungan hingga Efisiensi Anggaran di Tangsel
Internasional7 hari agoPraka Farizal Rhomadhon Prajurit TNI Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL Gugur di Lebanon
Nasional7 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Gelar Halalbihalal Bersama Keluarga Besar Setwapres
Banten6 hari agoLiga 4 Piala Gubernur Banten 2026 Diikuti 14 Klub
Bisnis7 hari agoLG Electronics Indonesia Rilis Mesin Cuci AI Kapasitas Besar, WashTower dan Top Loading Hingga 25 Kg
Bisnis7 hari agoHerbalife Family Foundation Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rp585 Juta untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Sumatra
Hukum7 hari agoBhabinkamtibmas Pantau Penyaluran Bantuan Pangan Bulog di Rawabuntu
Infografis6 hari agoDolar AS Hari Ini Tembus Rp17.018, Nilai Tukar Rupiah Melemah Awal April 2026

























