Komunitas
Dompet Dhuafa Berikan Santunan Kepada 435 Penggali Makam di Wilayah Jabodetabek

Usia pria itu sudah sepuh, 74 tahun. Namun, usia tak membuat staminanya menurun. Setiap hari ia bertugas membersihkan pemakaman. Rumput-rumput yang tumbuh di atas makam ia bersihkan agar makam tetap terlihat bersih.
Pria itu bernama Abdul Hamid. Sudah 14 tahun ia bertugas menjadi penggali dan pembersih makam di Pemakaman Pisangan, Ciputat, Tangerang Selatan. Upah yang tak seberapa tak menjadikan Abdul bermalas-malasan untuk mengurusi makam.
Mulai pukul 06.30 Abdul sudah harus keluar rumah menuju makam yang menjadi tumpuan penghidupannnya. Biaya hidup yang semakin melejit menjadi cambuk bagi semangat pria paruh baya ini. “Upah dari gali makam mah nggak seberapa karena keluarga jenazah memberikan upah seikhlasnya saja,” katanya , Kamis (24/7).
Abdul tak pernah menarifkan jasanya untuk menggali makam. Ia bekerja menggali makam berdasarkan keikhlasannya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan tenaganya. Seringkali Abdul diberi upah sebesar Rp 100.000. Namun upah tersebut harus dibaginya kepada tiga penggali makam lain.
Meski dengan hasil yang pas-pasan, Abdul Hamid tetap merasa bersyukur atas nikmat sehat yang selalu diberikan Allah untuknya. Abdul hanya berharap nikmat sehat selalu dilimpahkan kepadanya agar dapat tetap bekerja. Pernah sekali waktu kesehatan Abdul menurun sehingga tak dapat membersihkan makam, namun muncul protes dari keluarga yang berziarah karena makam terlihat kotor. “Saya cuma berharap Allah ngasih saya kesehatan terus biar bisa bersihin dan gali makam,” ujarnya.
Abdul adalah satu dari 435 penggali makam di wilayah Jabodetabek yang mendapatkan santunan dari Dompet Dhuafa menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Siang itu, Abdul bersama 40 penggali makam di kawasan Ciputat mendapatkan santunan langsung. Masing-masing mendapatkan santunan Rp 500.000.
“Dompet Dhuafa melalui divisi Badan Pemulasaran Jenazah (Barzah) berinisiatif untuk memberi santunan kepada para penggali makam agar mereka dapat menikmati indahnya Hari Raya Idul Fitri,” ujar Hasanudin, Koordinator Barzah Dompet Dhuafa.
Santunan diberikan sebagai bentuk apresiasi Dompet Dhuafa terhadap penggali makam. “Mereka khususnya yang tidak memiliki pekerjaan sampingan, tak memiliki uang yang cukup untuk merayakan lebaran,” kata Hasanudin.
Menggali makam merupakan salah satu pekerjaan yang berat. Selain itu, pekerjaan tersebut tidak memiliki penghasilan yang menentu. Dompet Dhuafa berharap dengan diberikannya santunan, para penggali makam memiliki sedikit uang untuk merasakan kemeriahan lebaran barang sejenak. Sejatinya, para penggali makam adalah orang yang juga patut mendapat perhatian.
Bisnis4 hari agoSiloam Hadirkan Layanan Siaga Jantung 24/7, Tekankan Prinsip “Time is Muscle”
Banten4 hari agoImron Rosadi Apresiasi RBM, Siap Sinergikan Program dengan Pemprov Banten
Bisnis4 hari agoIndonesia Miner 2026 Hadir Lebih Inovatif, Dihadiri 1.800 Delegasi dari Berbagai Negara
Bisnis4 hari agoIchitan Luncurkan Program QR Berhadiah, Konsumen Bisa Menang iPhone hingga Mobil
Bisnis4 hari agoAAM Investment Luncurkan Daging Sapi Premium
Bisnis4 hari agoWatsons 5.5 Ultimate Sale: Diskon hingga 70% + Voucher Rp80 Ribu, Buruan Serbu!
Bisnis4 hari agoNonton Summer Movies Makin Seamless: blu by BCA Digital & CGV Hadirkan Pengalaman Praktis Tanpa Ribet
Nasional4 hari agoHutama Karya Rampungkan Modernisasi Irigasi di Lumbung Padi Terbesar Indonesia





















