Connect with us

Nasional

Elektabilitas Prabowo Stagnan, Kata Hasto Karena Joged di Debat

Kabartangsel.com, JAKARTA – Elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno terbilang berjalan stagnan di kisaran 30 persen. Tak ada pergerakan signifikan mendekati pasangan petahana. Terbaru survei dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pun hanya menghasilkan 31,0 persen.

Terkait itu, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menduga stagnansi elektabilitas Prabowo dikarenakan kurang banyak menyampaikan gagasan ke publik.

Hasto pun menyinggung soal aksi joged-joged Prabowo saat debat perdana digelar 17 Januari lalu. Seharusnya momen debat digunakan mantan Danjen Kopassus itu untuk penyampaian program. Bukan malah menyajikan gimmick seperti itu.

Advertisement

“Mungkin karena debat yang seharusnya menyampaikan gagasan tapi sebaliknya hanyalah menari,” kata Hasto di Rumah Gorga Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (31/1).

Di tempat sama, Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat menilai stagnansi elektabilitas Prabowo terjadi karena kepuasaan rakyat terhadap Presiden Joko Widodo. Djarot menilai Jokowi telah berhasil melakukan revolusi birokrasi, bahkan semenjak masih menjadi Gubernur DKI Jakarta.

“Ternyata di Jakarta itu perilaku birokrasi berubah. Dengan blusukan itu sehingga antara pemimpin menjadi dekat dengan rakyat. Itu revolusi betul menurut saya,” sambung Djarot.

Djarot menerangkan, keberhasilan Jokowi itu sudah dirasakannya sendiri. Sebagai orang yang sudah berkecimpung di politik sejak lama, baru di era Jokowi birokrasi berjalan tidak kaku. Pemimpinnya pun dekat dengan masyarakat.

Advertisement

“Saya ini pernah menjadi Walikota 10 tahun, pernah melihat pemerintah zaman Orde Baru, sejak zaman SBY juga seperti itu ya itu kaku, begitu Jokowi melakukan dobrakan luar biasa,” pungkasnya.

(JPC)

Source

Advertisement

Populer