Pada tanggal 23 dan 25 September, Energy Industries Council (EIC), asosiasi perdagangan terkemuka untuk perusahaan yang memasok barang dan jasa ke industri energi di seluruh dunia, akan mengadakan rapat di London dan Aberdeen dengan perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia dari berbagai sektor energi dan berbagai skala, bekerja sama dengan Department for International Trade (DIT) dan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta.
Selama pertemuan para delegasi, termasuk perusahaan milik negara PT PLN (Perusahaan Listrik Nasional) dan kontraktor EPC PT PP Energi, akan membahas industri energi Indonesia termasuk bagaimana agar perusahaan-perusahaan Inggris dapat mengekspor produk dan layanan mereka, di samping temuan-temuan utama dalam laporan yang baru-baru ini diterbitkan, ‘Indonesia Renewable Energy Business Opportunities’, yang diterbitkan oleh Foreign & Commonwealth Office.
Indonesia adalah negara terpadat ke-4 dan menurut PwC akan menjadi ekonomi terbesar ke-4 di dunia pada tahun 2050. Pertumbuhan itu akan mengakibatkan peningkatan permintaan energi, yang akan menciptakan peluang baru bagi perusahaan energi terbarukan.
Indonesia dianugerahi dengan banyak dan beragam sumber daya energi terbarukan. Karena itu pemerintah telah menetapkan target ambisius untuk energi terbarukan untuk memenuhi target emisi gas rumah kaca di sektor energi dan untuk meningkatkan keamanan energi nasional. Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) menargetkan sumber daya energi terbarukan akan memasok 23% dari seluruh konsumsi energi pada tahun 2025, dan rancangan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) menargetkan 25% energi terbarukan untuk sektor listrik pada tahun 2025.
Laporan ini memberikan tinjauan tingkat tinggi tentang peluang pasar energi di Indonesia. Laporan lepas yang lebih rinci menampilkan proyek-proyek energi terbarukan komersial yang masih hidup dan tertunda serta peraturan, harga, persyaratan kontrak, metode pengadaan, pembuat keputusan utama, persyaratan konten lokal, dan mitra potensial untuk setiap jenis energi terbarukan.
Mengomentari menjelang diadakannya rapat, Joel Derbyshire, Country Director DIT untuk Indonesia, mengatakan: “Pasar energi terbarukan Indonesia sedang mengalami perubahan. Inisiatif saat ini mempercepat pasar energi terbarukan dan akan menciptakan peluang jangka menengah dan panjang. Namun, untuk mengamankan kontrak bernilai tinggi di masa depan, perusahaan-perusahaan Inggris perlu mengembangkan jaringan mereka dalam jangka pendek. Laporan baru ini bertujuan untuk memberdayakan perusahaan-perusahaan Inggris dengan pengetahuan yang mereka butuhkan untuk memasuki pasar energi Indonesia, mengembangkan hubungan di lapangan, dan mengejar proyek sebelum pasar menjadi mainstream.
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026
Nasional2 minggu ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional2 minggu agoProfil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari
Sport2 minggu agoFerry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?
Sport1 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan 1 Lengkap
Nasional2 minggu agoKH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PBNU Periode 2026-2031












