Lifestyle
Gangguan Pencernaan Ternyata Bisa Bikin Migrain

Pernahkah Anda merasa migrain saat pencernaan terganggu? Ya, perut mual, muntah, diare, atau sembelit yang parah bisa menandai adanya masalah pada sistem pencernaan. Gangguan pencernaan tersebut ternyata bisa memicu migrain, menurut penelitian. Mengapa kondisi tersebut bisa terjadi? Yuk, simak ulasannya berikut ini.
Orang dengan gangguan pencernaan berisiko migrain
Sebagian besar orang sering mengeluhkan gejala migrain saat pencernaannya terganggu. Migrain adalah jenis sakit kepala yang menimbulkan rasa berdenyut hebat pada satu sisi kepala. Rasa sakitnya muncul di sebelah sisi kanan atau sisi kiri kepala Anda.
Dr. Jerry W. Swanson, seorang ahli saraf di Mayo Clinic menyebutkan bahwa studi yang diterbitkan pada Current Pain dan Headache Report tahun 2012 menunjukkan adanya hubungan antara migrain dengan gangguan pencernaan. Orang yang sering mengalami gangguan pada sistem pencernaan berisiko tinggi mengalami migrain daripada yang tidak. Kondisi tersebut mengarah pada sindrom iritasi usus besar (IBS) dan penyakit Celiac (intoleransi terhadap gluten).
Selain itu, anak dengan sindrom tertentu dan mengalami gejala muntah, pusing, dan sakit perut juga bisa terkena migrain di kemudian hari. Kondisi ini dikenal dengan sindrom periodik masa kanak-kanak (childhood periodic syndromes).
Kenapa orang dengan gangguan pencernaan berisiko mengalami migrain?
Dilansir dari Everyday Health, Carol Steven, seorang wanita dengan IBS sering merasakan migrain selama berhari-hari bahkan bertahan hingga 2 minggu. Padahal, migrain tidak termasuk dalam gejala IBS. Gejala umum IBS meliputi sakit atau kram pada perut, perut kembung dan bergas, serta sembelit atau diare.
Mengapa kondisi tersebut bisa terjadi? Peneliti memberikan kemungkinan bahwa menurunnya kadar serotonin adalah faktor penyebabnya. Serotonin adalah hormon yang membawa sinyal antarjaringan saraf dan memiliki peran penting dalam membangun suasana hati. Hormon tersebut diproduksi dalam jumlah banyak pada usus dan sebagian kecil pada otak.
Saat seseorang mengalami gangguan pencernaan, kemungkinan produksi serotonin akan terganggu. Apalagi, stres juga sering dialami oleh orang yang mengalami kondisi tersebut. Kurangnya kadar serotonin dan stres yang meningkat menjadi kombinasi penyebab migrain. Itulah sebabnya banyak orang mengalami gejala migrain saat sistem pencernaannya tidak dapat berfungsi dengan baik.
Mencegah migrain bagi orang dengan gangguan pencernaan
Walaupun risiko migrain lebih besar terjadi pada orang dengan gangguan sistem pencernaan, gejala ini masih bisa dicegah. Berikut tips untuk mencegah terjadinya migrain bila Anda memiliki sindrom IBS atau penyakit celiac.
1. Hindari stres

Stres dan kecemasan bisa meningkat karena masalah keluarga, pekerjaan, dan keuangan. Agar stres berkurang, pastikan Anda cukup tidur, minum banyak air, atau olahraga yang teratur. Luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang Anda sukai, seperti membaca buku atau komik, mendengarkan musik, atau berlibur. Selain itu, hindari minum alkohol dan berhenti merokok.
2. Berobat ke dokter

Penyebab migrain pada orang dengan sindrom IBS atau penyakit Celiac adalah menurunnya kadar serotonin. Biasanya dokter akan memberikan obat tegaserod (Zelnorm), agonis reseptor serotonin, digunakan pada orang dengan sembelit pada pasien IBS.
Jika tidak ampuh, pengobatan akan diganti menjadi alosetron. Jika migrain muncul, obat golongan triptan mungkin akan ditambahkan untuk mempertahankan kadar serotonin di otak.
3. Perhatikan menu makanan

Untuk orang dengan penyakit Celiac, hindari makanan dengan kandungan gluten seperti gandum. Sementara untuk orang dengan sindrom IBS, sebaiknya hindari produk susu, makanan berlemak, dan minuman berkafein. Jika menu harian Anda sudah sesuai dengan kondisi tubuh, gejala akan menjadi berkurang dan sakit kepala sebelah tentu bisa diatasi.
Kabartangsel.com
Event6 hari agoFestival Lebaran Betawi Tangsel ke-6 Digelar 23–24 Mei 2026 di Jurang Mangu Barat
Bisnis4 hari agoAQUVIVA Berangkatkan Umrah 3 Marbot Masjid dan 6 Pemenang Kejutan Tutup Botol Ramadan ke Tanah Suci
Jabodetabek4 hari agoDelapan SD Terbaik DKI Jakarta dan Banten Berkompetisi di DANCOW Indonesia Cerdas Season 2
Nasional6 hari agoRaker dengan DPR, Menteri Maman Abdurrahman Paparkan Evaluasi Anggaran dan Kinerja Kementerian UMKM Semester I 2026
Bisnis3 hari agoGoogle dan Terralogiq Bahas Masa Depan Geospatial AI untuk Bisnis Indonesia
Bisnis4 hari agoJobstreet by SEEK Dukung SV UGM Career Days 2026
Nasional4 hari agoHari Kebangkitan Nasional 2026, Prof Asep Saepudin Jahar Tekankan Kebangkitan SDM, Inovasi, dan Kemandirian Menuju Indonesia Emas 2045
Nasional6 hari agoMenteri Maman Abdurrahman Soroti Biaya Layanan Marketplace yang Membebani UMKM
























