Sport
Garuda Pertiwi Muda Vs Young Taegeuk Ladies Berakhir Skor 0-12

Pelatih tim U-17 wanita Indonesia memandang, walau kalah saat menghadapi Korea Selatan, dirinya tetap memandang ada sisi positif dari pemainnya, yakni terus berjuang hingga akhir laga.
Garuda Pertiwi Muda harus mengakui keunggulan dari Young Taegeuk Ladies 0-12 dalam laga lanjutan Piala Asia U-17 Wanita yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, (9/5).

“Dengan kekalahan telak tadi (12-0), dibandingkan saat melawan Filipina, saya lihat para pemain, mereka masih terus berjuang hingga akhir, rasanya itu hal positifnya,” buka coach Mochi.
Dirinya melihat dalam laga itu Korea pintar mencari posisi. “Jadi itu merepotkan kami. Saat masuk babak kedua, pertahanan kita agak goyang, mestinya mereka saling komunikasi, supaya tidak kebobolan kelima kalinya,” ungkapnya.
Ditambahkan lagi olehnya, walau begitu, tadi di babak kedua sudah mulai tampak permainannya, mulai bagus, hanya saja harus lebih agresif lagi dalam merebut bola. “Harus tidak mau ngalah, harus lebih ngotot lagi. Sebab lawan kita selanjutnya nanti Korea Utara, jauh lebih agresif, lebih cepat, jadi kita harus lebih cepat lagi, lebih agresif,” jelasnya.
Pelatih asal Jepang itu mengatakan akan sangat sulit memperbaiki semuanya di jeda waktu istirahat turnamen yang singkat. “Mungkin di jeda dua hari ini, sepertinya sulit, tapi setidaknya semua pemain menyadari akan perannya nanti. Harapannya ya bisa lebih baik lagi,” cetusnya.

“Yang paling penting satu hal, walau mereka kalah di dua pertandingan ini, tetap semangat, tidak down. Jadi di pertandingan berikutnya bisa jauh lebih baik lagi.”
“Di awal babak pertama, masing-masing pemain ingin menang, dan ingin menunjukkan permainan hebatnya. Di babak kedua disampaikan, supaya lebih kompak lagi, lebih solid lagi. Tadi untuk pemain belakang khususnya, bisa lebih kokoh lagi pertahanannya, terutama area tengah, sering sekali di bobol, diterobos oleh lawan. Harapannya ya tengah tadi bisa lebih kuat, mereka harus lebih aktif lagi merebut bola,” beber pria berkepala plontos itu
Pemain sempat shock dengan hasil di babak pertama, caranya untuk membangkitkan semangat ke pemain adalah dengan terus menyemangati mereka.

“Tadi di ruang ganti, ada beberapa pemain nangis, mereka merasa kecewa, sedih tentu, mungkin saya rasa itu manusiawi, tapi sekali lagi ya, kita tidak bisa terus meratapi kekalahan, jadi kalah itu bukan berarti selesai, kalau menyerah, itu baru selesai. Jadi kita tatap laga berikutnya kedepan, jauh harus lebih baik lagi. Jadi dalam sebuah tim, kalah atau menang itu biasa, selanjutnya harus lebih baik dari sebelumnya, saya yakin, kita di tim ini bisa menjadi lebih baik lagi,” tutupnya.
Pemerintahan4 hari agoPenataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi
Serba-Serbi3 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku
Sport3 minggu agoJadwal Bola Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Bisnis3 minggu agoMengenal Lebih Jauh Perseroda PITS: PAM Kota Tangsel
Hukum3 minggu agoIPW Sebut Kortastipidkor Polri Sedang Bongkar Kejahatan Besar, Diduga Libatkan Mafia Perkara
Pemerintahan4 minggu agoDipimpin Pilar Saga Ichsan, Tangsel Angkat Keberagaman Budaya Daerah di Karnaval APEKSI 2026
Jabodetabek3 minggu agoSama-sama Raih Warta Kota Awards, PAM Tangsel dan PAM Depok Berangkat dari Fondasi Berbeda
Nasional4 minggu agoKemenag Dorong PSGA Jadi Pusat Rujukan Nasional Gender dan Anak




























