Green City, Peace and Love, Kepala Daerah di Tangerang Bicara Soal Lingkungan Hijau

By on Senin, 12 Mei 2014

Kegiatan jalur bebas kendaraan bermotor (car free day) di sepanjang Jalan Raya Serpong, Kota Tangerang Selatan tak dilewatkan oleh ribuan warga dari berbagai kalangan dan tempat tinggal, Minggu, 11 Mei 2014. Mereka tumpah-ruah menikmati lowongnya ruas jalan dengan mengikuti beragam kegiatan yang digelar serentak.

Ribuan warga dari berbagai kelompok menyiratkan wajah ceria. Ada warga yang turut ikut memeriahkan acara gerak jalan, sepeda santai, senam dan beragam aktivitas lainnya. Jajaran Pemerintah Kota Tangerang Selatan pun turut ambil bagian dalam kegiatan yang dilaksanakan pada pekan kedua setiap bulannya sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

Seluruh perangkat daerah turut memeriahkan acara Car Free Day dengan menampilkan sejumlah program kegiatan. Seperti bazzar murah yang menjual produk-produk industri rumahan, donor darah, layanan baca buku perpustakaan, dan lain-lain. Bahkan dari Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan membuka stand-stand yang menyediakan aneka penganan tradisional. Semua penganan dapat dinikmati oleh warga tanpa harus merogoh kantong alias gratis.

Masih di sekitar lokasi Jalan Raya Serpong juga turut diramaikan program acara Talk Show dengan pembicara tiga kepala daerah di Tangerang. Acara bertajuk “Green City, Peace and Love” yang digelar Harian Tangsel Pos dan Satelite News itu menghadirkan Walikota Tangerang Selatan – Airin Rachmi Diany, Bupati Tangerang – Ahmed Zaki Iskandar dan Wakil Walikota Tangerang – Sachrudin.

Walikota Tangerang Selatan – Airin Rachmi Diany, mengatakan, banyak potensi fasilitas sosial dan umum yang dapat dimanfaatkan dengan mengkombinasikan taman dan balai warga. Kini dalam program legislasi daerah (Prolegda) sedang disusun sesuai Rancangan Tata Ruang Wilayah. Tentunya kebijakan itu harus mengacu pada konsep berwawasan lingkungan.

“Sesuai dengan gedung kantor-kantor kelurahan yang prototype-nya efisiensi energy. Mulai dilaksanakan tahun 2012 dan kita revisi di 2013 agar pencahayaan lebih banyak lagi, sehingga tidak banyak menggunakan listrik,” kata Walikota menjawab pertanyaan moderator acara Pemimpin Muda Membangun Bangsa.

Walikota Airin juga menyinggung ihwal pembangunan Kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan yang peletakan batu pertamanya telah dilaksanakan. Secara desain arsitektur bangunan yang terletak di Jalan Raya Maruga, Kecamatan Ciputat, itu juga memegang konsep berwawasan lingkungan. Dalam pembuatan Izin Mendirikan Bangunan dirinya mengedepankan tiga klausul.

“Pertama, bahwa pembangunan di Kota Tangerang Selatan harus berwawasan lingkungan. membuat sumur resapan lubang biopori dan harus ada pengelolaan sampah TPST 3R (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Reduce Reuse Recycle. Di situ sudah jelas bila tidak memenuhi persyaratan tersebut maka IMB-nya akan dicabut,” tegasnya. (ris/kt)