Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tangerang Raya (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan) diperpanjang hingga 26 Juli 2020.
PSBB yang masuk ke enam kali ini, kegiatan tertentu yang berisiko rendah penularan dan penyebaran covid-19 ada kelonggaran.
Gubernur Banten, Wahidin Halim, mengatakan, kalau PSBB sebelumnya relatif serba tidak boleh, pada PSBB kali ini secara teknis ada yang bisa dilonggarkan. Ada kegiatan yang bisa dibolehkan, namun dengan tingkat risiko yang rendah.
“Kegiatan lain yang berisiko tinggi, agak tinggi, dan sedang tentu harus menjadi perhatian kita bersama. Kalau PSBB ini tidak kita lanjutkan saya khawatir. Karena ada tugas kita yang harus kita optimalkan. Jangan sampai kalau kita cabut PSBB akan terjadi euforia, masyarakat kembali seperti semula dan lupa,” ujarnya, Minggu, 12 Juli 2020.
Wahidin mengaku pernah dikritik berbagai forum dan media sosial, seakan-akan Provinsi Banten tidak berbuat apa-apa dalam menghadapi covid-19. Faktanya, lanjutnya, kini Provinsi Banten sudah masuk zona kuning dan berada di posisi 12 nasional.
“Saya memang jarang tampil dan bicara di televisi. Yang penting saya bekerja dan yakin mengurangi covid-19. Faktanya, bagaimana seluruh lini baik Polda, Korem, Bupati dan Walikota serta para alim ulama yang bekerja keras mencapai ini semua. Karena kita tahu apa yang harus kita lakukan. Dan ini faktualnya, Banten benar-benar menunjukkan upayanya,” ungkapnya.
Wahidin menjelaskan, sejak awal dirinya tidak sepakat dengan istilah new normal tetapi yang terpenting adalah harus membiasakan diri di dalam suatu kehidupan baru.
“Karena ada perubahan nilai-nilai budaya dan harus melalui internalisasi dan institusionalisasi. Menjadi suatu kebiasaan baru di masyarakat,” katanya.
Ia menuturkan sejak awal pembiasaan protokol kesehatan covid-19, bisa jadi konflik bagi diri dan sebagian masyarakat. Namun lama kelamaan karena kesadaran akan pentingnya menghadapi pandemi akhirnya jadi berkompromi dengan kebiasaan-kebiasaan dan nilai-nilai baru. Sebuah proses yang membutuhkan waktu.
“Kita membutuhkan waktu sampai terjadi internalisasi diri. Kalau sudah menyatu, dan sudah jadi ter-institusionalisasi, inshaallah tanpa sosialisasi lagi kita akan sudah terbiasa merasakan pentingnya dan manfaat suatu kehidupan baru,” jelasnya.
Ia menambahkan, sering ditanya beberapa kalangan resep Provinsi Banten mencapai zona kuning dari sebelumnya sebagai zona merah dan epicentrum covid-19. Ia menerangkan, resep yang paling ampuh adalah soliditas di antara semua unsur yang ada di Provinsi Banten.
“Inilah yang saya merasa bangga dan bahagia. Ketika Wali Kota, Bupati, Polisi, TNI dan seluruh unsur lapisan masyarakat solid. Dan ternyata masyarakat dengan kesadarannya ikut menciptakan budaya baru tanpa diperintah lagi,” ungkapnya.
Menurut Wahidin berbagai indikator akan diuji lagi dan harus mendapatkan jaminan agar bisa menembus dan semangat dari merah, menjadi kuning dan terakhir bisa menjadi zona hijau. Panduan pendekatan dengan format atau model yang bisa menurunkan kuning menjadi hijau perlu pertimbangan dari semua pihak.
“Sehingga kita benar-benar tahu langkah-langkah apa yang harus kita lakukan agar kita mendapatkan standarisasi yang jelas untuk hal ini. Kita sepakat untuk memperpanjang PSBB,” jelasnya.
Wahidin berpesan terkait ritual keagamaan jangan sampai terganggu karena ketatnya peraturan. Hal yang sudah terbiasa menjadi tradisi seperti pelaksanaan penyembelihan hewan kurban jangan di RPH tapi tetap perlu dibeplpan kelonggaran untuk dilaksanakan di masjid-masjid dengan protokol kesehatan yang ketat.(plp)
Pemerintahan7 hari agoPemkot Tangsel Hadirkan Tangsel One, Akses Layanan Kini Cukup Lewat WhatsApp Berbasis AI
Bisnis6 hari agoPT Nusantara Infrastructure Group Gelar Program “She Drives Change” di Tol BSD
Pemerintahan7 hari agoPilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siapkan Normalisasi Drainase Hingga Penataan Kawasan Melati Mas
Nasional6 hari agoAnggaran Rapat Daring BGN Capai Rp5,7 Miliar Selama April–Desember 2026
Nasional6 hari agoKepala BGN Dadan Hindayana: 19.000 Ekor Sapi untuk Program MBG hanya Pengandaian
Nasional6 hari agoProgram MBG Diklaim Jangkau 61,9 Juta Penerima dan Serap 1,2 Juta Tenaga Kerja
Nasional5 hari agoLamiPak Indonesia Raih Penghargaan Ajang Global CSR & ESG Summit & Awards 2026™ ke-18 di Bangkok
Jabodetabek5 hari agoTari Kreasi Tradisional Indonesia 2026 Sukses Digelar Meriah di Kebayoran Park Mall














