Lifestyle
Hati-hati, Ini 5 Dampak yang Terjadi Jika Anda Kelebihan Karbohidrat

Kebanyakan orang Indonesia menganggap belum makan jika belum ada nasi di dalam piringnya. Meski sudah makan roti atau mie sebelumnya, tapi kalau belum bertemu nasi, rasanya masih ada yang kurang. Kebiasaan ini tanpa disadari membuat kita terlalu banyak makan karbohidrat. Memang, tubuh perlu karbohidrat sebagai sumber energi utama. Namun, tahukah Anda apa saja dampak yang terjadi akibat kelebihan karbohidrat?
5 dampak yang terjadi pada tubuh akibat kelebihan karbohidrat
1. Sulit menurunkan berat badan
Jika mau berat badan turun, tentu harus memerhatikan asupan makanan, termasuk karbohidrat, protein, dan lemak. Karbohidrat adalah salah satu zat gizi penyumbang kalori yang cukup besar, apalagi jika Anda konsumsi terlalu banyak.
Dalam satu gram karbohidrat, terdapat 4 kalori. Jadi, semakin banyak karbohidrat yang Anda makan akan banyak kalori yang masuk dan akan membuat berat badan meningkat.
Bayangkan saja, dalam satu hari Anda mengonsumsi teh berikut dengan gulanya, kopi yang juga menggunakan gula, lalu makan roti sebagai selingan, dan makan siang dengan mie beserta nasi.
Kebiasaan tersebut lantas membuat berat badan melonjak, apalagi jika tak diimbangi dengan aktivitas fisik. Karbohidrat yang seharusnya diubah menjadi energi justru terkumpul, menumpuk, dan akhirnya disimpan sebagai lemak cadangan oleh tubuh. Hal ini tentu membuat program menurunkan berat badan akan semakin sulit.
Sebenarnya, semua makanan termasuk karbohidrat tidak akan membuat berat badan naik jika tak dikonsumsi berlebihan. Namun sayangnya, banyak orang yang tak menyadari bahwa ia telah makan banyak karbohidrat.
Jadi, mulai sekarang Anda harus mengatur asupan karbohidrat dalam sehari, jangan sampai kebanyakan.
2. Kadar kolesterol semakin meningkat

Konsumsi banyak karbohidrat khususnya karbohidrat sederhana dan karbohidrat olahan seperti pasta, nasi, kue kering, donat, roti, pizza, dan pasta juga dapat meningkatkan kadar kolesterol darah.
Dilansir dalam laman Readers Digest, Cassandra Suarez, MS, RDN seorang ahli gizi mengatakan bahwa efek yang paling jelas dari makan terlalu banyak karbohidrat adalah kolesterol.
Makan terlalu banyak karbohidrat sederhana dan karbohidrat olahan hingga lebih dari 60 persen total kalori harian, berpotensi meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik.
Sebuah jurnal American Heart Association melaporkan bahwa tingginya tingkat trigliserida ternyata justru banyak dimiliki oleh orang-orang yang mengonsumsi karbohidrat berlebih, seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa.
Trigliserida adalah bentuk kolesterol yang mempengaruhi penumpukan plak di pembuluh darah. Meningkatnya trigliserida berkaitan dengan meningkatnya risiko serangan jantung dan stroke.
3. Sering merasa lapar
Sudah makan, tapi masih lapar lagi? Coba perhatikan apa yang Anda makan. Pada dasarnya, ketika gula darah rendah, tubuh akan merespon dengan adanya rasa lapar.
Jika Anda terlalu banyak makan karbohidrat, alih-alih merasa kenyang tubuh akan kelaparan. Pasalnya, tubuh akan mengolah karbohidrat dalam jumlah banyak sekaligus. Kondisi ini akan membuat kadar gula darah naik dengan cepat.
Namun, karena terlalu banyak kadar gula darah justru akan cepat menurun kembali dan akhirnya Anda merasa lapar saat itu. Kondisi ini akan terus seperti itu siklusnya.
Bukan hanya itu, saat Anda berusaha melawan rasa lapar yang muncul tersebut gula darah akan tetap rendah sampai waktu makan Anda berikutnya. Pada saat ini, tubuh akan memproduksi hormon ghrelin, hormon yang meningkatkan nafsu makan. Ini membuat Anda bisa balas dendam alias makan berlebihan lagi pada waktu makan berikutnya.
Maka itu, pilih jenis karbohidrat yang tepat, karbohidrat kompleks yang mengandung serat lebih banyak sehingga Anda merasa kenyang lebih lama.
Karbohidrat kompleks juga memberikan vitamin mineral untuk tubuh dan membantu menstabilkan kadar gula darah lebih baik dibandingkan karbohidrat sederhana, atau olahan.
4. Rentan kena diabetes mellitus tipe 2

Diabetes melitus tipe 2 disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah tingginya kadar gula darah. Apa hubungannya karbohidrat dengan diabetes melitus?
Orang yang kelebihan karbohidrat, berpotensi mengalami peningkatan berat badan lebih mudah. Berat badan yang melonjak drastis akan mengganggu kerja hormon insulin.
Insulin adalah hormon yang mengubah gula dalam darah menjadi energi untuk sel-sel di dalam tubuh. Ketika kerja insulin menurun, maka kemampuan insulin menyimpan gula (bentuk sederhana dari karbohidrat) dalam sel berkurang. Alhasil gula menumpuk di darah, inilah yang membuat orang semakin besar risikonya mengalami diabetes.
Tak hanya kebanyakan makan nasi, sumber karbohidrat yang paling sering memicu keadaan ini adalah gula tambahan atau gula olahan yang ada di dalam minuman manis, bumbu-bumbu, soda.
Karena bentuknya yang tidak padat karbohidrat orang tidak sadar sudah memasukan terlalu banyak karbohidrat dalam tubuhnya. Fruktosa, kandungan gula sederhana yang biasa ada di minuman juga bisa menurunkan sensitivitas insulin dan meningkatkan kadar gula darah.
5. Mood mudah berubah

Jika belakangan ini Anda merasa sedih, murung, dan suasana hati tidak enak, mungkin Anda bisa lihat lagi pola makan Anda selama ini. Faktanya kelebihan karbohidrat bisa memengaruhi mood.
Karbohidrat sederhana, seperti gula, akan terurai sangat cepat di dalam tubuh dan meningkatkan kadar gula darah seketika. Tubuh selanjutnya akan merespon dengan mengeluarkan insulin.
Seorang ahli gizi Cassandra Suarez, MS, RDN mengatakan bahwa lonjakan dan gula darah dan insulin ini dalam darah yang akan memengaruhi suasana hati seseorang.
Kabartangsel.com
Event6 hari agoFestival Lebaran Betawi Tangsel ke-6 Digelar 23–24 Mei 2026 di Jurang Mangu Barat
Bisnis4 hari agoAQUVIVA Berangkatkan Umrah 3 Marbot Masjid dan 6 Pemenang Kejutan Tutup Botol Ramadan ke Tanah Suci
Jabodetabek4 hari agoDelapan SD Terbaik DKI Jakarta dan Banten Berkompetisi di DANCOW Indonesia Cerdas Season 2
Nasional6 hari agoRaker dengan DPR, Menteri Maman Abdurrahman Paparkan Evaluasi Anggaran dan Kinerja Kementerian UMKM Semester I 2026
Bisnis4 hari agoGoogle dan Terralogiq Bahas Masa Depan Geospatial AI untuk Bisnis Indonesia
Bisnis5 hari agoJobstreet by SEEK Dukung SV UGM Career Days 2026
Nasional4 hari agoHari Kebangkitan Nasional 2026, Prof Asep Saepudin Jahar Tekankan Kebangkitan SDM, Inovasi, dan Kemandirian Menuju Indonesia Emas 2045
Nasional6 hari agoMenteri Maman Abdurrahman Soroti Biaya Layanan Marketplace yang Membebani UMKM

























