Lifestyle
Hypodontia Adalah Kelainan yang Sebabkan Beberapa Gigi Tidak Tumbuh

Hypodontia adalah kelainan genetik pada gigi ketika terdapat satu atau lebih gigi yang tidak tumbuh sama sekali. Tingkat keparahan hypodontia berbeda pada tiap orang dan ditentukan berdasarkan jumlah gigi yang hilang. Tanpa penanganan, kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan makan, mengunyah, hingga berbicara.
Ciri-ciri dan penyebab hypodontia

Pada kondisi normal, seluruh gigi susu seharusnya lengkap sejak anak berusia 3 tahun. Gigi susu kemudian digantikan oleh gigi tetap saat anak berusia 12-14 tahun. Gigi geraham belakang lalu menyusul tumbuh untuk melengkapi seluruh set gigi.
Namun, orang-orang dengan hypodontia tidak mengalami pertumbuhan gigi secara lengkap.
Pertumbuhan bisa terhenti pada gigi susu, tapi kebanyakan kasus hypodontia biasanya terjadi pada gigi tetap sehingga dampaknya bersifat permanen.
Hypodontia adalah kondisi yang disebabkan oleh kelainan genetik dan ada lebih dari 10 gen yang berperan dalam memunculkan kondisi ini.
Melansir laman National Organization for Rare Disorders, gen yang paling berperan adalah gen WNT10A.
Jika kedua orangtua memiliki gen WNT10A, anak yang terlahir berisiko tinggi mewarisi gen yang sama.
Gen ini membawa kelainan genetik yang disebut displasia ektodermal. Gejalanya yakni hypodontia, rambut kering, kelainan bentuk lidah, serta hiperhidrosis (keringat berlebihan).
Pada beberapa kasus, hypodontia juga dapat terjadi bersamaan dengan bibir sumbing. Akan tetapi, kasus hypodontia seperti ini biasanya disebabkan oleh mutasi gen lain seperti MSX1, IRF6, dan LRP6.
Mencegah dan mengatasi hypodontia


Hypodontia adalah kelainan genetik yang tidak dapat dicegah. Terkadang, hypodontia bahkan bisa terjadi tanpa penyebab yang pasti. Meski demikian, ada beberapa langkah yang dapat ditempuh untuk memperbaiki kelainan ini.
Sebelum memberikan penanganan, dokter perlu memastikan kondisi Anda terlebih dahulu menggunakan sinar-X.
Dokter juga akan mencermati tanda lain seperti adanya jarak renggang antargigi, bentuk geraham yang tidak normal, gigi berukuran kecil dan lancip, dan sebagainya.
Setelah itu, barulah dokter dapat memberikan tindakan selanjutnya.
Penanganan terhadap hypodontia bertujuan untuk memperbaiki penampilan Anda dan memulihkan kemampuan makan, mengunyah, maupun berbicara yang sempat terganggu.
Berikut adalah beberapa penanganan yang umum dilakukan terhadap penderita hypodontia:
1. Pemasangan kawat gigi
Pemasangan kawat gigi bertujuan untuk mengembalikan posisi gigi yang renggang sehingga Anda tidak perlu menggunakan gigi palsu. Jarak antargigi yang awalnya lebar lambat laun akan mengecil seperti gigi pada umumnya.
2. Mengatur ulang bentuk gigi
Metode ini dilakukan untuk memperbaiki bentuk gigi yang berukuran kecil atau berujung runcing. Dokter akan mengisi gigi tersebut dengan bahan khusus yang memiliki warna menyerupai gigi. Dengan begitu, gigi tampak memiliki ukuran dan warna yang normal.
3. Menggunakan gigi palsu
Ini adalah metode yang cukup sering digunakan untuk mengatasi hyperdontia. Gigi palsu dapat digunakan dengan tiga cara, yakni sebagai berikut:
- Denture: Pemasangan gigi palsu yang bisa dilepas-pasang.
- Dental bridge: Pemasangan gigi palsu di antara gigi alami. Gigi-gigi ini direkatkan menggunakan lem khusus.
- Dental implant: Pemasangan implan gigi langsung ke tulang rahang.
Hyperdontia adalah kelainan gigi yang berpengaruh besar terhadap kemampuan makan dan berbicara. Kendati tak dapat dicegah, Anda dapat mengatasinya melalui sejumlah prosedur medis.
Penanganan sedini mungkin akan sangat membantu proses perbaikan gigi. Oleh sebab itu, segeralah berkonsultasi pada dokter apabila Anda merasa memiliki tanda-tanda dari kelainan ini.
Kabartangsel.com
Pemerintahan5 hari agoPilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siapkan Normalisasi Drainase Hingga Penataan Kawasan Melati Mas
Pemerintahan7 hari agoLakukan Penanganan Terpadu, Pilar Saga Ichsan Turun Langsung Tinjau Genangan di Jalan Puspiptek
Nasional4 hari agoAnggaran Rapat Daring BGN Capai Rp5,7 Miliar Selama April–Desember 2026
Pemerintahan5 hari agoPemkot Tangsel Hadirkan Tangsel One, Akses Layanan Kini Cukup Lewat WhatsApp Berbasis AI
Bisnis4 hari agoPT Nusantara Infrastructure Group Gelar Program “She Drives Change” di Tol BSD
Nasional4 hari agoKepala BGN Dadan Hindayana: 19.000 Ekor Sapi untuk Program MBG hanya Pengandaian
Nasional4 hari agoProgram MBG Diklaim Jangkau 61,9 Juta Penerima dan Serap 1,2 Juta Tenaga Kerja
Tangerang Selatan4 hari agoPilar Saga Ichsan Lepas 393 Jemaah Haji Tangsel






























