Viral
Indodax Maintenanance Kebobolan Kena Hack, Saldo Pelanggan Diklaim Aman

Indodax mengalami serangan hacker pada September 2024, yang mengakibatkan transaksi ilegal senilai lebih dari Rp 335 miliar. Setelah insiden tersebut, Indodax langsung melakukan investigasi dan menerapkan pemeliharaan (maintenance) menyeluruh pada sistem mereka. Hingga saat ini, layanan transaksi di website dan aplikasi masih belum aktif.
William Sutanto, CTO Indodax, mengonfirmasi bahwa saldo pengguna aman, baik dalam bentuk kripto maupun rupiah. Namun, belum ada kepastian kapan pemeliharaan akan selesai, karena tim masih terus bekerja untuk menutup celah keamanan yang ditemukan.
Sejarah Indodax
Indodax, awalnya dikenal sebagai Bitcoin Indonesia (Bitcoin.co.id), didirikan pada tahun 2014 oleh Oscar Darmawan dan William Sutanto. Platform ini lahir di tengah popularitas Bitcoin dan aset kripto lainnya di Indonesia dan dunia. Pada masa-masa awal, Bitcoin.co.id berfokus pada perdagangan Bitcoin, yang saat itu masih menjadi mata uang kripto paling dominan.
Pada tahun 2018, Bitcoin Indonesia melakukan rebranding menjadi Indodax (Indonesia Digital Asset Exchange) untuk mencerminkan ekspansi layanannya yang meliputi berbagai jenis aset digital, bukan hanya Bitcoin. Indodax kemudian berkembang pesat dan menjadi platform jual beli kripto terbesar di Indonesia, mendukung perdagangan berbagai aset kripto seperti Ethereum, Ripple, dan puluhan aset lainnya.
Indodax dikenal sebagai pionir dalam memperkenalkan perdagangan aset kripto kepada masyarakat Indonesia, dengan menyediakan kemudahan akses dan edukasi. Seiring berjalannya waktu, Indodax terus berinovasi dengan menambahkan fitur keamanan yang canggih, seperti dua faktor otentikasi (2FA) dan sistem pemulihan saldo untuk melindungi pengguna dari risiko keamanan. Mereka juga berkomitmen untuk mematuhi regulasi dari pemerintah Indonesia untuk memastikan bahwa aset digital dapat diperdagangkan dengan aman di dalam negeri.
Indodax Kena Hack
Indodax, platform perdagangan kripto terbesar di Indonesia, mengalami kebobolan (hack) pada September 2024. Peretas berhasil mencuri aset kripto senilai sekitar Rp 335 miliar (setara dengan 22 juta dolar AS). Hacker mencuri berbagai aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, dan lainnya.
Indodax segera mengambil langkah mitigasi, seperti menghentikan sementara layanan dan melakukan pemeliharaan (maintenance) untuk memastikan keamanan lebih lanjut. Meski demikian, William Sutanto, CTO Indodax, dan CEO Oscar Darmawan menegaskan bahwa saldo pengguna tetap aman karena Indodax menggunakan dana cadangan SAFU (Secure Asset Fund for Users) untuk menanggung kerugian akibat peretasan
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Pemerintahan4 minggu agoSekda Bambang Noertjahjo Ingatkan ASN Tangsel Jaga Integritas dan Profesionalisme
Bisnis3 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Bisnis4 minggu agoDorong Operasional Logistik yang Ramah Lingkungan, Modena Group Beralih ke Kendaraan EV
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Bisnis4 minggu agoEvolusi Mie Sedaap: Dari Brand Mi Instan Menjadi Platform Kreativitas dan Pengalaman Generasi Muda
Pemerintahan4 minggu agoCegah Kekerasan Sejak Dini, Pemkot Tangsel Edukasi Masyarakat soal Kesehatan Mental























