Legislatif
Julia Mihardja: Legislator Sebagai Pembuka Akses Layanan Publik

MENJADI legislator (anggota dewan, red) oleh sebagian orang dianggap sebagai jabatan prestisius. Maklum, karena ketika duduk menjadi anggota dewan, maka posisi sebagai “pihak yang strategis” dengan sendirinya melekat.
Tetapi saya agak berbeda melihat jabatan anggota dewan. Justru dengan status itu (anggota dewan, red), sebaliknya kita justru menjadi pelayan masyarakat. Dimana dari sudut pandang politik masyarakat itu ya..konstituen yang diwakili. Dengan demikian, anggota dewan itu harus memosisikan diri sebagai mediator atau fasilitator masyarakat.
Fasilitator atau mediator, seperti apa? Yaitu pihak yang membuka ruang kepada masyarakat agar mampu mengakses pelayanan dari kekuasaan (pemerintah, red). Faktanya masih terdapat masyarakat yang tidak mampu mengakses pelayanan tersebut. Padahal sebenarnya menjadi hak masyarakat.
Ketika anggota dewan memosisikan diri sebagai penghubung antara masyarakat dan kekuasaan, maka anggota dewan itu tengah melakukan upaya membangun representasi politik. Dimana ada hubungan antara partai politik, anggota dewan selaku kader partai dengan masyarakat yang tak lain adalah konstituennya.
Hubungan representasi politik tadi harus terus dibangun guna menjaga proses dan alur aspirasi serta mengajak masyarakat dalam berpartisipasi politik. Setelah masyarakat memberikan hak pilihnya di Pemilu, masyarakat harus tetap dilibatkan untuk memberikan masukan dalam penyusunan kebijakan. Keterlibatan politik warga inilah yang menjadi kontrol atas kekuasaan.
Partai politik manapun, saya yakin, pasti menekankan kepada seluruh kadernya untuk mempraktikkan ideologi berikut platform partainya. Caranya adalah dengan kerja nyata. Partai sebagai organisasi politik, perlu memiliki keyakinan akan nilai, prinsip dasar dan asas sebagai rujukan penyusunan platform dan program kerja. Dengan demikian, partai politik sebagai organisasi harus menjadi pemandu arah kader-kadernya dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai anggota dewan.
Partai politik sebagai organisasi tempat bernaung si anggota dewan tadi, pada akhirnya bisa menilai prestasi, loyalitas dan komitmen para kadernya. Demikian pula masyarakat mengukur kinerja wakilnya dengan melihat prestasi, loyalitas dan komitmen. Dengan demikian, antara anggota dewan dengan konstituennya tidak dapat dipisahkan.
Karena jika ada anggota dewan melupakan peran terhadap konstituennya, maka legalitas politiknya secara de facto patut digugat. Karena dengan de facto tersebut, setiap anggota dewan memiliki kekuatan de jure dalam hal keterlibatannya dalam perancangan kebijakan.
Kebijakan sendiri merupakan base on politic, maksudnya kebijakan itu dikeluarkan atas pertimbangan politik yang butuh pengawasan. Karena jangan sampai kebijakan yang dirancang tidak mengakomodir kepentingan politik masyarakat.
Pengawasan dan peran mediasi/fasilitator yang diperankan oleh anggota dewan diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang realistis. Karena kecenderungannya, kebijakan politik biasanya tidak menghitung dan menganalisis dampak secara kultural dan budaya, bahkan selalu menjadi alat hegemoni.
Kebijakan yang baik didasari pada base on reality (realitas). Makanya diperlukan proses research policy (penelitian) yang harus dimediasi dan diawasi. Kenapa demikian? Karena tidak melulu kebijakan itu pondasinya politik (base on politic), tetapi realitas sosial tadi. Jadi antara base on reality dan base on politic keduanya harus berhubungan. (*)
Julia Mihardja, S.Pd K, Anggota Komisi B DPRD Kota Tangerang Selatan
Techno5 hari agoTangsel ONE: Tangerang Selatan One System
Pemerintahan5 hari agoPemerintah Kota Tangerang Selatan Luncurkan Tangsel One dan Asisten Virtual Helita
Kampus6 hari agoGelar Pertemuan dengan Duta Besar Türkiye, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Buka Peluang MoU Perkuat Kerja Sama Internasional Antar Kedua Negara
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Matangkan SPMB 2026/2027, Deden Deni: Persiapan Sudah Kami Lakukan Menyeluruh
Pamulang6 hari agoSerah Terima Aset Rampung, Pilar Saga Ichsan Pastikan Jalan dan Drainase Villa Dago Pamulang Segera Diperbaiki
Pemerintahan5 hari agoTangsel ONE: Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel
Pemerintahan5 hari agoBenyamin Davnie: Lewat Tangsel One, Pemkot Tangsel Hadirkan Layanan Publik Berbasis AI Terintegrasi
Pemerintahan5 hari agoDiskominfo-BPS Tangsel Dorong Data Akurat Melalui Program Kelurahan Cinta Statistik





















