Nasional
KKHI Makkah Selesai Operasional, 2.380 Jemaah Haji Terlayani

Operasional Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah berakhir pada Jumat (5/8) pukul 00.01 Waktu Arab Saudi. Berbarengan dengan dilepasnya tiga kloter terakhir yang masih berada di Makkah menuju Madinah, yaitu BPN 08, SOC 42, dan SOC 43.
“KKHI Makkah tutup per hari ini Jumat 5 Agustus” ujar Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Budi Sylvana, MARS, M.H Jumat (5/8)
Selama 53 hari beroperasi sejak 11 Juni hingga 5 Agustus 2022, KKHI Makkah telah melayani 2.380 jemaah haji baik yang menjalani rawat jalan maupun rawat inap. Sementara 189 jemaah haji dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Hingga hari ini, masih ada sebanyak 11 jemaah yang dirawat di RSAS.
“Sudah tidak ada pasien di KKHI Makkah, semua sudah didorong ke KKHI Madinah” Jelasnya
Kendati KKHI Makkah telah ditutup, KKHI Makkah menyiapkan sebelas orang tim advance yang akan tetap menjalankan program visitasi bagi jemaah haji yang hingga saat ini masih dirawat di RSAS hingga 14 Agustus mendatang.
“Visitasi akan terus dilakukan, kita pantau jemaah yang masih dirawat sampai semua petugas kembali ke tanah air” jelas dr. Budi
Menurutnya semua jemaah haji yang hingga saat ini di rawat di RSAS tetap menjadi tanggung jawab pemerintah Indonesia hingga jemaah dapat kembali ke Indonesia.
“Jika sampai nanti semua petugas kesehatan kembali ke tanah air, masih ada jemaah yang dirawat di RSAS, akan diserahterimakan kepada Konjen di Jeddah untuk pemantauan” tambahnya.
Secara total hingga Jumat (5/8) sebanyak 2.380 jemaah terlayani di KKHI Makkah, dimana sebanyak 1.537 orang mendapatkan layanan rawat jalan, dan 843 jemaah mendapatkan pelayanan rawat inap. Untuk pelayanan rawat jalan didominasi oleh penyakit diabetes, hipertensi dan penyakit jantung. Sementara untuk rawat inap didominasi oleh penyakit jantung, penyakit saluran pernafasan, dan diabetes melitus.
Secara total sebanyak 58 jemaah sudah dipulangkan ke Indonesia melalui tanazul. Sementara sebanyak 90 jemaah sudah menjalani proses evakuasi, baik yang dipulangkan ke Indonesia, maupun dilakukan evakuasi ke madinah mengikuti kloternya.
Berakhirnya operasional KKHI Makkah juga diikuti dengan berakhirnya pelayanan kesehatan di lima sektor di Makkah yang selama ini digawangi oleh Emenergency Medical Team (EMT) dan pelayanan kesehatan di kloter oleh Tenaga Kesenatan haji Indonesia (TKHI).
Untuk pelayanan kesehatan di sektor, telah dilakukan deteksi dini kepada 680 jemaah, emergency respons terhadap 352 jemaah, dengan kasus didominasi oleh kasus kasus hipertensi.
Sementara untuk pelayanan kesehatan di kloter yang dilakukan oleh Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang menyertai kloter, secara total melakukan pelayanan rawat jalan kerpada 118.618 jemaah. Dari sejumlah tersebut sebanyak 962 jemaah dirujuk baik ke KKHI maupun ke RSAS. Pelayanan kesehatan di kloter sendiri didominasi oleh kasus batuk-pilek.
Nasional4 minggu agoOTT Senyap Kasus Imigrasi, KPK Beri Kado Hari Lahir Pancasila untuk Rakyat
Jabodetabek4 minggu agoProf Dede Rosyada Tegaskan Pengelolaan Yayasan Triguna dan Syarif Hidayatullah Telah Diserahkan ke Pemerintah Melalui UIN Jakarta
Jabodetabek4 minggu agoPenjelasan UIN Jakarta soal Insiden Kericuhan di Lingkungan Madrasah Pembangunan Pamulang Tangsel
Kabupaten Tangerang4 minggu agoIntan Nurul Hikmah Ajak Masyarakat Kabupaten Tangerang Ciptakan Lingkungan Ramah Lansia
Sport3 minggu agoFIFA World Cup 2026 Schedule: Complete Fixtures, Groups, Format, and Tournament Dates
Tangerang4 minggu agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Raih Penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Pemerintahan4 minggu agoPRA SPMB 2026 Dibuka, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota SMP Negeri



























