Banten
Kota Tangsel Belum Pungut Pajak Usaha Sarang Burung Walet
Sampai saat ini Pemerintah Kota Tangerang Selatan belum bisa memungut pajak dari usaha sarang burung walet yang ada di wilayah tersebut yang jumlahnya mencapai puluhan. Padahal bila dihitung, pajak dari sektor tersebut mampu memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi kas daerah.
Menurut Kepala Bidang Pendapatan Daerah Non PBB dan PBHTB pada DPPKAD Kota Tangsel, Wawang Kusdaya, sesuai peraturan daerah (Perda) Nomor 07 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah usaha budidaya sarang burung walet dikenakan pajak sebesar 10 persen dari total panen atau setiap kali transaksi.
“Di Tangsel ada 47 titik sektor budi daya sarang burung walet, jika mereka terinventarisir membayar pajak itu bisa diperoleh miliaran rupiah mengingat harga sarang burung walet cukup tinggi per kilogramnya,” ungkap Wawang di Tangsel, Rabu (24/10).
Di wilayah Kota Tangerang Selatan, tambah Wawang, industri sarang burung walet tersebar di sekitar bantaran sungai Cisadane. Letak persisnya ada di Kecamatan Setu dan Serpong yang menjadi wilayah perbatasan dengan Kota Tangerang.
“Untuk sementara waktu, kami akan memantau terus sektor budi daya sarang burung walet, guna menaikkan penghasilan pajak kami,” demikian Wawang. [RMOL/kabartangsel]
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan 1 Lengkap
Sport2 minggu agoFerry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4–6 September 2026
Sport2 minggu agoBali United vs PSS Sleman: Prediksi Skor dan Duel Sengit Pekan Pertama Super League 2026/27
Sport2 minggu agoHasil Bali United vs PSS Sleman 2-1 di Pekan Pertama BRI Super League 2026/2027
Kabupaten Tangerang2 minggu agoPersita Tangerang Datangkan Dion Wilhelmus Eddy Markx dari Persib Bandung untuk BRI Super League 2026/27
Sport2 minggu agoLaga Perdana BRI Super League 2026/27: Jadwal dan Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC
Pemerintahan2 minggu agoDLH Kota Tangsel Gelar Uji Emisi Selama 3 Hari, Targetkan 1.500 Kendaraan






































