Kota Tangsel Belum Pungut Pajak Usaha Sarang Burung Walet

By: Rabu, 24 Oktober 2012

Sampai saat ini Pemerintah Kota Tangerang Selatan belum bisa memungut pajak dari usaha sarang burung walet yang ada di wilayah tersebut yang jumlahnya mencapai puluhan. Padahal bila dihitung, pajak dari sektor tersebut mampu memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi kas daerah.

Menurut Kepala Bidang Pendapatan Daerah Non PBB dan PBHTB pada DPPKAD Kota Tangsel, Wawang Kusdaya, sesuai peraturan daerah (Perda) Nomor 07 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah usaha budidaya sarang burung walet dikenakan pajak sebesar 10 persen dari total panen atau setiap kali transaksi.

“Di Tangsel ada 47 titik sektor budi daya sarang burung walet, jika mereka terinventarisir membayar pajak itu bisa diperoleh miliaran rupiah mengingat harga sarang burung walet cukup tinggi per kilogramnya,” ungkap Wawang¬† di Tangsel, Rabu (24/10).

Di wilayah Kota Tangerang Selatan, tambah Wawang, industri sarang burung walet tersebar di sekitar bantaran sungai Cisadane. Letak persisnya ada di Kecamatan Setu dan Serpong yang menjadi wilayah perbatasan dengan Kota Tangerang.

“Untuk sementara waktu, kami akan memantau terus sektor budi daya sarang burung walet, guna menaikkan penghasilan pajak kami,” demikian Wawang. [RMOL/kabartangsel]


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *