Mendagri Tito Karnavian Ajak Milenial UIN Jakarta Bantu Atasi Covid-19

By: Sabtu, 27 Juni 2020

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengajak kelompok milenial UIN Jakarta untuk membantu bangsa dan negara mengatasi penyebaran Covid-19. Bantuan tersebut dilakukan di antaranya dengan beraktivitas di bidang filantropi, yakni membantu demi kemanusiaan.

Dilansir dari laman uinjkt.ac.id, Mendagri mengatakan hal itu saat menyampaikan orasi ilmiah pada acara Wisuda Sarjana ke-116 UIN Jakarta yang  digelar secara virtual, Sabtu (27/6/2020). “Filantropi dalam Islam, sesuai artinya, bukan hanya cinta kepada Allah SWT (hablumminallah) melainkan juga cinta kepada sesama (hablumminannas),” katanya.

Kecintaan kepada manusia, menurut mantan Kapolri itu, bukan hanya ditunjukkan dalam bentuk bantuan materi tetapi juga berupa ide dan gagasan. Misalnya saja bagaimana kaum intelektual muda milenial mampu melahirkan inovasi-inovasi baru, seperti membuat masker murah dan ventilator serta mengembangkan teknologi.

Selain itu, aktivitas filantropi juga dapat dilakukan dalam bentuk bantuan tenaga atau yang lainnya. Apalagi usia intelektual milenial rata-rata masih muda dan memilki kekebalan kesehatan cukup baik.

“Kaum intelektual muda milenial tentu sangat diharakan dapat berkontribusi dalam menangani Covid-19, baik dari segi kesehatan maupun penyakitnya,” ujarnya.

Demikian pula di bidang ekonomi, kaum muda harus mampu menghidupkan kembali perkekonomian masyarakat yang terdampak.

Tito juga berharap kaum  muda akademsi dapat berperan lebih besar bagi bangsa, negara, masyarakat, dan keluarga.

Wisuda sarjana ke-116 secara virtual bertema ““Produktif di Tengah Pandemi Covid-19, Filantropis Sepanjang Masa” itu diikuti oleh 451 peserta dengan 10 di antaranya dari luar negeri, seperti Gambia, Thailand, Singapura, dan Malaysia.  Mereka berasal dari 12 fakultas dan sekolah pascasarjana.

Wisuda dipusatkan di Auditorium Harun Nasution dan dibuka Ketua Senat Universitas Abuddin Nata. Hadir Rektor UIN Jakarta Amany Lubis, para wakil rektor, dan sejumlah guru besar.

Berbeda dengan wisuda sebelumnya,  pelaksanaan wisuda di masa pandemi Covid-19 ini tidak dihadiri para peserta secara langsung. Para peserta berada di rumah dan didampingi oleh orang tua masing-masing.


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *