Connect with us

Opini

Menuju Pendidikan Berkualitas dan Bermartabat

H. Veri Muhlis Arifuzzaman, S.Ag., M.Si
Ketua Perhimpunan Menata Tangsel

Momen perbaikan sistem kehidupan berbangsa dan bernegara yang lahir pasca reformasi tidak mungkin dilewatkan oleh para praktisi pendidikan. Pasalnya, pendidikan mempunyai peranan mendasar di dalam proses mencerdaskan kehidupan masyarakat, untuk melahirkan pembangunan yang baik di masa mendatang. Praktisi pendidikan diberikan amanat untuk melahirkan generasi bangsa yang paripurna, yang mempunyai wawasan keilmuan yang luas dan memegang teguh nilai-nilai luhur bangsa. Amanah ini harus dijaga dengan baik, sebagaimana yang diperintahkan dalam QS an-Nisa/4:58

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya…”

Namun, peran strategis praktisi pendidikan kerap berada dalam posisi sangat dilematis. Terutama menanggung beban terlalu berat atas kualitas pendidikan yang selama ini. Banyak pihak yang kurang memahami, bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya tanggungjawab tenaga pendidik, tapi juga oleh masyarakat (orang tua/wali murid) dan penentu kebijakan.

Advertisement

Inilah yang sedianya menjadi kesadaran kolektif hingga berperan banyak dalam menggapai pendidikan yang berkualitas dan bermartabat. Dengan kesadaran kolektif ini, proses pendidikan bisa berjalan terarah dan sistematis. Karena melibatkan semua elemen yang berkepentingan atas kemajuan pendidikan di tanah air untuk sebuah generasi yang paripurna.

Tentu saja, untuk melahirkan generasi paripurna tersebut dibutuhkan sebuah preses pendidikan yang mengacu pada kebutuhan akan ilmu pengetahuan, sekaligus mendasarkan pada nilai-nilai sosial-keagamaan yang hidup di dalam masyarakat. Ini untuk menorehkan tinta emas para pendidik di dalam pembangunanan bangsa yang tidak hanya mengejar kemakmuran dalam bidang materi, tapi menghormati nilai-nilai luhur bangsa kita.

Manajemen Pengelolaan

Perlu disadari, mengelola istitusi pendidikan tidak ada bedanya dengan mengelola institusi modern lainnya yang melandaskan diri pada prinsip-prinsip manajemen, agar bisa terukur, terencana sekaligus tepat sasaran. Untuk itu, diperlukan komitmen kuat untuk mengamalkan prinsip manajemen modern yang terdiri dari: Planning (perencanaan), Organizing (pengaturan), Actuating (pelaksanaan), Controlling (pengawasan) dan Evaluating (evaluasi). Prinsip manejeman yang biasa digunakan dengan model POAC ini, mengandung prinsip dasar dan penting untuk mengelola institusi modern, termasuk di dalamnya institusi pendidikan.

Advertisement

Hanya, perlu ditegaskan spesifikasi institusi pendidikan dengan institusi modern lainnya. Insitusi pendidikan lebih menekankan pada pengaturan produk jasa yang berkaitan dengan mengelolaan sumber daya insani. Artinya memerlukan analisis sosial-keagamaan, terutama ilmu psikologi yang dikawinkan dengan nilai akhak mulia, yang nantinya akan bermanfaat untuk menegaskan perbedaan institusi pendidikan dengan institusi modern lainnya.

Memposisikan institusi pendidikan jelas berbeda dengan produk jasa modern lainnya yang lebih mengutamakan “kepuasan sesaat” dan bersifat material. Insitusi pendidikan menyediakan jasa penguatan sumber daya manusia yang berjangka panjang dan berdimensi spiritual. Memfokuskan diri pada karakter kepribadian yang terdiri dari pelbagai macam aspek yang sangat kompleks. Dan selalu mengalami perubahan cukup dinamis seiring perputaran roda zaman.

Oleh karena itu, untuk menerapkan prinsip-prinsip manajemen tersebut diperlukan kajian intensif yang melibatkan semua pihak yang berkepentingan atas pendidikan untuk menghasilkan target-terget strategis. Target tersebut bisa dibagi menjadi: jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Tiap tahapan target tersebut mempunyai implikasi pada capaian-capaian manajemen pengelolaan instusi pendidikan. Juga berkaitan secara organik dan fungsional dengan: kualitas belajar-mengajar, peningkatan mutu sumber daya manusia, serta sarana dan perasarana pendidikan.

Untuk melapangkan target strategis itu, praktisi pendidikan diharapkan mampu membaca kebutuhan mendasar anak didik untuk mempersiapkan diri naik ke jenjang lebih tinggi secara formal. Praktisi pendidikan juga harus bisa menambahkan wawasan luar yang bisa menunjang kecakapan belajar yang ditentukan secara formal itu. Dan, mampu memberikan tahapan jelas untuk mencapai kualitas pedidikan yang mampu bersinergi dengan kepentingan global (baca: Wawasan Internasional). Karena tuntutan global, nyaris mustahil untuk dihindarkan di tengah kemajuan teknologi informasi mutakhir.

Advertisement

Selanjutnya, harus melibatkan pihak luar sekolah; baik itu orang tua murid, masyarakat umum dan pemerhati pendidikan, sepanjang mempunyai relefansi positif dan aktual terhadap pematangan capaian manajemen pendidikan. Ini akan memberikan suntikan segar bagi instusi pendidikan, hingga mampu bersinergi dengan elemen bangsa lainnya. Karena pada dasarnya pendidikan menyangkut hajat hidup masyarakat, bukan hanya tenaga pendidik!.

Setelah menyepakati target-target strategis, praktisi pendidikan dituntut melahirkan sekaligus memelihara lingkungan kerja yang sempurna. Lingkungan kerja sedianya dibangun oleh empat pilar utama, yaitu: (1) suasana kondusif, (2) komitmen keagamaan, (3) iklim akademis yang dinamis dan (4) rasa Kebersamaan yang kuat. Dengan empat penyangga tersebut, insitusi pendidikan, khusunya yang berada karena motifasi semangat keberagamaan yang kuat, akan mampu melahirkan kecakapan pendidikan yang berdimensi ilmu dan amal keagamaan.

Kecapakan pendidikan itu, tidak mungkin lahir dengan suasana yang tidak memberikan ruang ekspresi yang proporsional bagi praktisi pendidikan dalam melaksankan kewajiban belajar-mengajar. Suasana yang kering dari kosakata kesamaan hak dan kewajiban, akan menjadikan kemampuan terbaik dari praktisi pendidikan membentur ruang hampa. Dan tidak mustahil, melestarikan pola pendidikan yang cendrung melahirkan praktisi pendidikan yang bersikap pragmatis. Memandang profesi mendidik sebagai matar rantai kebutuhan material yang tercerabut dari sikap-sikap sosial-keagamaannya. Tidak mustahil melahirkan kualitas anak didik yang berjarak dengan tujuan mulia pendidikan, genarasi yang berilmu dan bertakwa

Oleh karena itu, komitmen keagamaan tidak bisa diremehkan oleh praktisi pendidikan. Karena doktrinasi agama tidak mungkin berhasil tanpa diberikan ketaualadanan yang nyata, agar nilai-nilai keagamaan tidak berjarak dengan realitas di sekeliling anak didik. Praktisi pendidikan harus menjadi role model dalam mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa.

Advertisement

Komitmen keagamaan itu memerlukan suasana akademis yang dinamis. Artinya, doktrinasi agama harus dilakukan dengan memilih pendekatan sistem dan model pengajaran yang relavan dan proporsional. Jangan sampai komunikasi dengan anak, tidak membuahkan pemahaman yang utuh tentang nilai-nilai keagamaan yang sedianya diamalkan sehari-hari.

Tidak kalah penting lainnya, tentang semangat gotong royong yang harus tumbuh subur di institusi pendidikan hingga melahirkan rasa kebersamaan yang kuat. Asas ini akan menjadikan para pendidik tidak terjebak pada sikap individualistik yang pada gilirannya akan menempatkan pendidikan sebagai instrumen untuk mendapatkan keuntungan material semata. Dan melahirkan prestasi yang bersifat artifisial.

Terakhir, problem praktisi pendidikan, pentingnya manajemen pengelolaan dan lingkungan kerja yang kondusif, menyisakan PR besar buat kita semua. Perubahan memang perlu ongkos yang tidak sedikit. Selain melibatkan komitmen yang tidak mengenal kata kompromi untuk segala hal yang menghambat kemajuan pendidikan kita, juga harus dijalani dengan penuh kesabaran dan besar hati.. Dan kalau kita berfikir bisa, pasti kita bisa. Semoga!


Advertisement

 

 

 

 

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sport5 hari ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport5 hari ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport5 hari ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport5 hari ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional6 hari ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan6 hari ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport7 hari ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport7 hari ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport7 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport7 hari ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport7 hari ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan1 minggu ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan1 minggu ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan1 minggu ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan1 minggu ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Pemerintahan1 minggu ago

Program Bantuan Jaminan Sosial BAZNAS Diluncurkan, Pilar Saga Ichsan Dorong Perlindungan Pekerja Rentan Tangsel Menuju Kemandirian Ekonomi

Nasional1 minggu ago

Mutasi Polri 2 Oktober 2026: 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

Nasional1 minggu ago

Kapolri Suyudi Ario Seto Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri, 19 Kapolda Diganti Termasuk Kapolda Banten

Nasional1 minggu ago

Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI

Nasional1 minggu ago

Presiden Prabowo Subianto Angkat 26 Anggota Wantimpres, Ini Profil Lengkapnya

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Banten3 minggu ago

STAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Sport1 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis3 minggu ago

Transformasi Digital Perseroda PITS, SIPITS Mobile Raih Radar Banten Award 2026

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Bisnis2 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Populer