Nasional
Muktamirin Terima LPJ PBNU Periode 2015-2020

Peserta Muktamar (Muktamirin) ke-34 NU menerima Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2015-2020. Melansir NU Online, LPJ tersebut disampaikan di Gedung serba guna UIN Raden Intan Lampung, Kamis (23/12/2021).
Namun, meskipun menerima, muktamirin dari pengurus cabang dan wilayah NU memberikan catatan, masukan, dan kritik.
Perwakilan dari PWNU Papua menyampaikan bahwa di Papua sendiri perlu terus memperkuat pendidikan madrasah dan pondok pesantren. “Sebab itu, PBNU perlu memperhatikan soal ini di Papua,” kata dia.
Selain memberikan masukan di bidang pendidikan, PWNU Papua juga berharap agar rumah sakit NU lebih diperbanyak. “Tadi dilaporkan jumlah rumah sakit baru 35, ini tentu masih kurang,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) memberikan perhatian kepada nasib para guru ngaji. Ia berharap PBNU memberikan perhatian penuh untuk kesejahteraan para guru ngaji.
“Pengurus-pengurus NU di daerah juga masih banyak yang belum memiliki kantor secretariat,” kata dia.
Catatan-catatan dari LPJ PBNU juga disampaikan perwakilan muktamirin dari PWNU NTT, PCNU Bima NTB. PCNU Bima mendorong agar peran NU di berbagai daerah perlu terus diperkuat.
Catatan penting juga disampaikan perwakilan dari Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU).
Seorang perwakilan PCINU dari 22 negara memberikan apresiasi terhadap capaian-capaian PBNU selama lebih kurang lima tahun. Namun, dia juga berharap agar PBNU juga memberikan penghargaan kepada para PCINU.
“Karena mereka adalah tokoh-tokoh muda dan duta Aswaja di negara masing-masing,” ungkap dia seraya memberikan masukan terkait penguatan profesionalisme administrasi.
Sementara itu, perwakilan dari PCINU Korea Selatan mengatakan bahwa NU di negeri ginseng terbentuk kuat dari paseduluran yang kemudian terwadahi menjadi organisasi.
Namun, kata dia, NU di luara negeri secara umum tidak hanya mendakwahkan Islam Aswaja, tetapi juga harus melakukan peran-peran soft diplomacy.
“Mengingat pentingnya peran tersebut, tentu sangat membutuhkan perhatian serius dari PBNU,” ujar dia.
Perhatian PBNU juga diharapkan oleh PCINU Arab Saudi.
Bisnis6 hari agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan6 hari agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Pemerintahan6 hari agoInternet Gratis Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala, Pemkot Kini Hadirkan Aplikasi Tangsel Mengaji Berbasis AI
Cek Fakta6 hari agoAwas Hoaks! Pemkot Tangsel Siap Melegalkan Miras demi Meningkatkan PAD
Sport7 hari agoPersib Bandung dan Borneo FC Samarinda Wakili Indonesia di ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/27
Sport6 hari agoMoto3 Italia 2026: Veda Ega Pratama Finish ke-8, Hakim Danish Amankan Podium ke-3
Sport7 hari agoVeda Ega Pratama Start Posisi 13 di Moto3 Italia 2026



















