Connect with us

Lifestyle

Olahraga untuk Kanker Usus Besar Cegah Kanker Kembali • Hello Sehat

Menjalani pola hidup sehat tentu membawa segudang manfaat. Tak hanya memiliki pola makan yang sehat, olahraga alias aktivitas fisik juga wajib dilakukan agar tubuh benar-benar mendapat manfaatnya. Tak hanya bagi orang sehat, pola makan sehat dan olahraga untuk kanker usus besar ternyata membawa dampak yang sangat baik, terutama bagi pemulihan setelah menjalani pengobatan.

Melakukan aktivitas fisik alias olahraga untuk kanker usus besar nyatanya tak hanya bermanfaat bagi pemulihan pasien usai menjalani operasi. Hal ini bahkan dianggap sebagai salah satu upaya preventif alias upaya pencegahan terjadinya kanker usus besar.

Hubungan antara kanker usus besar dan aktivitas fisik

Melakukan aktivitas fisik secara rutin diketahui membawa dampak yang baik bagi kesehatan. Secara umum, melaksanakan aktivitas fisik secara umum dapat menurunkan risiko mati muda, penyakit kardiovaskuler, diabetes, sindrom metabolik, gangguan fungsi kognitif pada lansia, memperbaiki kualitas tidur, dan kepadatan tulang.

Kanker usus besar adalah salah satu kanker yang memiliki hubungan kuat dengan aktivitas fisik. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2009 membuktikan bahwa seseorang yang aktif secara fisik memiliki risiko lebih untuk terkena kanker usus besar sebesar 24 persen dibandingkan mereka yang tidak.

Advertisement

Aktivitas fisik juga dikaitkan dengan penurunan risiko munculnya polip pada usus besar, yang dapat berkembang menjadi kanker usus besar. Namun, belum diketahui secara pasti apakah aktivitas fisik juga dapat membantu mencegah kembalinya polip pada usus besar.

Aktivitas fisik sebagai salah satu pengobatan kunci pada kanker usus besar

Aktivitas fisik didefinisikan sebagai gerakan tubuh yang membutuhkan energi. Menurut penelitian, terdapat kaitan langsung antara peningkatan aktivitas fisik  dan turunnya risiko kanker usus besar hingga 30-40 persen. Bahkan, melakukan aktivitas fisik telah direkomendasikan sebagai salah satu terapi tanpa obat untuk meningkatkan kualitas hidup, baik orang sehat maupun orang yang memiliki suatu masalah kesehatan tertentu, seperti kanker usus besar. Lebih jauh lagi, aktivitas fisik juga telah disahkan sebagai bagian penting dari terapi kanker.

Saking pentingnya melakukan aktivitas fisik secara rutin, The National Comprehensive Cancer Network merekomendasikan peningkatan aktivitas fisik untuk melawan kelelahan yang disebabkan oleh kanker. Institusi ini juga menyarankan untuk memulai program pelatihan tak hanya pasca-perawatan, tetapi bahkan saat sedang menjalani pengobatan.

Jenis olahraga untuk kanker usus besar apakah yang baik?

Advertisement

Kebanyakan dari kita, biasanya selalu mencari alasan ketika harus melakukan aktivitas fisik. Alasannya beragam, sibuk, tak ada waktu, tak bisa olahraga. Memulai aktivitas fisik selalu menjadi langkah awal yang paling sulit. Itu sebabnya, menemukan jenis olahraga yang tepat menjadi kunci utama. Jenis olahraga untuk kanker usus besar juga perlu diperhatikan dengan saksama. Tak hanya harus disukai dan menyenangkan, olahraga untuk kanker usus besar yang baru selesai diobati juga harus aman.

Ketika jenis aktivitas yang dipilih sudah berhasil dinikmati dan aman, kemungkinan Anda untuk melakukannya secara konsisten dan rutin menjadi lebih besar. Manfaat dari olahraga untuk kanker kanker usus besar pun akan didapat lebih banyak pula.

Setelah dinyatakan sembuh dari kanker usus besar alias kanker kolorektal, Anda mungkin tidak bisa langsung kembali ke rutinitas normal. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa berolahraga sama sekali. Salah satu olahraga sederhana bagi penderita kanker usus besar yang baru saja selesai menjalani pengobatan kanker adalah jalan kaki. Anda dapat melakukan aktivitas fisik ini selama 30 – 60 menit di pagi hari atau setelah makan malam.

Berjalan di sekitar rumah saat cuaca sedang cerah di pagi hari bisa menjadi pilihan waktu yang baik. Matahari pagi akan membantu tubuh Anda menghasilkan vitamin D yang juga diperlukan oleh penyintas kanker kolorektal untuk mencegah kembalinya kanker. Begitu mencoba memulai dan menikmati aktivtas fisik yang Anda tentukan, Anda akan memandang aktivitas fisik sebagai kebutuhan (gaya hidup), bukan hanya kewajiban berolahraga. Namun, jangan lupa untuk tetap berkonsultasi ke dokter agar olahraga yang Anda jalankan benar-benar aman.

Advertisement

Penelitian membuktikan bahwa aktivitas fisik dapat meningkatkan angka harapan hidup

Tahukah Anda bahwa dengan berolahraga secara teratur Anda dapat meningkatkan harapan hidup hingga 50 persen? Nah, apalagi jika Anda baru saja selesai menjalani pengobatan dan dinyatakan sembuh dari kanker usus besar, tentu Anda tidak mau menyia-nyiakan berita baik ini bukan?

Olahraga teratur diketahui dapat meningkatkan angka harapan hidup. Namun, jangan dulu berpikir olahraga teratur berarti Anda harus melakukannya di pusat kebugaran atau dengan alat-alat yang bahkan membutuhkan usaha untuk memilikinya. Jalan kaki adalah olahraga mudah dan murah yang dapat dilakukan oleh siapa pun. Jika bosan, Anda dapat mencoba olahraga berenang.

Bagaimana aktivitas fisik dapat mengurangi risiko kanker?

Berolahraga membawa dampak biologis yang baik bagi tubuh. Beberapa di antaranya telah terbukti mengurangi jumlah faktor inflamasi dan imun dalam tubuh, yang ternyata berpengaruh pada risiko kanker usus besar. 

Berikut adalah beberapa efek dari melakukan aktivitas fisik yang berhubungan dengan penurunan risiko kanker usus besar, yaitu:

Advertisement
  • Menurunkan kadar hormon, insulin dan estrogen, serta hormon pertumbuhan tertentu yang berkaitan dengan perkembangan kanker usus besar
  • Mencegah dan menurunkan efek buruk obesitas, terutama resistensi insulin
  • Menurunkan risiko infeksi
  • Memperbaiki fungsi sistem imun
  • Mengubah metabolisme asam empedu sehingga menurunkan paparan zat karsinogen pada saluran pencernaan, seperti usus besar
  • Mengurangi waktu yang dibutuhkan makanan dalam sistem pencernaan sehingga menurunkan kemungkinan saluran pencernaan terpapar oleh zat karsinogen

Olahraga dapat menambah semangat pada penderita kanker usus besar yang baru selesai menjalani pengobatan

Menjalani hidup dengan kanker jelas bukan hal mudah. Fakta bahwa penyakit ini adalah penyakit mematikan sampai serangkaian pengobatan yang berat membuat penderita kanker rentan merasa sedih dan tertekan. Lagi-lagi, selain dukungan dan doa dari orang terdekat, olahraga alias aktivitas fisik untuk penderita kanker usus khususnya, dapat menjadi suntikan motivasi yang membuat pasien lebih semangat menjalani hidup dan pengobatan.

Bagaimana bisa olahraga membuat seseorang memiliki suasana hati yang baik? Hampir semua orang tahu bahwa berolahraga dapat memperbaiki mood. Hal ini berkat peran dari endorfin yang keluar saat tubuh melakukan olahraga. Endorfin adalah sejenis hormon yang menghasilkan rasa senang. Zat inilah yang akan membantu Anda merasa lebih baik. Tak hanya usus besar, olahraga bisa bermanfaat juga membantu Anda untuk tidak terjerumus dalam jurang depresi akibat penyakit yang Anda alami.

Olahraga secara teratur usai menjalani pengobatan kanker dapat mencegah kanker Anda kembali. Carilah olahraga yang tepat untuk Anda sehingga bisa menikmatinya sekalipun Anda telah segar bugar. Lebih baik lagi jika Anda menjadikannya sebagai gaya hidup. Jika Anda ragu dengan jenis olahraga untuk kanker usus besar yang akan Anda jalani, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Ia mungkin akan memberikan saran dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan Anda dan kemungkinan penyakit lain yang Anda miliki. Dengan begitu, Anda bisa berolahraga dengan aman dan nyaman.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Kabartangsel.com

Advertisement

Source

Pemerintahan1 hari ago

Jelang Porprov VII Banten 2026, Tangsel Percepat Finalisasi Venue dan Akomodasi

Pemerintahan1 hari ago

Jelang HUT ke-81 RI, Pemkot Tangsel Terus Matangkan Persiapan Upacara Kemerdekaan

Sport2 hari ago

Jadwal Dewata Challenge Series 2026: Bali United, Persib Bandung, dan Sabah FC

Pemerintahan3 hari ago

Kemarau Panjang, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Salurkan 339.200 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Serba-Serbi3 hari ago

Apa Itu DESIL?

Serba-Serbi3 hari ago

Cara Cek Desil DTSEN BPS dengan NIK

Sport3 hari ago

Jadwal Brisbane Roar vs Dewa United dan Persija Jakarta

Sport3 hari ago

Brisbane Roar Gelar Tur Pramusim ke Indonesia, Siap Jajal Kekuatan Dewa United dan Persija Jakarta

Banten4 hari ago

Dewa United Siapkan Kekuatan Baru di Super League 2026/2027

Sport4 hari ago

Persita Tangerang Datangkan Tyronne del Pino di BRI Super League 2026/2027

Banten4 hari ago

Dewa United Basketball Academy Jadi Wadah Pembinaan Talenta Muda Banten

Nasional4 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Dorong Guru Besar Perkuat Kontribusi Bagi Pembangunan Nasional

Kuota Haji Reguler Terisi 70%, Pelunasan Sampai 14 Maret 2025
Hukum4 hari ago

Dugaan Korupsi Haji, Gus Alex Bantah Tuduhan Memperkaya Diri

Sport4 hari ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Bisnis4 hari ago

Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Jakut

Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin
Pemerintahan5 hari ago

Diskominfo Tangsel Perluas Literasi Digital: Sasar Santri, Pemuda hingga Masyarakat Kewilayahan

Banten5 hari ago

Andra Soni: Sekolah Rakyat Mengurangi Angka Putus Sekolah di Provinsi Banten

Hukum5 hari ago

Polsek Kelapa Dua Amankan Tiga Terduga Pelaku Peredaran Obat Daftar G Tanpa Resep Dokter

Hukum5 hari ago

Kapolres Tangsel Ajak Pelajar Jauhi Tawuran dan Narkoba

Hukum5 hari ago

Sasar Lokasi Rawan Cegah Kejahatan Malam, Polsek Pondok Aren Patroli Razia Stationer

Pemerintahan3 minggu ago

Penataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi

Otomotif3 minggu ago

6 Mobil yang Wajib Dilihat di GIIAS 2026, ICAR V23 Jadi Pilihan Mobil Listrik Keren untuk Perkotaan

Sport6 hari ago

Daftar 18 Klub Peserta Super League 2026/2027, Lengkap dengan Kode Tim

Pemerintahan2 minggu ago

Transformasi Posyandu di Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Kini Tak Sekadar Layanan Ibu dan Anak

Sport4 hari ago

18 Tim Peserta BRI Super League 2026/2027

Otomotif3 minggu ago

GIIAS 2026 Digelar 30 Juli sampai 9 Agustus

Sport6 hari ago

Jadwal Lengkap Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4-6 September 2026

Bisnis3 minggu ago

PNM Excellence Awards 2026, Apresiasi 70 Ribu Insan di Usia 27 Tahun

Techno2 minggu ago

Dugaan Penipuan Neva Convert, Banyak Korban Keluhkan Tukar Pulsa ke Saldo DANA Tidak Masuk

Bisnis3 minggu ago

Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional

Bisnis3 minggu ago

SCG Dorong Inovasi Konstruksi Berkelanjutan dan Perluas Kapasitas Produksi

Bisnis3 minggu ago

Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan, Telkom Perkuat Kepatuhan Regulasi

Bisnis3 minggu ago

Cetaphil Derm On Tour Hadirkan Edukasi Kulit Sensitif

Bisnis3 minggu ago

Bersama PNM Mekaar Mesin Jahit Tua Utari Mampu Menghidupi Lima Keluarga

Bisnis3 minggu ago

Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi Pemberdayaan PNM untuk Usaha Ekonomi Sirkular

Bisnis3 minggu ago

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi Berbasis Kebermanfaatan

Nasional3 minggu ago

Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Kepala BPOM Teken MoU, Luncurkan Program SAPA SEMESTA UMK Pangan Olahan

Sport2 minggu ago

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026 Persebaya Surabaya vs Arema Malang

Otomotif2 minggu ago

Suzuki Access 125, Rekomendasi Motor Matic 125cc yang Nyaman, Awet, dan Bergaya Retro

Nasional3 minggu ago

Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional, Kementerian UMKM Sambut Baik Terbentuknya PEWIRA

Populer