DPRD Tangsel
Pengamat: Kunker DPRD Tangsel di Akhir Masa Jabatan Tidak Efektif

Seringnya kegiatan Kunjungan Kerja (Kunker) ke luar daerah yang dilakukan anggota DPRD Tangerang Selatan (Tangsel) di masa akhir jabatannya, dinilai tidak efektif bagi kemajuan daerah.
Setidaknya hal itu diungkap Pengamat Pemerintahan dan Kebijakan Publik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Zaki Mubarak. Dia menilai, agenda Kunker keluar daerah kiranya hanya dijadikan tabir untuk menghabiskan uang rakyat saja.
“Hasil kunjungan mereka harus dibeberkan ke publik. Apa saja yang mereka dapatkan selama Kunker itu. Karena, selama ini kita tidak tahu, apa saja yang dilakukan dan diperoleh anggota dewan, setelah berkali-kali ke luar daerah,” ujarnya, Jumat (13/6/2014).
Zaki menilai, Kunker yang dilakukan anggota dewan Tangsel ke Papua sepekan yang lalu ke Papua, tidak efektif. Menurutnya, pelaksanaan Kunker perlu mempertimbangkan kondisi riil suatu daerah yang menjadi tujuan.
Zaki menganggap, perjalanan DPRD Tangsel ke Solo untuk belajar masalah sampah, adalah masuk akal. Namun, Zaki justru heran bila Kunker itu dilakukan ke Papua, mengingat daerah itu merupakan urutan ke tiga Nasional yang defisit prestasi.
“Sebenarnya kalau untuk mendapat informasi persoalan, misalnya, membuat perda sampah atau pengelolaan pariwisata di daerah lain, kita bisa memanfaatkan teknologi internet, melakukan telekonference atau yang lain,” katanya.
Diketahui, pada masa akhir jabatan, DPRD Tangsel terkesan lebih rajin ke luar daerah. Setelah dua pekan lalu bertolak ke Papua untuk belajar Sistem Pemerintahan, dan ke Jakarta untuk mengikuti Bintek, pekan ini anggota dewan Tangsel kembali melakukan studi banding ke luar daerah.
Bahkan, pada Senin (9/6/2014), wakil rakyat dari 4 komisi berbeda berbondong-bondong melakukan perjalanan dinas ke daerah berbeda. Komisi 1 berangkat ke Bandung, Komisi II ke Manado, Komisi III ke Bangka Belitung dan komisi IV ke Semarang.
Sebelumnya, Sekretaris Dewan Kota Tangsel, Syamsudin, mengungkap bahwa biaya kegiatan dinas luar atau Kunker DPRD Tangsel selama satu tahun mencapai hingga Rp. 30 miliar.
Dana itu diperuntukkan untuk membiayai 24 kali kunjungan kerja, mulai dari biaya transportasi, hotel, hingga uang saku para wakil rakyat tersebut.
“Dalam setahun kami menganggarkan 30 miliar, termasuk fasilitas yang diterima uang saku, transportasi dan penginapan. Biasanya, transportasi dan penginapan ditangani pegawai sekretariat dewan,” kata Sekretaris Dewan Kota Tangsel, Syamsudin, pada Selasa (3/6/2014) lalu.
Dijelaskan Syamsudin, untuk setiap kali Kunker, kalangan anggota DPRD mendapat uang saku sebesar Rp. 1,7 juta untuk pimpinan dan Rp. 1,5 juta untuk anggota.
“Kunker itu sudah disesuaikan dengan progran kerja yang tersusun dalam alat kelengkapan dewan. Saat kunker, dewan akan berkonsultasi dan kordinasi dengan instansi terkait,” ujarnya.(kt/k6)
Pemerintahan1 minggu agoPenataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi
Serba-Serbi3 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku
Sport3 minggu agoJadwal Bola Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Bisnis4 minggu agoMengenal Lebih Jauh Perseroda PITS: PAM Kota Tangsel
Hukum4 minggu agoIPW Sebut Kortastipidkor Polri Sedang Bongkar Kejahatan Besar, Diduga Libatkan Mafia Perkara
Sport2 minggu agoJadwal Timnas Indonesia Piala AFF 2026
Otomotif1 minggu ago6 Mobil yang Wajib Dilihat di GIIAS 2026, ICAR V23 Jadi Pilihan Mobil Listrik Keren untuk Perkotaan
Jabodetabek4 minggu agoSama-sama Raih Warta Kota Awards, PAM Tangsel dan PAM Depok Berangkat dari Fondasi Berbeda


























