Connect with us

Kampus

Rektor UIN Jakarta: Pembangunan Papua Harus Perhatikan Kearifan Lokal

Rektor UIN Jakarta Profesor Amany Lubis

Akselerasi pembangunan di wilayah Papua harus betul-betul dapat memperhitungkan kearifan lokal masyarakatnya. Selain sumber daya alam, Papua merupakan kawasan kaya dengan keragaman kultural yang terus terpelihara dengan baik hingga kini.

Demikian disampaikan Rektor UIN Jakarta Profesor Amany Lubis dalam Webinar Nasional “Peran Kearifan Lokal Masyarakat Papua dalam Pembangunan” di Ciputat, Rabu (31/8/2021). Rektor menuturkan, Papua merupakan bagian penting Indonesia yang dilimpahi banyak sumber daya alam dan kebudayaan.

Menurutnya, kekayaan budaya Papua hadir dalam bentuk ratusan etnik dengan bahasa dan keunikan kultur masing-masing. Kendati demikian, terangnya, masyarakat kebudayaan Papua tetap hidup bersama secara harmonis antara satu sama lain sehingga dapat menampilkan fakta kebinekaan Indonesia.

“Kearifan lokal, local wisdom-nya, sangat banyak. Ini perlu jadi pertimbangan bagi kita dalam melihat, termasuk menetapkan kebijakan-kebijakan yang berguna bagi masyarakat Papua,” paparnya sebagaimana melansir dari laman uinjkt.ac.id.

Advertisement

Celah memasukan kearifan lokal sendiri, jelasnya, sebetulnya sudah bisa ditempuh ketika reformasi politik nasional mendorong pemberlakuan otonomi bagi daerah, terutama Papua. Selain kebijakan penganggaran, otonomi memungkinkan akomodasi kebudayaan dalam berbagai paket kebijakan pembangunannya. Celah demikian bisa terus dioptimalkan dalam membangun Papua.

Webinar Nasional yang digelar Jurusan Hukum Tata Negara pada Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta ini dilakukan secara virtual dengan menghadirkan banyak narasumber dan partisipan yang peduli dengan masyarakat Papua. Para narasumber yang hadir bersama-sama mempresentasikan hasil amatan dan pemikiran mereka bagi keberlanjutan pembangunan masyarakat Papua.

Turut menjadi narasumber webinar, dari lingkungan perguruan tinggi seperti Rektor IAIN Fattahul Muluk Profesor Idrus Alhamid dan akademisi IAIN Sorong Dr. Ismail Suardi Wekke, birokrasi setempat Kepala Dinas Pendidikan Jayapura Christian Sohilait. Lalu, tokoh agama Ustadz Saiful Islam Payage dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua, tokoh militer/TNI Marsekal Muda TNI Ir. Tri Bowo Budi Santoso yang menjabat Wakil Komandan Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Angkatan Udara (KODIKLAT AU), dan Aktivis Masyarakat Adat dan Pembangunan Papua Farida Klasin.

Terkait pembangunan Papua, Christian Sohilait menuturkan, pendidikan merupakan salah satu sektor yang terus dibangun guna memberikan kesempatan generasi muda setempat mengakses pendidikan formal. Kini, tak kurang dari 2.400 sekolah dasar, 600 sekolah menengah pertama, 230 sekolah menengah atas, 180 sekolah menengah kejuruan, 26 perguruan swasta dan dan tiga perguruan tinggi negeri berdiri di Papua. Total 640 ribu pelajar Papua yang kini tengah menempuh pendidikan formal.

Advertisement

Kendati demikian, Christian mengungkapkan, bahwa Papua masih memiliki beberapa kendala sektor pendidikan yang harus diselesaikan. Diantaranya, kurangnya sumber daya manusia tenaga pengajar maupun pelajar, kurang memadainya sarana dan prasarana, panjangnya regulasi, dan kurangnya dukungan lingkungan. “Beberapa golongan masyarakat adat banyak menutup sekolah karena alasan-alasan tertentu,’ tutur Christian.

Guna mengejar pemerataan pendidikan, sambungnya, pembangunan pendidikan Papua membutuhkan dukungan banyak pihak untuk bersama-sama merumuskan pendekatan integral dan inovasi pendidikan yang tepat. “Pemerintah tetap menjadi pilar utama yang dapat meningkatkan kemajuan,” katanya.

Dengan berbagai pengalaman pembangunan pendidikan dan kawasan geografis setempat, Christian mendorong model pendidikan asrama sebagai salahsatu inovasi pendidikan bagi para pelajar Papua. Model pendidikan ini memungkinkan siswa di Papua mendapatkan pendidikan terpadu dengan dukungan sistem, fasilitas, dan lingkungan belajar yang mendukung mereka belajar penuh konsentrasi.

Saiful Islam Payage menambahkan, selain pembangunan di berbagai sektor pendidikan, kebudayaan, dan politik Papua, pemerintah sebagai dirigen utama  pembangunan juga perlu mendukungnya melalui penumbuhan nilai-nilai luhur bermasyarakat. Birokrasi dan aparat-pejabat pemerintahan dituntut menjadi tauladan positif masyarakat.

Advertisement

“Sistem pemerintahan yang baik dan jujur adalah contoh yang dapat ditiru oleh masyarakat Papua. Namun, tindakan negatif pemerintah juga dapat ditiru oleh masyarakat. Bantuan moral dari para jajaran pemerintah, masyarakat, dan bantuan fisik akan mampu mengembangkan Papua untuk lebih maju,” ujarnya.

Para akademisi, Profesor Idrus dan Doktor Ismail menekankan perlunya keterlibatan masyarakat akademik untuk turut berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan kehidupan masyarakat setempat. Begitu juga Marsekal Muda Tri Wibowo menekankan perlunya keterlibatan banyak pihak untuk bersama-sama menghasilkan pembangunan menyeluruh Papua sehingga tercapai stabilitas pertahanan keamanan yang baik.

Sementara itu, Frida Klasin mengungkapkan, kerusakan lingkungan Papua baik di wilayah daratan maupun perairan akibat pembangunan selama ini menjadi salah satu faktor penting munculnya kekecewaan di kalangan masyarakat Papua. Selain gudang kekayaan alam, hutan-hutan hingga lautan indah Papua merupakan ruang penyimpanan kearifan lokal mereka sehingga ketika rusak maka akan mengganggu ekosistem kebudayaannya.

“Masyarakat adat yang melakukan tindakan menyimpang adalah salah satu efek dari keterpaksaan mereka dalam menyambung hidup. Selalu ada alasan tertentu yang tersembunyi dari perilaku tersebut,” ungkap aktifis perempuan ini.

Advertisement

“Masyarakat adat tidak serakah pada kekayaan alam. Hanya saja, mereka merasa kecewa dan tidak dihargai sebagai warga negara. Masyarakat adat tidak terlibat dengan pihak-pihak yang mengubah hutan-hutan, membangun gedung-gedung, serta kerusakan lainnya,” jelas Frida Klasin.

Frida menambahkan, masyarakat adat di Papua berhak untuk hidup di tanah dan kawasan kebudayaannya. Sejak dulu hingga kini, kebudayaan yang mereka kembangkan telah mengkreasikan kehidupan masyarakatnya tanpa menyisakan kelompok termarginalkan.

Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sport19 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport19 jam ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport20 jam ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport20 jam ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport20 jam ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport1 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport1 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport1 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport1 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional1 minggu ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan1 minggu ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport1 minggu ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan1 minggu ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan1 minggu ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan1 minggu ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan2 minggu ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Bisnis2 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Sport3 minggu ago

Daftar Sanksi Komdis PSSI Kompetisi BRI Super League dan Pegadaian Championship 2026/27, Hasil Sidang 8–16 September

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Nasional2 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Populer