Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan berlangsung Desember 2020, tetapi dinamika politiknya sudah semakin hangat. Manuver sejumlah partai politik hingga kekuatan kelompok penekan lain dan sejumlah poros memunculkan diri seiring semakin dekatnya proses tahapan pendaftaran Pilkada di KPU.
Sampai saat ini, publik Tangsel dibisingkan dengan nama-nama tokoh yang digadang bakal berlaga. Mereka adalah petahana, Benyamin Davnie, Wakil Walikota Tangsel yang bakal berdampingan dengan Pilar Saga Ichsan, keponakan Airin Rachmi Diany. Kemudian Paslon kedua ada nama Sekretaris Daerah (Sekda) Muhamad, yang bakal berdampingan dengan Rahayu Saraswati atau Sara, keponakan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Paslon ketiga yang tak kalah ramai diperbincangkan adalah duet Siti Nur Azizah, putri Wapres Maruf Amin yang bakal berpasangan dengan Ruhamaben. Ketiga poros ini mengklaim akan memenangkan pilkada. Mereka mengaku memiliki potensi kemenangan yang tinggi.
Paslon Benyamin-Pilar merasa percaya diri bisa menang lantaran posisinya sebagai petahana yang menjabat wakil walikota dua periode. Sementara di posisi yang lain, Paslon Muhamad-Sara yakin bakal menang dengan mengantongi restu Menhan Prabowo Subianto dan juga posisinya yang menjabat sebagai Sekda, membuatnya optimis bisa mendulang dukungan dari masyarakat.
Tak kalah pamor, Paslon Siti Nur Azizah-Ruhamaben mengklaim bisa unggul dan mampu memenangkan kontestasi. Hal ini lantaran dukungan kuat dari sang Ayah, Wapres Maruf Amin yang dinilai mampu memberikan efek positif terhadap dukungan masyarakat hingga efek gentar pada lawan.
Mengklaim kuat dan akan menang merupakan hal biasa saat pilkada, namun di era Imu pengetahuan semakin maju seperti sekarang ini, klaim-klaim bisa unggul dan akan juara seharusnya berpijak pada pondasi yang kuat dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Agusta Surya Buana dari Forum Pemerhati Pilkada Tangsel menyampaikan, hasil survei lembaga kredibel seharusnya dijadikan alat ukur kekuatan dan peluang menang para kontestan. Menurutnya, di era pilkada kekinian, sudah sepatutnya parpol pengusung dan kandidat melakukan survei terlebih dahulu.
“Sesumbar di era ilmu ukur pemilu sudah cukup maju hanya akan membuat malu diri sendiri. Untuk mengukur sejauh mana peluang menang tiap paslon, lakukan saja survei. Tentu memakai lembaga survei yang kredibel, yang bisa dilacak rekam jejak lembaga dan penelitinya serta taat pada kode etik asosiasi yang menaunginya,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (30/7).
Agusta menyarankan agar tiap paslon mempelajari tabiat pemilih di Tangsel dengan seksama, jangan menduga-duga, pake ilmu perasaan. Merasa kuat, merasa hebat, merasa unggul tidak akan membantu apa-apa. Itu hanya perasaan saja. Pakailah ilmu pengetahuan. Kalau hanya pake jurus cuap-cuap, ujungnya hanya jadi alumni pilkada, ikut meramaikan saja. Namanya tercatat pernah jadi peserta pilkada.
“Pemilih di Tangsel itu beragam. Ada pemilih emosional ada yang rasional. Karena itu para paslon harus mampu merayu dua jenis pemilih itu. Di Tangsel ini saya kira akan terjadi pertarungan ide, gagasan, program hingga rekam jejak,” pungkasnya.
Dari hasil penelusuran di google, ada beberapa data survei yang dirilis oleh lembaga survei yang terdaftar di PERSEPI, data itu antara lain, pertama, hasil survei Lembaga Survei Konsepindo pada 27 Juni 2019 hingga 2 Juli 2019 yang dilakukan pada 440 responden warga Tangsel. Hasilnya, tingkat popularitas tokoh yang bakal maju di Pilkada Tangsel diungguli oleh Benyamin dengan perolehan 74 persen. Kemudian, di urutan keempat ada nama Muhamad yang hanya 29,6 persen. Jauh di bawahnya, muncul nama Siti Nur Azizah di urutan ke 17 dengan tingkat popularitas 3,7 persen.
Kedua, lembaga survei Indopolling Network yang dirilis pada 27 Desember 2019, Benyamin Davnie menempati urutan pertama dengan perolehan 28,4%, Muhamad 15,7%, Arsid 8,6%, dan Tomi Patria menutup posisi lima besar dengan raihan 1,8%.
Terakhir, hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 14 Maret 2020 sampai 21 Maret 2020, Benyamin Davnie berada di peringkat pertama dengan tingkat elektabilitas 13,3 persen, Muhammad 6,3 persen, Siti Nurazizah 1,5 persen, dan Ruhamaben 1,2 persen. (red)
Techno4 hari agoAplikasi WhatsApp Resmi Hadir di Smartwatch Garmin
Techno4 hari agoTrafik Data Indosat Melonjak 20 Persen Selama Mudik Lebaran 2026
Hukum4 hari agoRespons Layanan 110, Polres Tangsel Evakuasi Pohon Tumbang dan Atur Lalin di Pamulang
Bisnis3 hari agoAmartha Financial Rilis Amartha Empower
Bisnis3 hari agoLink Group Rilis Film Horor “Aku Harus Mati”
Sport11 jam agoVeda Ega Pratama Crash di Moto3 GP Amerika 2026
Bisnis3 hari agoParagon Corp Luncurkan Bright Now by Wardah
Techno3 hari agoKolaborasi dengan NVIDIA, Indosat Hadirkan AI hingga Pelosok Indonesia














