Tokoh
Silsilah KH Zulfa Mustofa Pj Ketua Umum PBNU Keturunan Syekh Nawawi Al-Bantani dan Keponakan KH Ma’ruf Amin

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. M. Nuh, resmi mengumumkan bahwa KH Zulfa Mustofa ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU oleh Kelompok Sultan pada Rapat Pleno PBNU di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (9/12/2025). Sebagai Penjabat (Pj) Ketum PBNU, KH Zulfa menegaskan komitmennya menjalankan seluruh amanah organisasi sesuai keputusan rapat pleno.
Penunjukan ini menempatkan KH Zulfa Mustofa sebagai salah satu tokoh penting dalam kepemimpinan ulama Indonesia, ditopang oleh silsilah keulamaan yang kuat serta garis keturunan ulama besar Nusantara.
Silsilah KH Zulfa Mustofa: Keturunan Syekh Nawawi al-Bantani dan Keponakan KH Ma’ruf Amin
KH Zulfa Mustofa lahir dari keluarga besar ulama yang berakar di Pekalongan, Tangerang, dan Tanara, Banten. Wilayah tersebut dikenal sebagai pusat lahirnya para kiai berpengaruh di Indonesia.
Ayah: KH Muqarrabin dari Pekalongan
Ayah KH Zulfa, KH Muqarrabin, merupakan ulama yang aktif mengasuh berbagai majelis taklim dan memiliki jaringan keilmuan pesantren yang luas.
Ibu: Nyai Marhumah Latifah dari Kresek – Keluarga Besar Tanara
Ibunda KH Zulfa berasal dari Kresek, Tangerang, tidak jauh dari Tanara, pusat keluarga ulama keturunan Syekh Nawawi al-Bantani.
Hubungan dengan KH Ma’ruf Amin
Nyai Marhumah Latifah adalah putri dari Nyai Hajjah Maimunah, yang merupakan ibunda KH Ma’ruf Amin. Dengan demikian, KH Zulfa Mustofa adalah keponakan KH Ma’ruf Amin.
Keturunan Syekh Nawawi al-Bantani
Melalui jalur keluarga Tanara, KH Zulfa juga merupakan cucu kemenakan dari Syekh Nawawi al-Bantani, ulama besar Nusantara yang dikenal sebagai Sayyid Ulama al-Hijaz dan menjadi rujukan pesantren-pesantren di Indonesia.
Silsilah ini membentuk karakter keulamaan KH Zulfa Mustofa sejak kecil dan menjadi fondasi kuat perjalanan intelektualnya.
Profil KH Zulfa Mustofa
Nama: Dr. (H.C.) K.H. Zulfa Mustofa
Lahir: 7 Agustus 1977, Jakarta
Jabatan: Penjabat Ketua Umum PBNU (Desember 2025)
Sebelumnya: Wakil Ketua Umum PBNU dan pengasuh Majelis Taklim Darul Musthofa
KH Zulfa dikenal memiliki karakter tenang, berwibawa, dan dekat dengan jamaah. Kiprahnya di dunia pesantren dan organisasi menjadikannya salah satu ulama muda berpengaruh di Indonesia.
Riwayat Pendidikan
Pendidikan Dasar
KH Zulfa menempuh pendidikan dasar di SD Al-Jihad, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Setelah kelas tiga, ia pindah ke Pekalongan dan melanjutkan sekolah dasar hingga lulus.
Pendidikan Pesantren
Jenjang berikutnya ia tempuh di Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Simbangkulon. Saat kelas dua, ia pindah ke Kajen, Margoyoso, Pati, sebuah kawasan yang dikenal sebagai pusat pendidikan pesantren besar.
Guru-Guru Utama
Dua ulama besar memiliki pengaruh mendalam dalam membentuk keilmuannya:
KH A. Sahal Mahfudh, ulama besar dan mantan Rais Aam PBNU.
KH Rifa’i Nasuha, guru dari KH Sahal yang dikenal sangat berwibawa.
Kajen menjadi tempat pembentukan manhaj fikih dan kedalaman ilmu KH Zulfa Mustofa.
Pada 1996, setelah menamatkan pendidikan, ia kembali ke Jakarta. Rencana melanjutkan studi ke Al-Azhar Mesir atau Makkah tertunda karena ayah beliau wafat pada malam Idul Fitri.
Menggantikan Ayah dan Mendirikan Majelis
Di usia 19 tahun, KH Zulfa Mustofa menggantikan peran ayahnya mengasuh lima majelis taklim. Pada tahun 2000, ia mendirikan Majelis Taklim Darul Musthofa yang berkembang menjadi salah satu pusat pengajian besar di Jakarta.
Kehidupan Pribadi
KH Zulfa Mustofa menikah dengan Hulwatin Syafi’ah. Mereka dikaruniai beberapa anak. Keluarganya dikenal sederhana dan tetap menjaga tradisi pesantren.
Karier dan Jabatan Organisasi
KH Zulfa Mustofa telah memegang sejumlah amanah penting, antara lain:
Pj Ketua Umum PBNU
Mutasyar PBNU
Sekretaris Jenderal MUI DKI Jakarta
Wakil Majelis Pertimbangan MUI Pusat
Wakil Ketua Umum PBNU
Ketua Komite Fatwa BPJPH Kemenag
Berbagai posisi ini menunjukkan peran kuat KH Zulfa dalam bidang fatwa, syariah, dan organisasi ulama tingkat nasional.
Karya-Karya Ilmiah
Beberapa karya penting KH Zulfa Mustofa antara lain:
Al-Fatwa wa Ma La Yanbaghi Li al-Mutafaqqih Jahluhu
Diqqat al-Qonnas fi Fahmi Kalam al-Imam al-Syafi’i
Kedua karya tersebut menjadi rujukan bagi para santri dan penuntut ilmu fikih.
Pemerintahan4 hari agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan3 hari agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Nasional3 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan6 hari agoTasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan
Pemerintahan4 hari agoMelalui Tangsel Mengaji, Pilar Saga Dorong Peran Guru Ngaji Diperkuat untuk Bentuk Karakter Generasi Muda di Era Digital
Pemerintahan4 hari agoTARA C-MORE, Daycare Ramah Anak di Pemkot Tangsel
Nasional3 hari agoKunjungi Pengungsi Gempa Sikka, Wapres Gibran Rakabuming Raka Sampaikan Empati dan Permohonan Maaf
Nasional3 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Langsung Kondisi Warga Kampung Waso dengan Sepeda Motor











































