Nasional
Toko Mama Khas Banjar Jadi Model Penguatan UMKM Berbasis Kolaborasi

Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah menekankan pentingnya penguatan UMKM berbasis kolaborsi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) dalam melakukan arah pembangunan yang semakin berfokus pada penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai fondasi ekonomi masa depan.
Tenaga Ahli Menteri UMKM RI, Faisal Anwar Tenaga Ahli Menteri UMKM Bidang Pembiayaan dan Skema UMKM menyampaikan Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Banjar Baru ke-27 tidak sekadar tumbuh sebagai kota administratif, tetapi juga sebagai kota yang berkomitmen membangun fondasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui UMKM saat mendampingi Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman pada Peringatan pucak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Banjarbaru, Senin, (20/4).
Faisal menambahkan, potret nyata dari penguatan UMKM Banjar baru tercermin dalam kisah “Mama Khas Banjar” pada tahun 2025. Ia menghadapi persoalan aspek legalitas produk pangan yang diproduksi dan dipasarkan, usai perkara hukumnya selesai, toko mama khas banjar mampu bangkit dengan melakukan pembenahan usaha secara menyeluruh, sekaligus memperkuat legalitas dan kualitas produknya melalui pendampingan berbagai pihak. Kasus ini menjadikan pengalaman menghadapi persoalan hukum sebagai momentum transformasi menuju usaha yang lebih tertib, berdaya saing, dan berkelanjutan.
”Pengalaman yang dialami Firly menjadi pelajaran penting bahwa penegakan regulasi harus berjalan beriringan dengan pembinaan. Kita ingin memastikan UMKM tidak hanya patuh terhadap regulasi, tetapi juga memiliki kapasitas untuk tumbuh dan bersaing. Di sinilah peran negara hadir, bukan sekadar mengatur, tetapi juga memberdayakan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya ekosistem pembiayaan yang inklusif bagi UMKM. “Akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau menjadi faktor krusial agar UMKM bisa bangkit lebih cepat pasca krisis. Kolaborasi dengan perbankan dan sektor swasta harus terus diperkuat agar UMKM benar-benar naik kelas,” kata Faisal.
Oleh karena itu, model kolaborasi lintas sektor seperti yang terjadi pada kasus “Mama Khas Banjar” perlu direplikasi secara nasional. “Ini bukan hanya cerita satu usaha, tetapi model kebijakan. Ketika pemerintah pusat, daerah, lembaga keuangan, dan komunitas bergerak bersama, maka dampaknya akan jauh lebih besar dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ke depan, model penguatan UMKM berbasis kolaborasi ini diharapkan dapat terus diperluas dan direplikasi, sehingga semakin banyak pelaku usaha kecil yang mampu berkembang dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Jabodetabek4 hari agoProf Dede Rosyada Tegaskan Pengelolaan Yayasan Triguna dan Syarif Hidayatullah Telah Diserahkan ke Pemerintah Melalui UIN Jakarta
Pemerintahan6 hari agoPilar Saga Ichsan Buka Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna ke-14 Tingkat Kota Tangsel
Banten6 hari agoBenyamin Davnie Sambut Tim Penilai PKK Banten, Pondok Pucung Tampilkan Program Unggulan
Banten6 hari agoJemaah Haji Kloter Pertama Banten Tiba di Tanah Air
Nasional5 hari agoOTT Senyap Kasus Imigrasi, KPK Beri Kado Hari Lahir Pancasila untuk Rakyat
Pemerintahan4 hari agoPemkot Tangsel Raih Penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Pemerintahan6 hari agoPilar Saga Ichsan: TPAKD Tangsel untuk Perluas Akses Keuangan bagi UMKM, Disabilitas hingga Pekerja Migran
Jabodetabek4 hari agoPenjelasan UIN Jakarta soal Insiden Kericuhan di Lingkungan Madrasah Pembangunan Pamulang Tangsel





















