Pemberantasan korupsi tidak hanya dilakukan dengan upaya penindakan, tetapi juga pencegahan. Pencegahan ini menjadi bagian penting dalam proses pemberantasan korupsi. Dalam rangka meningkatkan pengetahuan di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tentang pemahaman integritas dan aplikasinya, Pemkot Tangsel melalui Inspektorat menyelenggarakan pelatihan tunas integritas yang berlangsung selama dua hari di Aula Lantai 4 Pemkot Tangsel, Ciputat, Kota Tangsel, 1-2 November 2017.
Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengungkapkan, workshop ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai anti korupsi dengan mendorong tumbuhnya program “Tunas Integritas” di Kota Tangsel.
“Tangsel terus membangun komitmen yang kuat untuk menjadi bagian dalam upaya pemberantasan korupsi, salah satu upayanya melalui inisiatif mengintegrasikan program yang ada melalui program pencegahan korupsi,”ungkapnya.
Benyamin menjelaskan, tunas integritas bertujuan untuk menegaskan komitmen institusi sebagai lembaga pemerintahan yang konsisten dalam pencegahan terjadinya korupsi. Menurut Benyamin, semua dinas rentan terkena korupsi, namun ada beberapa dinas yang paling rawan dan perlu dilakukannya pencegahan.
“Ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang rentan, semua OPD harus waspada, terlebih DPMPTSP, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Badan Pendapatan Daerah, dinas ini yang berhubungan dengan pengelolaan keuangan dan pelayanan publik. Untuk menekan KKN, kinerja aparatur perlu ditingkatkan, dan perlu diberikan wejangan melalui workshop ini,”paparnya sembari menerangkan bahwa korupsi itu bukan berasal dari moral, namun integritas dalam diri.

Asep Chaeruloh, salah satu nara sumber KPK menyatakan tujuan dari kegiatan ini adalah membuka pintu terkait budaya integritas.
“Ini bukan waktu yang pendek melainkan waktu yang panjang untuk mewujudkannya orang-orang yang berintegritas tinggi, yang nantinya akan membangun budaya integritas di Tangsel. Serta supaya terbentuk generasi berintegritas tinggi,” ucapnya.
Asep menambahkan, secara berjenjang nantinya terus menerus dibuat konsep dan rencana aksi, supaya betul-betul budaya integritas ini menjadi riil.
“Karena kalau ngomong budaya berarti hal itu sudah melekat dan dilakukan oleh semua orang, itu baru berhasil budaya integritas ini. Biasanya hal ini tidak bisa cukup oleh satu periode kepemimpinan, namun harus berjenjang, sehingga dibentuklah untuk kita tadi komite integritas, sehingga secara sustainable pergantian kepemimpinan akan tetap berintegritas, sesuai tujuannya dan terwujudnya visi misi Tangsel,” pungkas Asep. (rls/fid)
Pemerintahan6 hari agoParade Tank Meriahkan HUT ke-81 RI di Tangsel, Ribuan Warga Antusias Menyaksikan
Pemerintahan6 hari agoHUT ke-81 RI, Benyamin Davnie: Kedaulatan Dimulai dari Optimalisasi Potensi Tangsel
Pemerintahan5 hari agoTingkatkan Kompetensi Digital, Warga Tangsel Belajar Content Creator dan Coding di Masjid
Pemerintahan3 hari agoTb. Asep Nurdin: TangselKota-CSIRT Perkuat Keamanan Layanan Digital Pemkot Tangsel
Pemerintahan6 hari agoHUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Warga Tangsel Perkuat Persatuan dan Kontribusi untuk Pembangunan
Nasional2 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Sejumlah Fasilitas Terdampak Gempa di Sikka NTT
Pemerintahan2 hari agoBenyamin Davnie: Pelayanan Publik Tangsel Harus Makin Mudah dan Cepat Lewat Teknologi
Pemerintahan5 hari agoTasyakuran HUT ke-81 RI, Benyamin Davnie Ajak Masyarakat Tangsel Perkuat Kebersamaan












