Lifestyle
3 Mitos Tentang Nutrisi yang Perlu Dicari Tahu Kebenarannya

Siapa, sih, yang tidak pernah mendengar seputar makanan, pola makan, bahkan nutrisi? Topik tersebut memang sangat akrab di telinga dan jadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Sayangnya, hanya mendengar saja bukan berarti Anda paham sepenuhnya tentang nutrisi. Alhasil, masih banyak mitos seputar nutrisi yang berseliweran di luar sana. Cari tahu semua kebenarannya, yuk!
Beragam mitos tentang nutrisi yang masih disalahpahami
Daripada menerka-nerka lebih jauh mengenai berbagai mitos nutrisi yang ada, sebaiknya luruskan anggapan yang kurang tepat seperti…
Mitos 1: Lemak bikin gemuk, jadi hindari lemak kalau ingin menurunkan berat badan
Faktanya, lemak memang kerap dikaitkan dengan penambahan berat badan sehingga membuat tubuh tampak lebih gemuk dan berisi. Namun, sebenarnya itu tergantung dari sumber makanan yang Anda makan. Atau dengan kata lain, lemak tidak selalu menyebabkan kegemukan jika Anda bisa memakannya dengan cara yang tepat.
Ambil contoh, diet keto menerapkan pola makan tinggi lemak, tinggi protein, tapi rendah karbohidrat. Bila dilakukan sesuai aturan, pola makan yang menganut jenis makanan kaya lemak ini justru dapat membantu menurunkan bahkan menjaga berat badan tetap stabil.
Sebaliknya, konsumsi tinggi lemak yang dikombinasikan dengan tinggi karbohidrat mungkin berisiko meningkatkan berat badan.
Mitos 2: Gula itu tidak sehat bagi tubuh

Ketika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, gula memang tidak baik bagi tubuh karena berbagai alasan. Sebagian orang mungkin akan menjawab karena gula tidak mengandung nutrisi, sementara sebagian lainnya berpendapat bahwa gula dapat mengganggu kelancaran proses metabolisme.
Alasan tersebut tidak sepenuhnya salah memang. Hanya saja, bukan berarti Anda tidak butuh gula sama sekali. Pasalnya, tentu ada bahaya terselubung di balik tidak makan gula yang biasanya diperoleh dari konsumsi makanan harian.
Tubuh masih tetap membutuhkan gula dalam jumlah yang cukup guna menyumbang energi dan kalori.
Mitos 3: Pola makan tinggi protein bisa merusak fungsi ginjal

Beberapa pendapat mengatakan bahwa terlalu banyak makan makanan tinggi protein dapat mengganggu kerja ginjal, sehingga berisiko menimbulkan gagal ginjal. Meski tidak dapat dipungkiri, pengidap penyakit ginjal memang diharuskan untuk mengurangi protein.
Namun, hal tersebut tidak serta merta berlaku sama bagi orang dengan fungsi ginjal yang masih normal. Bahkan, penelitian dari PLoS One, menemukan bahwa makanan yang kaya protein justru dapat menurunkan tekanan darah yang merupakan salah satu faktor risiko gagal ginjal.
Kabartangsel.com
Nasional4 minggu agoOTT Senyap Kasus Imigrasi, KPK Beri Kado Hari Lahir Pancasila untuk Rakyat
Jabodetabek4 minggu agoProf Dede Rosyada Tegaskan Pengelolaan Yayasan Triguna dan Syarif Hidayatullah Telah Diserahkan ke Pemerintah Melalui UIN Jakarta
Banten4 minggu agoBenyamin Davnie Sambut Tim Penilai PKK Banten, Pondok Pucung Tampilkan Program Unggulan
Jabodetabek4 minggu agoPenjelasan UIN Jakarta soal Insiden Kericuhan di Lingkungan Madrasah Pembangunan Pamulang Tangsel
Banten4 minggu agoJemaah Haji Kloter Pertama Banten Tiba di Tanah Air
Kabupaten Tangerang4 minggu agoIntan Nurul Hikmah Ajak Masyarakat Kabupaten Tangerang Ciptakan Lingkungan Ramah Lansia
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Raih Penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Tangerang4 minggu agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien






























