Lifestyle
4 Pengaruh Gangguan Tidur yang Membuat Berat Badan Sulit Turun

Menurunkan berat badan tidak hanya fokus pada olahraga dan pola makan saja. Ini juga berkaitan dengan kualitas tidur Anda. Pasalnya, gangguan tidur ternyata bisa memengaruhi hasil diet Anda untuk menurunkan berat badan jadi tidak maksimal. Memang, apa pengaruhnya? Yuk, cari tahu lebih mendetail hal ini pada ulasan berikut.
Pengaruh gangguan tidur untuk menurunkan berat badan
Memiliki berat badan berlebihan bisa mengurangi penampilan. Selain itu, akan berdampak juga dengan peningkatan risiko berbagai masalah kesehatan di kemudian hari, salah satunya obesitas dan diabetes.
Bila Anda sedang menjalani program diet untuk menurunkan berat badan, Anda juga perlu memerhatikan kecukupan waktu tidur di malam hari. Kenapa perlu?
Kurang tidur bisa menjadi penghambat Anda untuk mencapai berat badan yang diinginkan, terutama jika Anda memiliki gangguan tidur.
Gangguan tidur atau sleep disorder adalah kondisi yang membuat cara tidur Anda berubah yang membuat Anda pada akhirnya kurang tidur. Melansir dari Mayo Clinic, gangguan tidur bisa meliputi insomnia, sleep apnea, dan restless leg syndrome.
Kondisi tersebut membuat Anda susah memulai tidur, terbangun di malam karena kehilangan napas sebentar, atau resah karena munculnya ketidaknyamanan pada kaki saat tidur.
Berikut ini ada beberapa pengaruh gangguan tidur saat diet untuk menurunkan berat badan, di antaranya:
1. Nafsu makan cenderung meningkat

Tahukah Anda jika rasa kenyang pada perut Anda dipengaruhi oleh hormon yang diproduksi otak? Ya, hormon leptin diketahui bertugas untuk mengatur asupan makanan dan pengeluaran energi agar tubuh dapat mempertahankan berat badan yang ideal.
Tidak hanya itu, hormon lain, yakni ghrelin juga bertugas untuk meningkatkan rasa lapar sehingga membuat Anda makan lebih banyak supaya tubuh tidak kekurangan energi. Kedua produksi hormon ini ternyata bergantung dengan tidur Anda.
Jika Anda kurang tidur, kadar leptin akan menurun dan ghrelin akan meningkat. Akibatnya, nafsu makan akan meningkat dan makan lebih banyak.
Buruknya lagi, hormon kortisol juga akan meningkat, membuat rasa lapar Anda jadi lebih tinggi. Bila gangguan tidur terjadi saat diet, usaha Anda untuk menurunkan berat badan akan sulit berjalan lancar.
2. Cepat ngantuk bikin malas beraktivitas


Gangguan tidur membuat tubuh kelelahan dan mengantuk. Kondisi ini tentu membuat Anda malas untuk melakukan aktivitas, seperti olahraga.
Akibatnya, olahraga tidak dilakukan secara maksimal. Padahal, untuk menurunkan berat badan, Anda perlu meningkatkan aktivitas untuk membakar lemak tubuh lebih banyak. Oleh karena itu, Anda harus mengatasi gangguan tidur agar program untuk menurunkan berat badan berjalan lancar.
3. Membuat Anda ngidam makanan tidak sehat


Gangguan tidur bisa membuat usaha Anda untuk menurunkan berat badan jadi lebih sulit. Ini terjadi karena Anda akan berusaha lebih keras menahan diri untuk tidak makan makanan tidak sehat.
Kekurangan tidur membuat tubuh Anda lelah. Kondisi tersebut memicu Anda untuk mengonsumsi makanan manis atau gurih sebagai bentuk penghargaan diri (memanjakan diri) saat tubuh kelelahan.
Tidak hanya itu, kurang tidur juga bisa memperburuk kemampuan otak untuk berpikir lebih jernih sehingga memperbesar peluang Anda untuk memilih makanan tidak sehat.
4. Tubuh cenderung menyimpan lemak lebih banyak


Studi tahun 2019 pada Journal of Lipid Research menunjukkan bahwa kurang tidur dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk menyimpan lemak.
Orang yang kurang tidur cenderung memiliki sedikit lemak dalam aliran darah setelah mereka makan. Ini menunjukkan bahwa tubuh lebih cepat menyimpan lemak di area tertentu, salah satunya perut Anda. Periset percaya penimbunan lemak yang lebih cepat di perut ini terjadi akibat kadar kortisol yang tinggi.
Mengatasi gangguan tidur itu penting dilakukan, tidak sekadar membantu Anda menurunkan berat badan. Namun, meningkatkan kualitas hidup Anda secara menyeluruh, baik itu produktivitas kerja hingga hubungan dengan orang lain. Bila Anda memiliki gangguan tidur, segera konsultasi ke dokter.
Kabartangsel.com
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Hadirkan Tangsel One, Akses Layanan Kini Cukup Lewat WhatsApp Berbasis AI
Nasional5 hari agoAnggaran Rapat Daring BGN Capai Rp5,7 Miliar Selama April–Desember 2026
Pemerintahan6 hari agoPilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siapkan Normalisasi Drainase Hingga Penataan Kawasan Melati Mas
Bisnis5 hari agoPT Nusantara Infrastructure Group Gelar Program “She Drives Change” di Tol BSD
Nasional5 hari agoKepala BGN Dadan Hindayana: 19.000 Ekor Sapi untuk Program MBG hanya Pengandaian
Nasional5 hari agoProgram MBG Diklaim Jangkau 61,9 Juta Penerima dan Serap 1,2 Juta Tenaga Kerja
Nasional4 hari agoLamiPak Indonesia Raih Penghargaan Ajang Global CSR & ESG Summit & Awards 2026™ ke-18 di Bangkok
Banten5 hari agoMusrenbang RKPD 2027, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siap Dukung Penuh Arah Pembangunan Provinsi Banten





























