Lifestyle
6 Kesalahpahaman Tentang Asuransi Kesehatan yang Perlu Diluruskan

Asuransi kesehatan adalah salah satu fasilitas jaminan kesehatan yang layak untuk dipertimbangkan setiap orang. Meski begitu, masih banyak orang ragu-ragu untuk membuatnya karena disibukkan dengan sejumlah mitos asuransi yang sebenarnya salah kaprah. Padahal, asuransi bisa jadi investasi yang baik bagi masa depan Anda.
Maka jika Anda sedang pikir-pikir untuk bikin asuransi, yuk luruskan dulu pemahaman Anda dengan baca artikel ini!
Mitos asuransi ini keliru, tapi masih dipercaya banyak orang
1. Orang sehat tidak butuh asuransi
Tidak perlu tunggu sakit untuk membuat asuransi. Kenyataannya, tidak ada yang tahu kapan dan bagaimana sakit akan menghampiri. Penyakit atau kejadian tak terduga lainnya, seperti kecelakaan lalu lintas atau kecelakaan kerja, bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja.
Tanpa dukungan asuransi, Anda bisa tenggelam dalam tagihan perawatan medis yang tidak main-main besarnya. Tagihan rumah sakit nyatanya merupakan penyebab kebangkrutan terbesar. Asuransi kesehatan bisa jadi penyelamat saat Anda benar-benar membutuhkannya.
2. Asuransi hanya untuk biaya rawat inap rumah sakit
Mitos asuransi lainnya yang masih sering beredar di masyarakat adalah layanannya hanya terbatas untuk menutupi biaya rawat inap alias opname. Padahal tidak demikian. Anda juga bisa mengklaim biaya berobat jalan dengan asuransi. Klaim penggantian biaya dari asuransi pun termasuk biaya menebus obat, serta operasi dan pemulihan setelah operasi.
Namun, bukan berarti semua biaya pengobatan akan ditanggung asuransi. Semua kembali lagi akan tergantung pada ketentuan dari perusahaan asuransi Anda serta besar premi yang sudah disetujui dan tertera pada polis Anda.
3. Asuransi kesehatan sama seperti menabung
Banyak orang mengira bahwa premi yang dibayarkan rutin setiap bulannya bisa bisa diambil sewaktu-waktu dibutuhkan, seperti menarik uang dari rekening tabungan di ATM. Ini salah besar.
Uang yang Anda “tabungkan” ke asuransi bertindak sebagai jaminan yang tidak dapat diganggu gugat, untuk berjaga-jaga siapa tahu nanti Anda akan menemui situasi atau kondisi yang tidak terduga.
Tabungan rekening Anda belum tentu bisa menanggung semua biaya pengobatan. Namun, asuransi bisa. Meski Anda baru mendaftar asuransi kemarin dan hari ini perlu berobat, biaya pengobatan langsung bisa diklaim.
4. Hemat bayar pajak dengan asuransi kesehatan
Ini adalah mitos asuransi kesehatan yang keliru karena hanya dipahami selewatan saja. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 131 tahun 2000 memang menyatakan bahwa setiap pemegang asuransi kesehatan akan dipotong pajak penghasilan (PPh) final sebesar 15 persen. Namun ini hanya berlaku sampai tahun 2015.
Setelah 2015 sampai saat ini, PP tersebut tidak lagi berlaku pada produk asuransi. Sekarang, potongan PPh final hanya dikenakan atas bunga deposito atau tabungan yang mengendap di bank. Selisih antara bunga tabungan yang diterima dengan premi yang dibayarkan tidak lagi terpotong pajak. Pandangan inilah yang sering dianggap sebagai penghematan bayar pajak.
Tujuan utama dari asuransi kesehatan adalah untuk melindungi kesehatan Anda dan keluarga dan untuk menyiapkan keuangan di kondisi mendadak. Asuransi bukanlah produk investasi.
5. Hanya anggota keluarga berpenghasilan yang membutuhkan asuransi
Ini adalah kesalahpahaman asuransi kesehatan lainnya. banyak orang mengira bahwa asuransi kesehatan hanya diperlukan untuk anggota keluarga yang berpenghasilan.
Asuransi kesehatan perlu dimiliki oleh setiap anggota keluarga. Asuransi kesehatan bisa dalam bentuk individu maupun kelompok. Anda bisa mendaftarkan asuransi kesehatan untuk keluarga Anda.
6. Asuransi kesehatan mencakup asuransi kecelakaan
Tidak semua asuransi kesehatan mencakup asuransi kecelakaan. Karena itu, Anda harus benar-benar paham kelebihan atau kekurangan asuransi kesehatan yang akan Anda pilih.
Asuransi kesehatan berbeda dengan asuransi kecelakaan yang memberikan uang pertanggungan dalam kasus kematian dan kompensasi materi ketika terjadi kecelakaan. Sementara itu, kompensasi asuransi kesehatan akan diberikan tergantung pada jenis produk asuransi dan plafon Anda.
Kabartangsel.com
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Bisnis3 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Bisnis4 minggu agoDorong Operasional Logistik yang Ramah Lingkungan, Modena Group Beralih ke Kendaraan EV
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Bisnis4 minggu agoEvolusi Mie Sedaap: Dari Brand Mi Instan Menjadi Platform Kreativitas dan Pengalaman Generasi Muda
Tangsel3 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Bisnis4 minggu agoJKP Instrumen Penting Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja






















