Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, biasanya hal-hal kecil, konflik kecil yang terjadi di masyarakat kita dimulai dari urusan politik, seperti pilihan bupati (Pilbup), pilihan wali kota (Pilwakot), pilihan gubernur (Pilgub), dan pilihan presiden (Pilpres).
“Masyarakat kita lupa bahwa itu setiap lima tahun itu pasti ada. Pilihan bupati bukan saat ini aja, pilihan walikota bukan saat ini saja, pilihan presiden juga bukan saat ini saja, pilihan gubernur juga bukan saat ini saja. Setiap lima tahun itu ada,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada upacara penganugerahan Gelar Kehormatan Adat Komering, di di Griya Agung, Palembang, Sumatra Selatan, Minggu (25/11) pagi.
Kepala Negara mengaku kadang-kadang geleng-geleng, satu kampung, satu RT, satu RW tidak saling menyapa gara-gara pilihan bupati, gara-gara pilihan gubernur, gara-gara pilihan presiden. Ada satu majelis talim, gara-gara pilihan presiden tidak saling menyapa.
Padahal, lanjut Kepala Negara, kita ini saudara sebangsa dan setanah air. Ia mengingatkan, jangan melupakan itu. “Saya titip jangan lupakan itu. Ini karena banyak kompor kan, dipanas-panasi dikompor-kompori ini menjadi panas semua,” ujarnya.
Kepala Negara yang dalam kesempatan itu didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo mempersilakan keluarga dan masyarakat menggunakan hati nurani dan pendapat masing-masing, rasional masing-masing. Pilihan gubernur mau pilih a silakan, pilih b silakan, pilih c silakan, pilih d silakan kalau calonnya empat. Pilihan bupati juga silakan pilih a, pilih b, pilih c silakan.
Tapi, lanjut Kepala Negara, jangan sampai ada gesekan sekecil apapun, jangan sampai ada konflik. “Jangan,” tegasnya.
Kepala Negara mengingatkan, bahwa negara ini negara yang sangat besar, ada 714 suku. Ia menambahkan juga bahwa bahasa daerahnya juga berbeda-beda lebih dari 1.100 bahasa daerah.
“Inilah anugerah Allah yang diberikan kepada kita bangsa Indonesia yang harus kita syukuri. Sudah menjadi sunatullah sudah menjadi garis bahwa kita ini bermacam-macam, bahwa kita ini berbeda-beda bahwa kita ini berwarna-warni,” tegas Presiden Jokowi seraya menambahkan, kalau bisa menyatukan ini akan menjadi aset terbesar, energi besar bagi bangsa Indonesia untuk maju ke depan.
Oleh karena itu, Presiden mengajak kepada seluruh masyarakat Adat Komering untuk berperan aktif terus berperan aktif dalam menjaga kesatuan Indonesia, menjaga kerukunan bangsa Indonesia.
Bisnis3 minggu agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan3 minggu agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Pemerintahan3 minggu agoInternet Gratis Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala, Pemkot Kini Hadirkan Aplikasi Tangsel Mengaji Berbasis AI
Bisnis4 minggu agoSepanjang 2025, Pelindo Petikemas Setor Rp1,73 Triliun
Sport4 minggu agoPersita Tangerang Evaluasi Total Usai Musim Kompetisi 2025/26, Ahmed Zaki Iskandar Siapkan Pembenahan Besar
Banten4 minggu agoBank Banten Dukung Gebyar Talenta Siswa dan Berikan Apresiasi Siswa Berprestasi
Cek Fakta3 minggu agoAwas Hoaks! Pemkot Tangsel Siap Melegalkan Miras demi Meningkatkan PAD














