Rektor UIN Jakarta Amany Lubis mengajak seluruh sivitas akademika agar menggalang serta mengembangkan zakat dan wakaf di kampus. Hal itu penting agar aset umat itu berkembang secara produktif untuk kemaslahan bersama.
Demikian dikatakan Rektor saat membuka seminar nasional bertajuk “Meningkatkan Profesionalitas Nazhir dan Amil untuk Memaksimalkan Produktivitas Harta Benda Wakaf dan Zakat” di Auditorium Harun Nasution, Rabu (2/10/2019).
“Saya ingin di kampus UIN Jakarta para dosen dan mahasiswa maupun masyarakat umum mampu menjadi agen bagi penggalangan zakat dan wakaf dengan baik,” katanya.
UIN Jakarta sudah lama memiliki lembaga sosial bernama Social Trust Fund (STF). Lembaga tersebut juga di antaranya mengurusi zakat dan wakaf. Melalui STF diharapkan pemberdayaan zakat dan wakaf dapat terus berkembang di kampus guna membantu kemaslahatan umat.
“Dalam perkembangan sejarah Islam zakat dan wakaf juga sudah lama dikenal dan sangat penting bagi umat Islam. Namun, sayangnya pengelolaan zakat dan wakaf hingga kini belum berkembang dengan baik sehingga perlu terus digalakkan pemberdayaannya,” katanya seperti diberitakan uinjkt.ac.id.
Intinya, kata Rektor, zakat dan wakaf penting dikelola dengan baik oleh siapa pun, karena di dalamnya ada pahala yang terus mengalir.
Seminar nasional tentang zakat dan wajaf digelar atas kerja sama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta. Kegiatan ini merupakan program “Zakat dan Wakaf Goes to Campus” Kemenag yang digelar kali kedua setelah di kampus Universitas Indonesia.
Menurut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Muhammadiyah Amin, program “Zakat dan Wakaf Goes to Campus” bertujuan agar para dosen dan mahasiswa dapat mengenal lebih luas tentang pengelolaan zakat dan wakaf dalam Islam. Selain itu diharapkan agar masyarakat kampus juga memahami dengan baik mengenai manfaat pengelolaan zakat dan wakaf secara produktif.
“Pemberdayaan zakat dan wakaf ini sudah masuk ke dalam rencana strategis pembangunan di Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas). Ini artinya bahwa pemerintah mempunyai perhatian yang sangat besar terhadap pemberdayaan zakat dan wakaf di Tanah Air,” katanya.
Oleh karena itu, katanya, Kemenag dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta Badan Wakaf Indonesia (BWI) terus berupaya menghimpun dana zakat maupun wakaf dari masyarakat.
Seminar nasional zakat dan wakaf menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ketua BWI Muhammad Nuh, guru besar Fakultas Syariah dan Hukum Muhammad Amin Suma, guru besar Fakultas Psikologi Bahrul Hayat, dan dosen Fakultas Syariah dan Hukum Euis Amalia.
Tangerang Selatan4 hari agoIndah Kiat Tangerang Santuni Anak Yatim di Pondok Aren dan Kelapa Dua
Lifestyle6 hari ago7 Alasan Kenapa Kamu Harus Mengunjungi Songkran Festival
Otomotif6 hari agoMotor Suzuki Nex II, Pilihan Matic 115cc Terbaik yang Awet dan Nyaman untuk Aktivitas Harian
Bisnis4 hari agoPromo Sunscreen Biore Selama Diskon Ramadhan di Blibli
Pemerintahan5 hari agoRamadan, Pilar Saga Ichsan: Pelayanan Publik Tak Boleh Kendor
Pemerintahan3 hari agoPemkot Tangsel Gelar Bazar Ramadan 1447 Hijriah Serentak di 7 Kecamatan pada 5 Maret 2026
Pemerintahan2 hari agoPilar Saga Ichsan Lepas Ekspor Perdana Bumbu Masak PT Niaga Citra Mandiri ke Arab Saudi
Pemerintahan2 hari agoBenyamin Davnie Buka Bazar Ramadan 1447 H di Pondok Aren, 11.000 Paket Sembako Murah Diserbu Warga














