Awali Tugas di Kodam Diponegoro, Ini Arahan Kasdam kepada para Prajurit

By on Sabtu, 12 Januari 2019

Kabartangsel.com, SEMARANG – Mengawali penugasan di Kodam IV/Dipoengoro, Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa yang menjabat sebagai Kasdam IV/Diponegoro memberikan pengarahan kepada para prajurit dan PNS Kodam IV/Diponegoro di lapangan Parade Kodam IV/Diponegoro, Jumat (11/1).

Dalam pengarahannya, Kasdam mengajak seluruh anggota untuk menjadi mitra kerja. Karena, katanya, dalam suatu organisasi khususnya di Kodam IV/Diponegoro, ada yang dipimpin dan ada yang memimpin. Dan semua yang dilakukan di Kodam IV/Diponegoro adalah berorientasi pada organisasi.

“Mari kita terus lakukan mekanisme atau sistem yang sudah tercipta di Kodam IV/Diponegoro ini. Tingkatkan dan lebih dioptimalkan,” ungkapnya.

Mantan Danrem 161/Wira Sakti tersebut menginginkan tugas yang dilaksanakan sesuai dengan fungsi masing-masing. Dicontohkan, bahwa para Kabalak dan Asisten adalah paling jago di bidang masing-masing. Pangdam dan Kasdam sebagai pemegang komando dan pengendali masing-masing fungsi menjadi satu kesatuan yang utuh.

“Bila masing-masing fungsi bagian tidak berjalan atau tidak normal, maka akan menghambat kinerja organiasi secara keseluruhkan. Organisasi sudah ada sistemnya, dan bekerja sudah mekanisnya. Bila masing-masing jago disatukan maka akan menjadi suatu kekuatan yang hebat,” ujarnya.

Untuk mencapai semua itu, kata Kasdam, maka harus terus terjalin komunikasi dan interaksi yang baik antar bagian, sehingga bisa berkoordinasi.

“Banyak pepatah mengatakan, koordinasi itu mudah diucapkan dan sulit dilakukan. Tapi semua itu bisa terbantahkan, asal ada kemauan semua pasti bisa dilakukan. Kuncinya adalah kemauan, dimana ada kemauan disitu ada jalan,” jelasnya.

Ditegaskan bahwa dalam organisasi tidak ada orang yang malas, tidak ada orang yang rajin, tidak ada orang pintar dan hebat, atau orang bodoh, yang ada hanyalah orang yang memiliki kemauan.

“Setelah melaksanakan setiap kegiatan, perlu dilakukan evaluasi dan introspeksi agar kita bisa mencapai yang lebih baik dan lebih optimal. Yang terpenting kesemuanya harus memprioritaskan keamanan, baik keamanan personel maupun materiil, sehingga semua kegiatan berjalan aman, lancar dan tertib,” imbuhnya.

Menurutnya, aman berarti keselamatan personel dan materiil diprioritaskan, lancar apabila tiap individu atau personel tahu urut-urutan kegiatan yang harus dilakukan.

“Dikatakan tertib apabila personel bisa melakukan semua kegiatan sesuai dengan urut-urutan yang telah ditentukan sesuai aturan dan ketentuan yang telah berlaku,” pungkasnya. (sen)

Source