Cara Memutihkan Wajah dengan Perawatan Dokter

By on Minggu, 17 Maret 2019

Pernahkah Anda perhatikan warna kulit wajah dan leher Anda tidak begitu senada? Kulit wajah biasanya agak sedikit lebih gelap daripada leher. Kulit belang ini terjadi karena kulit wajah lebih sering “terpanggang” sinar matahari tanpa perlindungan sementara area leher tertutupi oleh kerah pakaian. Tak jarang banyak orang yang melakukan berbagai cara memutihkan wajah agar rona warnanya kembali senada. Dari 1001 cara yang ada, manakah yang sebetulnya paling aman?

Krim pemutih wajah tidak semuanya aman

Pakai krim pemutih adalah cara memutihkan wajah yang paling populer. Ada banyak versi krim pemutih wajah yang dijual di swalayan atau toko kecantikan. Anda juga bahkan bisa mendapatkan krim pemutih retinoid dari dokter kulit terpercaya.

Mau beli di toko atau menebus resep dokter, semua krim pencerah wajah sebetulnya bekerja dengan cara yang sama. Komposisi senyawa yang ada dalam krim bekerja menghentikan enzim yang membuat melanin dalam kulit. Melanin adalah sel-sel yang menghasilkan warna kulit Anda.

Kuncinya, krim harus digunakan terus menerus agar berhasil mendapatkan hasil yang maksimal. Penggantian sel-sel kulit baru dan pengembalian warna kulit alami wajah Anda butuh sekitar 8 sampai 12 minggu. Penggunaan krim dalam jangka panjang juga bertujuan untuk mempertahankan efek pemutihan. Jika tidak, kulit akan kembali memproduksi pigmen warna aslinya. Kesabaran adalah kunci untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dari krim pemutih wajah Anda.

Namun, bukan berarti semua produk krim pemutih kulit itu aman. Lebih telitilah saat membeli krim pemutih di pasaran. Beberapa bahan seperti petroleum jelly, vitamin E, asam kojic, dan asam ekstrak buah, misalnya sudah terbukti minim risiko.

Sebaliknya, senyawa kimia dalam krim pemutih tertentu seperti hidroquinone, merkuri, dan steroid cenderung menimbulkan bahaya buat kesehatan.

Risiko pakai krim pemutih yang berbahaya

Ambil contoh, krim pemutih yang mengandung hidroquinone. Hydroquinone memang telah terbukti ampuh dan aman untuk menyamarkan flek noda dan bintik hitam akibat penuaan dan guratan stretch mark asal dosisnya diatur ketat dan terus diawasi dokter kulit. Namun, hidroquinon tidak boleh digunakan untuk memutihkan rona kulit wajah yang gelap. Zat logam ini juga tidak ditujukan untuk penggunaan jangka panjang.

Para ahli percaya bahwa penggunaan krim hydroquinone dalam jangka panjang dapat menyebabkan penggelapan warna kulit secara permanen, meningkatkan risiko dermatitis dan kanker kulit, hingga meningkatkan risiko kerusakan hati dan ginjal saat zatnya terserap dalam aliran darah.

Sementara itu, penggunaan berlebihan krim pencerah yang mengandung merkuri telah dikaitkan dengan kerusakan otak, masalah ginjal, dan gagal ginjal. Kemungkinan efek samping lain dari penggunaaan produk pemutih kulit bermerkuri dalam jangka panjang termasuk warna kulit yang kembali menggelap, juga kecacatan janin saat digunakan selama masa kehamilan.

Krim wajah bersteroid juga sebetulnya tidak boleh digunakan sebagai cara memutihkan wajah karena sama tidak aman. Penggunaan jangka panjang dari krim pemutih bersteroid termasuk kulit wajah yang jadi mudah memerah saat kena matahari, muncul gurat-gurat merah keunguan di wajah, dan hipertrikosis, yaitu munculnya rambut-rambut halus di wajah dan di atas bibir.

Berbagai cara memutihkan wajah selain pakai krim pemutih

Nyatanya tidak ada krim pemutih yang benar-benar bisa membuat kulit jadi putih permanen. Namun, Anda mungkin bisa mencoba konsultasi ke dokter kulit terpercaya untuk mendapatkan perawatan di bawah ini agar kulit lebih putih:

1. Chemical peeling

Chemical peeling adalah cara memutihkan wajah yang dilakukan oleh dokter kulit. Chemical peeling dapat membantu menyamarkan bekas luka dan bekas jerawat, noda dan flek hitam, garis halus dan keriput, serta mencerahkan warna kulit kusam.

Caranya, dokter mengoleskan krim khusus berbahan dasar kimia yang berfungsi mengelupaskan sel kulit mati di lapisan teratas kulit. Nantinya lapisan dalam kulit akan terlihat, menampilkan warna yang lebih muda serta cerah.

Setelahnya, dokter akan memberikan krim pelembap untuk meredakan rasa perih saat perawatan berlangsung.

2. Suntik putih

Suntik putih banyak dilakukan orang yang ingin punya kulit cerah secara instan. Suntik ini akan membantu sel kulit menghentikan produksi melanin. Melanin adalah zat yang menentukan warna kulit setiap orang. Semakin banyak melanin yang terdapat di kulit, semakin gelaplah warna kulit Anda. 

Namun, hati-hati. Suntik putih yang aman haruslah di dokter kulit atau klinik kecantikan yang bersertifikat. Digunakan sembarangan, glutathione yang terkandung dalam cairan suntik putih bisa menyebabkan beberapa efek samping merugikan. Mulai dari rambut rontok, bintik putih pada kuku, mati rasa atau bahkan sampai gagal ginjal. 

3. Laser

Cara memutihkan wajah ini menggunakan sinar laser berenergi tinggi yang ditembakkan langsung pada permukaan kulit. Sinar laser tersebut akan menghancurkan sel kulit lama yang sudah rusak dan memicu pembentukan lapisan sel kulit baru.

Terapi laser juga membantu mengurangi produksi dan kadar melanin. Ini membantu mencerahkan noda dan bercak kehitaman pada kulit yang terjadi akibat penuaan.

Sebelum kulit Anda mulai dilaser, dokter biasanya akan melakukan uji alergi dulu. Jika tidak terjadi apa-apa, terapi laser bisa dilakukan beberapa minggu kemudian. Satu kali sesi terapi laser berlangsung sekitar 30 menit sampai 1 jam. Selama beberapa minggu ke depan, kulit Anda akan mulai memudar ke warna yang lebih terang. Kulit juga akan sensitif terhadap sinar matahari hingga enam bulan.

Hasil pemutihan kulit setelah laser cenderung bervariasi. Beberapa orang mungkin tidak merasakan efek apa pun.

Setelah treatment di dokter, lakukan ini

  • Cuci muka dengan gerakan memutar lembut, jangan digosok. Gunakan sabun tanpa pewangi dan busa.
  • Keringkan wajah dengan handuk dengan cara ditepuk halus ke permukaan wajah.
  • Oleskan gel lidah buaya atau petroleum jelly secara teratur untuk menenangkan area wajah.
  • Jangan mengopek keropeng atau kerak yang muncul di wajah
  • Minum obat penghilang rasa sakit seperti parasetamol untuk meredakan nyeri di wajah sehabis laser.
  • Anda juga bisa pakai ice pack higieniss dan bersih untuk mengurangi bengkak pada wajah sehabis suntik atau laser.
  • Oleskan sunscreen atau tabir surya ke wajah yang sedang dalam masapemulihan setelah perawatan agar tidak terpapar matahari langsung.

Kabartangsel.com

Source