Banten
Fahri Hamzah PKS Tuding KPK Ciptakan Pengadilan Diluar Hukum

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai telah bertindak di luar substansi penegakan hukum dengan menyeret beberapa artis sebagai penerima aliran dana ‘panas’ dari tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU), Tubagus Chaery Wardhana alias Wawan.
Anggota Komisi III DPR, Fahri Hamzah pun mengkritik KPK seperti tengah mempertontonkan hubungan-hubungan gelap seseorang melalui aliran dana yang diperoleh lewat penelusuran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Seharusnya, kata dia menekankan, dana yang belum terbukti sebagai hasil pidana tidaklah layak alirannya dituduhkan sebagai TPPU. Apalagi kemudian mengungkap soal-soal di luar hukum.
“Ini adalah kezaliman dan pembentukan opini yang ditujukan untuk menciptakan pengadilan di luar hukum,” katanya melalui rilis tertulis kepada wartawan , Jumat (14/2).
“Itu modus menghancurkan reputasi, kredibilitas dan moral tersangka agar tidak bisa membela diri dan hancur,” imbuhnya.
Dari catatan yang dimilikinya, papar Fahri, sudah terlalu banyak korban KPK seperti rumah tangga Al Amin Nasution dengan pedangdut Kristina.
“Saya juga lihat Airin-Wawan akan dibuat sama. Wawan akan mengalami pengadilan moral meski dia sama sekali bukan pejabat negara,” terangnya.
Dalam hal ini, KPK, menurut Fahri, telah berada di atas hukum karena dalam kampanye memberantas korupsi, semua dianggap perang.
Padahal, aliran dana merupakan rahasia pribadi tapi oleh PPATK dan KPK dijadikan ajang pertunjukkan dan strategi Humas untuk membuat seru ‘permainan petak umpet’ kasus korupsi ini.
“Kalau kita tanya substansinya pasti bukan hukum,” tekan Fahri.
Fahri pun mengingatkan, Indonesia dalam bahaya besar jika pemberantasan korupsi telah berubah fungsi menjadi perang yang tidak lagi melihat urut dan aturan hukum.
“Tak ada yang bisa diperbaiki dengan perang karena semua sedang dihancurkan. Dan dalam kehancuran institusi negara itulah segelintir orang bersorak sorai,” ujarnya.
“Wahai KPK kembalilah kepada negara hukum karena tak ada yang bisa kita selesaikan dengan perang. Hanya hukum dan perdamaian yang bisa selesaikan masalah. Sudah cukup tepuk tangan dan tepuk dada. Kembalilah kepada jati diri negara hukum sesuai UUD 1945,” pinta politisi Partai Keadilan Sejahtera tersebut. (rm/kt)
Nasional2 minggu agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport2 minggu agoHasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?
Sport2 minggu agoTimnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2
Nasional2 minggu agoProfil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo
Nasional2 minggu agoProfil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri
Nasional2 minggu agoPernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri
Nasional2 minggu agoSuyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Hari Ini Gantikan Listyo Sigit Prabowo
Pemerintahan2 minggu agoKadispora Tangsel Mengundurkan Diri, Pemkot Tangsel Pastikan Pelayanan Dispora dan Persiapan Porprov Banten 2026 Tetap Berjalan



































